Faedah Mulsa Atasi Gulma

Filed in Inspirasi, Majalah by on 05/03/2020

Penggunaan mulsa plastik hitam perak untuk komoditas bawang merah.

 

Mulsa plastik efektif mencegah gulma.

Gulma salah satu masalah utama budidaya jeruk. Menurut riset Ajeng Ayuningtyas dari Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Brawijaya, gulma bersaing dengan jeruk memperebutkan nutrisi dan kelembapan sekaligus signifikan mengurangi hasil dalam waktu singkat. Gulma yang terdapat pada perkebunan jeruk di lahan kering antara lain Lantana camara dan gulma epifit. Sayangnya, masih sedikit pekebun buah yang menggunakan mulsa.

Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, MS. guru besar jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran.

“Secara umum penggunaan mulsa masih dominan untuk tanaman sayuran. Penggunaan mulsa untuk tanaman buah belum terlalu banyak. Hanya kalangan tertentu yang memasang,” kata anggota staf Pengembangan Pemasaran CV Multiagro Sejahtera, Ferdinan Bonardo Damanik. Pengendalian gulma dengan dua cara yakni manual dan herbisida. Pekebun menempuh cara manual dengan penyiangan dan pendangiran.

Mulsa lentur

Pengendalian gulma secara manual itu cenderung mahal karena perlu tenaga kerja banyak dan waktu yang lama. Cara kedua, penyemprotan herbisida berefek samping ikut rusaknya jaringan akar tanaman. Oleh karena itu, penggunaan mulsa solusi mengatasi gulma. Di pasaran terdapat beberapa mulsa berkualitas tinggi. Sekadar menyebut contoh ada mulsa million produksi PT Plastin Eka Prakarsa dan bell produksi PT Hidup Baru Plasindo.

Kepala Produksi PT Plastin Eka Prakarsa, Indrawati, mengatakan penggunaan mulsa tak hanya untuk sayuran tapi juga buah seperti semangka dan melon. PT Plastin Eka Prakarsa memproduksi mulsa million yang tidak mudah sobek. Mulsa juga lebih lentur tanpa pemanasan sinar matahari sehingga memudahkan pemasangan. Indrawati mengatakan, penggunaan mulsa lazimnya sampai dua musim atau setahun.

Mulsa plastik yang diproduksi di Kota Bandung, Jawa Barat, itu berkualitas karena memiliki tiga lapisan yakni lapisan perak, penguat, dan hitam. Pemasangan mulsa efektif menghalau pertumbuhan gulma dan mengurangi erosi. Selain itu aktivitas jasad mikro dan makro dalam tanah turut meningkat sehingga dapat menyediakan nutrisi yang cukup bagi tanaman budidaya.

Pekebun melon memasang mulsa untuk mengendalikan gulma.

Mulsa bermutu lainnya di pasaran adalah mulsa plastik hitam perak (mphp) bell produksi PT Hidup Baru Plasindo. Dua sisi mulsa itu memiliki warna yang berbeda. Sisi warna hitam di bagian di bawah atau yang langsung menutupi permukaan tanah. Adapun di bagian atas mulsa terdapat warna perak. Mulsa bell terbuat dari bijih plastik murni tanpa bahan daur ulang sehingga tahan lama.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Manfaat mulsa

PT Plastin Eka Prakarsa memproduksi mulsa lentur dan tidak mudah sobek.

Konsultan pemasaran PT Hidup Baru Plasindo, Anand Yulianto, menuturkan, banyak faktor seperti kualitas bahan, lokasi lahan, dan perilaku petani memengaruhi jangka waktu penggunaan mulsa. Yulianto mengatakan, penggunaan mulsa berfungsi menekan pertumbuhan gulma yang berkompetisi dengan tanaman budidaya. Selain itu mulsa juga mengurangi angka penggunaan pupuk dan sekaligus menjaga kelembapan tanah.

Menurut guru besar di Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, MS. penggunaan mulsa upaya mendukung kegiatan pertanian di wilayah perkotaan. Biaya tenaga kerja yang mahal mengharuskan penggunaan alternatif untuk pengendalian gulma. Selain menghambat pertumbuhan gulma, mulsa juga menjaga suhu dan kadar air tanah agar relatif lebih terjaga.

“Dengan aplikasi mulsa penguapan atau evaporasi itu lebih lambat. Jadi, ketika panas tanah tidak langsung kering, jika hujan tidak langsung basah,” kata Tualar. Menurut Tualar penggunaan mulsa dapat menekan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). “Gulma yang tidak tumbuh menjadikan tidak tersedianya tempat berlindung bagi vektor-vektor pembawa mikroorganisme penyebab penyakit,” kata doktor alumnus Universitas Justus Liebig, Jerman, itu. (Sinta Herian Pawestri/ Peliput Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software