Felis Tanpa Diabetes

Filed in Majalah, Satwa by on 16/08/2019

Bobot tubuh kucing perlu dijaga agar ideal dan sehat.

 

Pakan kucing mengandung ektrak biji mahoni solusi kucing obesitas dan diabetes melitus.

Kiko mengalami obesitas setelah sterilisasi.

Kiko menjalani sterilisasi sekaligus operasi pada 2014 akibat mengidap pyometra—infeksi rahim akibat abnormalitas hormon. Tubuh Kiko makin besar usai menjalani sterilisasi hingga 5,6 kg. Idealnya bobot tubuh kucing domestic short hair hanya 3,5—4 kg. Kucing betina itu memiliki body condition score (BCS) 4,5—5 dari rentang 1—5. BCS adalah teknik mengukur tingkat kegemukan pada hewan seperti kucing dan anjing.

BCS 5 berarti Kiko memiliki lemak yang teraba dari perut, tulang tidak teraba dari luar, dan bobot lebih dari 20% bobot ideal. Perut membesar dan menggelambir. Ni Putu Wirananda Ayuning Permata, pemilik Kiko, memberikan pakan diet. Bobot tubuh kucing yang kini berumur 11 tahun itu sempat turun. Namun, makin lama nafsu makan Kiko turun. Oleh karena itu, pehobi di Tangerang Selatan, Banten, itu kembali memberikan pakan pelet normal kepada Kiko.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-6272384835354293″
data-ad-slot=”3207005313″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Diabetes melitus

Kasus obesitas pada kucing makin marak dan memicu diabetes melitus. Menurut Prof. drh. Tutik Wresdiati dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor pemicu diabetes pada kucing konsumsi obat-obatan turunan glukokortikoid yang menyebabkan inflamasi pankreas dan mengganggu kinerja pankreas menghasilkan insulin.

Biji mahoni yang belum dipisahkan dari kulit biji.

“Kucing jantan lebih mudah terkena diabetes khususnya setelah kastrasi, sedangkan pada anjing jenis kelamin yang lebih mudah mengidap diabetes adalah betina,” kata Tutik Wresdiati. Menurut Pet Nutrition Alliance setelah kastrasi kucing rentan obesitas karena hormon-hormon seksual hilang, sehingga tingkat metabolisme tubuh berkurang. Tubuh lebih sedikit memerlukan energi sehingga kebutuhan pakan seharusnya dikurangi.

Kucing kastrasi tidak menghasilkan hormon-hormon seksual sehingga tidak terangsang untuk berkeliaran dan aktivitas fisik berkurang. Oleh karena itu, pehobi harus memberikan perlakuan khusus seperti pengaturan jumlah pakan dan olahraga agar terhindar dari obesitas.  Doktor Sains Kedokteran Hewan, alumnus Yamaguchi University Jepang, Wresdiati menuturkan, kucing obesitas dan diabetes tampak lemas dan sering tidur.

Prof. drh. Tutik Wresdiati, penemu pakan kucing antiobesitas dan antidiabetes dengan kandungan ekstrak biji mahoni.

Kucing atau Felis  catus diabetes juga sering tidur karena mengantuk. Oksigen tubuh fokus digunakan untuk sirkulasi darah dengan keseimbangan gula darah kacau. Akibatnya oksigen yang masuk ke otak berkurang. “Kucing terlalu gemuk akan menyebabkan kelelahan organ tubuh sehingga umur hewan pendek. Perlu diperhatikan pola makan hewan peliharaan supaya tetap berbobot ideal dan sehat,” ujar Wresdiati.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-6272384835354293″
data-ad-slot=”3207005313″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Guru besar FKH IPB itu menciptakan pakan diet antiobesitas dan antidiabetes untuk kucing. Ia memanfaatkan ekstrak biji mahoni sebagai campuran pakan kucing. Periset itu membuat pakan yang mengandung ekstrak biji mahoni, sehingga tidak ada dosis dan aman dikonsumsi sehari-hari dalam rentang waktu yang tidak dibatasi. Kadar ekstrak biji mahoni sangat rendah sehingga kucing menggemari rasanya.

Berdasarkan hasil uji klinis, pakan biji mahoni menurunkan bobot kucing yang obesitas menjadi normal dalam 2 bulan. Pakan juga menjaga bobot tubuh kucing ideal, menurunkan dan menjaga kadar gula darah normal, serta menjaga kadar kolesterol darah normal pada kucing dewasa. Wresdiati menguji klinis yang melibatkan sejumlah kucing berumur 22—32 bulan.

Contoh pakan kucing yang mengandung ekstrak biji mahoni temuan drh. Tutik Wresdiati.

Pehobi tak perlu khawatir bila kucing memiliki nafsu makan tinggi dan hobi makan. Pakan ekstrak biji mahoni tidak menyebabkan obesitas. Wresdiati membandingkan kelompok kucing yang mengonsumsi pakan normal dan kelompok kucing yang mengonsumsi pakan ekstrak biji mahoni. Kelompok kucing mengonsumsi pakan normal menjadi obesitas dalam tiga bulan. Adapun kelompok yang mengonsumsi pakan ekstrak biji mahoni tetap berbobot ideal.

Wresdiati menguji fitokimia untuk mengetahui senyawa-senyawa antidiabetes seperti daya hambat terhadap enzim alfa-glukosidase, kandungan antioksidan, dan daya hipoglikemik. “Semua parameter menunjukkan potensi biji mahoni sebagai antidiabetes,” katanya.

Periset itu menguji palatabilitas—keinginan untuk makan—pada kucing selama 5—6 bulan. Ia mencapur ekstrak biji mahoni dan berbagai bahan pakan lain sebagai pelet. Konsentrasi biji mahoni berbeda. “Pada konsentrasi sekian kucing lahap, konsentrasi ditingkatkan masih lahap, terus diberikan pakan dengan konsentrasi biji mahoni semakin tinggi sampai kucing tidak mau makan. Berarti pakan sudah pahit,” jelas Wresdiati. (Tamara Yunike)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software