Hambatan Pasar Cupang

Filed in Laporan khusus by on 06/03/2017
Tren cupang kembali menanjak. Itu terbukti dengan maraknya kontes cupang nasional dan internasional yang digelar.

Tren cupang kembali menanjak. Itu terbukti dengan maraknya kontes cupang nasional dan internasional yang digelar.

Terbentangnya pasar mancanegara memang menjanjikan laba tinggi. Namun, bukan berarti tanpa kendala. Berbagai kemudahan untuk mengakses pasar luar negeri membuat persaingan pasar semakin meningkat. Itulah sebabnya pehobi cupang di Jakarta Timur, Toni Cubid, berkomitmen untuk menjual cupang giant berkualitas tinggi sehingga benar-benar layak saat membandrol dengan harga tinggi. Ia rela melepas pasar Hongkong karena pembeli menawar dengan harga lebih murah dan menetapkan harga sama untuk berbagai kualitas. Padahal, order dari Hongkong yang pernah Toni layani mencapai ratusan ekor sekali kirim.

Pehobi cupang di Surakarta, Jawa Tengah, Ari, berhenti menjual cupang untuk pasar luar negeri lantaran harga yang ditawarkan tak mampu bersaing dengan cupang asal Thailand. Padahal, permintaan dari konsumen di Singapura, Malaysia, dan Vietnam, terus ada. “Biaya kirim terlalu mahal, sedangkan pembeli minta harga lebih rendah,” tuturnya. Menurut Ari peternak cupang di Thailand mendapat dukungan pemerintah sehingga harga jual bisa ditekan. “Peternak cupang di Thailand bahkan bisa menjual ikan dengan harga US$2 per ekor dan biaya pengirimannya murah, hanya Rp7.000. Adapun biaya kirim dari Indonesia bisa Rp70.000 per ekor,” katanya. Akibatnya, para pelanggan Ari banyak yang beralih ke peternak di Thailand. (Imam Wiguna)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software