Empat Sekawan Musuh Obesitas

Filed in Majalah, Obat tradisional by on 14/01/2020

Flavonoid dan steroid dalam daun tempuyung Sonchus arvensis meningkatkan aktivitas eksresi kolesterol.

 

Campuran jati belanda, kelembak, kemuning, dan tempuyung terbukti menurunkan kegemukan.

“Wah gemukan, ya?” ujaran body shaming atau mempermalukan itu kerap terjadi saat pertemuan atau reuni. Sebagian orang menganggap itu pertanyaan biasa, yang lain sangat terganggu. Menurunkan bobot tubuh agar kembali ideal pun menjadi impian para pengidap obesitas atau kegemukan. Menurut dr. Danang Ardiyanto di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, obesitas merupakan kondisi proporsi tubuh melebihi ukuran ideal akibat penumpukan lemak.

Dampaknya lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi perempuan dan 90 cm bagi laki-laki. Kelebihan bobot tubuh itu dapat meningkatkan bahaya serangan penyakit lain seperti diabetes, kolesterol, dan serangan jantung. Bahkan, obesitas memicu kematian. Danang dan rekan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BBPPTOOT) membuktikan khasiat herbal untuk mengatasi kegemukan.

Daun jati belanda Guazuma ulmifolia mengandung tanin yang menghambat pembentukan jaringan adiposa.

Jaringan adiposa

Danang mencampur daun jati belanda, daun kemuning, daun tempuyung, dan akar kelembak untuk menurunkan bobot tubuh (lihat boks: Langsung Langsing). Bobot ketiga tanaman yang disebut pertama masing-masing 10 gram dan akar kelembak 4 gram. Komposisi itu untuk tanaman obat dalam bentuk serbuk agar takarannya tepat. Konsumsi rutin hasil rebusan itu selama 8 pekan.

Dokter yang menggeluti tanaman obat sejak 2009 itu memberikan ramuan kepada 232 penderita obesitas dengan indeks massa tubuh mencapai 29,9 kg/m2. Sebanyak 62,5% subjek penelitian berjenis kelamin perempuan. Prevalensi obesitas di Indonesia lebih banyak terjadi pada perempuan. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Rikerdas) pada 2013 populasi perempuan terkena obesitas hampir dua kali lipat dibandingkan dengan laki-laki. Bila laki-laki hanya 19,7%, populasi perempuan mencapai 32,9%.

Subjek penelitian disilipin mengonsumsi rebusan tanaman obat selama 8 pekan. Menurut Danang konsumsi rebusan tanaman obat itu menurunkan lingkar perut dan lingkar lengan atas hingga 2 cm. Pada pekan ke-8 rata-rata indeks massa tubuh subjek penelitian turun dari 28,05 kg/m² menjadi 27,28 kg/m². Itu membuktikan, campuran jati belanda, kemuning, tempuyung, dan kelembak sebagai antiobesitas.

Selain itu campuran ke-4 tanaman obat itu juga terbukti aman terhadap organ lain. Pengamatan terhadap fungsi hati dan ginjal menunjukkan tidak ada indikator kerusakan. Danang mengatakan, kombinasi tanaman obat bersifat holistik, yakni khasiat suatu ramuan merupakan gabungan aktivitas penyusun ramuan itu.

dr. Danang Ardiyanto, dokter dan periset herbal di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Artinya aktivitas ekstrak masing-masing tanaman berbeda. Namun, berkat konsumsi yang bersamaan membentuk aktivitas yang sama hingga menunjukkan perubahan yaitu mengendalikan obesitas pada tubuh. “Daun jati belanda mengandung tanin yang diduga bekerja menghambat pembentukan jaringan adiposa,” kata Danang. Ia menuturkan, jaringan adiposa terbentuk dari sel-sel adiposa dan berfungsi menyimpan lemak.

Jati belanda mengandung senyawa aktif seperti tanin. Konsumsi tanaman anggota famili Sterculiaceae itu menyebabkan jaringan lemak tidak terbentuk. Selama ini jati belanda Guazuma ulmifolia memang sohor sebagai penurun bobot tubuh. Begitu juga dengan kemuning Murraya paniculata. Tanaman anggota famili Rutaceae itu berperan penting dalam aktivitas antiobesitas. Meskipun belum diketahui pasti senyawa aktif yang terkandung, tanaman kerabat jeruk itu mempunyai mekanisme mengikat enzim lipase.

Masyarakat jarang memanfaatkan akar kelembak untuk mengatasi obesitas karena langka. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman famili Polygonaceae itu adalah rhein. Fungsinya menekan metabolisme lemak. Sementara itu daun tempuyung mengandung flavonid, saponin, alkaloid, steroid, dan tanin. Diduga flavonoid dan steroid dalam tanaman anggota famili Asteraceae itu memiliki aktivitas peningkatan ekstresi kolesterol.

Defisit kalori

Riwayat obesitas pada perempuan lebih tinggi sebagai pencetus diabetes. Berdasarkan riset Sri Wahyuningsih dan rekan dari Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang Jawa Tengah, perempuan dengan riwayat obesitas menjadi faktor risiko menderita diabetes. Hal itu karena elemen sindrom metabolik diabetes dan obesitas berkontribusi besar pada kerja ginjal. Lemak di dalam tubuh dapat menyebabkan cedera ginjal. Oleh karena itu, obesitas harus diwaspadai.

Selain konsumsi herbal, Danang juga menyarankan penderita obesitas untuk mengatur pola makan. Caranya dengan defisit kalori, yakni mengurangi konsumsi kalori dari yang dibutuhkan sehari-hari. “Normalnya para pria membutuhkan 2.200 kalori dan para wanita membutuhkan 1.800 kalori. Maka untuk menurunkan bobot badan, Anda harus mengurangi jumlah kalori minimal 500 kalori per hari,” kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. (Hanna Tri Puspa Borneo H.)

Langsung Langsing

Bahan
1. Daun jati belanda Guazuma ulmifolia 10 gram
2. Daun kemuning Murraya paniculata 10 gram
3. Daun tempuyung Sonchus arvensis 10 gram
4. Akar kelembak Rheum officinale 4 gram

Olah & konsumsi
Cuci bersih dan rebus campuran keempat tanamann obat itu dalam 4 gelas atau 800 cc air hingga mendidih kira-kira selama 15 menit. Saring dan bagi menjadi dua bagian, minum 2 kalis ehari selama 4 pekan.

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software