Fokus Pertanian Sang Bupati

Filed in Majalah, Sayuran by on 04/09/2020

Selain padi sehat dan avokad, H.M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si.,
pun menanam aneka jeruk di kebun pribadi.

Terobosan H.M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si. mengembangkan bawang merah, cabai, dan padi organik demi kesejahteraan masyarakat.

Hari masih pagi, baru pukul 06.29. Kaos putih yang membalut tubuh Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, H.M. Kholid Mawardi, S.Sos. M.Si. basah oleh keringat yang menderas. Ia mencangkul lahan untuk membumbun pohon-pohon avokad. Bupati memanfaatkan hari libur Tahun Baru 1 Muharam 1442 berteparan 20 Agustus 2020 dengan berkebun.

Di luar hari libur, Kholid juga selalu menyempatkan diri berkebun, terutama sebelum atau setelah pulang bekerja. Lokasi kebun di Kota Martapura, ibu kota Kabupaten OKU Timur. Ia hanya memerlukan 10 menit untuk mencapai kebunnya. Kholid menanam beragam jenis avokad antara lain miki, wina, markus, dan aligator. Tujuannya menyeleksi jenis adaptif dan produktif di wilayahnya serta sesuai preferensi konsumen.

Mengembangkan pertanian

Kholid merelakan lahannya sebagai tempat uji coba. Jika sukses, ia mengajak petani bertanam avokad. Jika gagal, hanya ia yang menanggung. “Saya menginginkan masyarakat OKU Timur yang bertani bisa sukses. Mereka mampu membangun rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, dan membeli kendaraan,” kata ayah tiga anak itu. Pantas ia mendorong masyarakat meningkatkan nilai tambah bidang pertanian.

Master sains alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Candradimuka itu menyadari pertanian salah satu potensi OKU Timur yang perlu dikembangkan serius. Terdapat 15.877 ha lahan pertanian yang belum dimanfaatkan dan berpeluang untuk menambah baku lahan sawah. Selama ini petani di sana belajar mandiri. Oleh karena itu, Kholid berpikir para petani itu memerlukan figur sukses di setiap bidang.

Harapannya agar para petani memiliki contoh untuk ditiru sehingga bisa meraih kesuksesan. “Saya selalu mencari orang-orang yang menekuni bidang tertentu dan sukses,” kata Kholid. Abdul Kodir dan Supriyadi beberapa contoh petani andalan yang terus didukung agar terus berkembang.

Baca juga : Impian Menjadi Sentra Bawang

Abdul Kodir mengembangkan budidaya padi organik di Belitang, OKU Timur. Adapun Supriyadi membudidayakan bawang merah. (baca: Impian Menjadi Sentra Bawang halaman 38—39). Salah satu bentuk keseriusan Kholid memajukan pertanian yakni mengajak Abdul Kodir dan rekan berkunjung ke sentra padi organik di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Wonogiri (Jawa Tengah).

Produksi beras organik bersertifikat meningkat di masa pemerintahan H.M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si.

Bupati kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, itu mendatangkan petani berpengalaman dari Sukoharjo dan Brebes, keduanya di Jawa Tengah. Mereka mengajarkan cara budidaya bawang merah yang benar kepada para petani di OKU Timur.

Penanaman bawang merah di OKU Timur merupakan terobosan Kholid. Sebelumnya tidak ada uji coba penanaman bawang merah di kabupaten yang berumur 16 tahun itu.

Inseminasi buatan

Sementara produksi beras organik bersertifikat merupakan salah satu pencapaian terbesar Kholid sebagai bupati OKU Timur. Pengembangan organik di OKU Timur memang gencar. Kholid menginisiasi program bidang pertanian ramah lingkungan berbasis pupuk organik yang disebut SayOrganik Kabupaten OKU Timur.

Sasaran utama program itu yakni meningkatkan citra OKU Timur sebagai pusat penerapan dan pengembangan pertanian ramah lingkungan (organik). Adapun visi utama program spesial itu yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan pupuk organik sehingga dihasilkan produk organik dalam jumlah signifikan.

Semua kegiatan itu sesuai dengan visi pertanian Kholid yaitu terwujudnya petani modern guna menghasilkan komoditas produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Bupati berusia 61 tahun itu bukan hanya fokus mengembangkan tanaman pangan dan hortikultura. Perikanan dan peternakan juga tak luput dari perhatiannya. Sekadar contoh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur menginseminasi buatan pada 20.000 sapi. “Saya berharap 60% berhasil sehingga bisa menambah populasi ternak mendekati 80.000 ekor,” kata Kholid.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<!– Iklan 2 –>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”4882206457″
data-ad-format=”auto”
data-full-width-responsive=”true”></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Di bidang perikanan, ia mengajak pembudidaya berkunjung ke Tulungagung, Jawa Timur, untuk studi banding pemeliharaan dan pengolahan filet patin. Kini para pembudidaya patin di OKU Timur menjalin kerja sama dengan pabrik pengolahan filet. Semua keberhasilan itu demi kemajuan pertanian OKU Timur. Seperti semboyan daerah itu, bupati ingin sebiduk dan sehaluan dengan masyarakat, yakni mencapai kesejahteraan bersama.

“Tujuan kami untuk mempromosikan semua potensi pertanian yang ada di OKU Timur,” kata Kasubbag Humas Kabupaten OKU Timur, Zullahmi Wahyu Nugrahadi, S.STP. (Riefza Vebriansyah)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software