Harga Baru

Filed in dari redaksi by on 01/06/2015
Sajian edisi Juni 2015 tentang teknologi terbaru di hidroponik dan tantangan budidaya tabulampot.

Sajian edisi Juni 2015 tentang teknologi terbaru di hidroponik dan tantangan budidaya tabulampot.

“Saya ini korban Trubus,” kata Susilo Bambang Yudhoyono sambil tertawa. Saat itu Senin, 4 Agustus 2008 presiden SBY menerima 6 awak Trubus di ruang tamu kepresidenan. SBY menuturkan sudah 3 tahun terakhir aktivitas memasak di dapur Istana Negara dan kediaman pribadi di Cikeas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menggunakan minyak kelapa murni (VCO). Pada masa itu virgin coconut oil memang tengah populer. Majalah Trubus beberapa kali menghadirkan informasi tentang khasiat VCO, salah satunya sebagai minyak sehat untuk menggoreng. SBY yang rutin membaca Trubus mengikuti anjuran itu sehingga menyebut sebagai “korban” Trubus.

Lebih lanjut presiden RI selama 2 periode 2004—2014 itu menuturkan isi majalah Trubus memberi banyak hal. “(Isinya) gamblang, tidak sulit, bisa dilakukan, modal terjangkau, dan hasilnya nyata,” katanya. Menurut pandangan SBY isi majalah Trubus menginspirasi.

Pembaca terhormat, mampu menginspirasi merupakan salah satu harapan kami atas setiap artikel yang kami tampilkan. Untuk itu setiap bulan awak redaksi meliput ke sejumlah narasumber kompeten di berbagai daerah untuk mendapatkan informasi terbaik, terkini, dan terpercaya. Pada edisi Juni 2015 kami menampilkan topik utama 5 teknologi terbaru di dunia hidroponik. Salah satunya teknologi iceplant dari Thailand. Inspirasi itu dilengkapi laporan khusus tentang budidaya tanaman buah di dalam pot di antaranya tabulampot apel di Jepang. Harapannya semua sajian kami dapat menginspirasi Anda, pembaca setia.

Di sisi lain, berbagai aktivitas untuk menghadirkan informasi terbaik itu berkonsekuensi pada biaya. Pada kondisi ekonomi global lesu, kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan nilai tukar rupiah melemah seperti saat ini secara langsung menyebabkan sejumlah biaya naik, di antaranya biaya kertas yang sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan biaya peliputan. Oleh karena itu dengan berat hati mulai edisi Juni 2015 kami menyesuaikan harga majalah Trubus dari semula Rp35.000 menjadi Rp40.000 per eksemplar untuk Sumatera, Jawa Bali, dan Rp42.000 untuk area lain. Semoga pembaca dapat memahaminya. ***

Salam,

Evy Syariefa

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software