Fakta Melinjo Berkhasiat Obat

Filed in Obat tradisional by on 01/03/2010 0 Comments

Melinjo memicu asam urat lantaran mengandung purin cukup tinggi. Kadar purin melinjo 50—150 mg per 100 gram bahan. Konsumsi melinjo berlebih menyebabkan asam urat menumpuk di jaringan tubuh. Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin, tubuh menyediakan 85% purin untuk kebutuhan metabolisme setiap hari. Itu berarti pasokan purin dari makanan hanya dibutuhkan 15%. Bila menyantap melinjo secara tidak berlebihan justru berdampak baik bagi kesehatan. Sebab, melinjo Gnetum gnemon berkhasiat sebagai antioksidan kuat.

Tri Agus Siswoyo PhD, peneliti di Pusat Penelitian Biologi Molekuler, Universitas Jember, Jawa Timur, menguji aktivitas antioksidan ekstrak akar, daun, biji, dan batang melinjo untuk menangkal radikal bebas. Ternyata semua bagian tanaman itu bersifat antioksidan. Kemampuannya berturut-turut adalah 37,27 mg, 36,66 mg, 34,08 mg, dan 32,52 mg VCEAC (Vitamin C Equivalent Antioxidant Capacity).

Nutraseutikal

Menurut Siswoyo ekstrak melinjo mengandung 9—11% protein yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian doktor Biokimia alumnus Osaka Prefecture University, Jepang itu menunjukkan kandungan protein utama dalam melinjo berukuran 30 kilo dalton yang efektif mengusir radikal bebas. Radikal bebas salah satu penyebab utama timbulnya kanker dan mempercepat proses penuaan.

Oleh sebab itu melinjo berpeluang sebagai sumber nutraseutikal—substansi yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk mencegah dan mengobati penyakit.Konsumsi melinjo di Indonesia masih sebatas emping dan sayuran; di Jepang, lebih beragam. “Di Jepang melinjo diolah jadi beragam kuliner untuk menunjang pola hidup sehat,” kata Dr Ani Andayani, kepala Subdirektorat Sayuran Buah, Direktorat Sayuran dan Biofarmaka, Ditjen Hortikultura, Departemen Pertanian.

Menurut doktor Vegetables Sciences alumnus Chiba University, Jepang itu di negeri Sakura melinjo diolah menjadi tepung untuk bahan baku aneka makanan seperti kue dan roti. Bahkan, masyarakat Jepang mencampurkan tepung melinjo dalam minuman teh. Dosisnya setengah sendok teh. Mereka ingin memperoleh khasiat melinjo ketika menyeruput secangkir teh. Selain itu penambahan tepung melinjo juga membuat teh menjadi kental sehingga semakin nikmat. “Ada pula yang menambahkannya untuk saus pada salad. Salad jadi lebih lezat, awet, dan sehat dikonsumsi,” kata Ani.

Ani menyebutkan warga Jepang menyukai melinjo lantaran terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Buah anggota famili Gnetaceae itu mengandung stilbenoid yang berpotensi sebagai antimikroba, menangkal radikal bebas, dan mengontrol gula darah. Yuji Tokunaga, periset di University of Fukui, Jepang, membuktikan khasiat stilbenoid dari biji melinjo. Ia menghancurkan dan mengekstrak 1.430 gram biji melinjo kering dengan pelarut etanol. Hasilnya difraksinasi hingga diperoleh stilbenoid yang terdiri atas 5 jenis: gnemonoside A, C, dan D, serta gnetin C dan L.

Tokunaga lalu menguji khasiat senyawa-senyawa aktif itu dalam menangkal radikal bebas, menghambat aktivitas enzim lipase dan amilase, serta sebagai antimikroba. Amilase merombak karbohidrat menjadi glukosa; lipase, merombak lemak menjadi gliserol dan asam lemak. Hasil riset Tokunaga menunjukkan semua jenis stilbenoid itu mampu menghambat 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH)—senyawa radikal bebas.

Pada pengujian selama 3 jam, ekstrak melinjo mampu menghambat aktivitas radikal bebas sebesar 13,2 μM. Hasil itu tidak berbeda jauh dengan kemampuan asam askorbat dan alfa-tokoferol, 15 dan 16,8 μM. Bahkan, pada 30 menit pertama, ekstrak melinjo menangkap radikal bebas lebih banyak, 21,4 μM, asam askorbat dan alfa-tokoferol hanya 14,7 dan 15,1 μM. Menurut Tokunaga ED50—dosis efektif untuk menghambat 50% radikal bebas—ekstrak melinjo sebesar 23 μg/ml.

Multiguna

Stilbenoid juga terbukti mampu menghambat kerja enzim lipase, sehingga berpotensi menekan penumpukan dan penyerapan lemak dalam tubuh. Senyawa aktif itu pun menghalangi aktivitas enzim amilase. Akibatnya, perombakan karbohidrat menjadi glukosa terhambat. Oleh karena itu melinjo berpotensi sebagai pengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes. Sebagai antimikroba, ekstrak melinjo efektif membunuh beragam mikroorganisme jahat seperti Bacillus subtilis, Bifidobacterium bifidum, dan Clostridium perfringens. Menurut Siswoyo potensi antimikroba melinjo bisa dimanfaatkan sebagai pengawet makanan sekaligus obat untuk penyakit akibat bakteri.

Penelitian Tokunaga memperlihatkan salad yang diberi ekstrak melinjo lebih awet ketimbang tanpa ekstrak. Karena pertumbuhan bakteri pada salad yang plus ekstrak melinjo jadi lebih sedikit. Pengujian pada hari ketiga, salad yang dicampur 0,1% dan 0,2% ekstrak melinjo hanya ditumbuhi bakteri sebanyak 1 x 104 dan 1 x 103. Lebih rendah ketimbang salad tanpa ekstrak, 1 x 105. Itu mengindikasikan ekstrak melinjo mampu menekan pertumbuhan bakteri. Kemampuan itu meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak yang diberikan.

Adanya bukti ilmiah itu mematahkan anggapan konsumsi melinjo hanya membuat asam urat meningkat. Melinjo terbukti berkhasiat antioksidan dan antimikroba. Dengan potensi besar itu, budidaya melinjo perlu terus dikembangkan. “Saat ini melinjo diusulkan untuk mendapatkan Hak Indikasi Geografis sebagai tanaman asli Indonesia,” kata Ani. (Ari Chaidir)

 

Melinjo mengandung antioksidan setara vitamin C

Ani Andayani, melinjo berpotensi sebagai bahan kuliner sehat

Foto-foto: Ari Chaidir

 

Powered by WishList Member - Membership Software