Ekspor Lidah Jin dari Halaman

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 02/12/2020

Sansevieria trifasciata ‘Eve’ menjadi dambaan pehobi sansevieria di Amerika Serikat maupun Indonesia.

Dari halaman sempit pun bisa memasok sansevieria ke pasar mancanegara.

Halaman rumah Erwin Karnadi tak seberapa luas, hanya 50 m2. Dari lokasi itulah warga Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, itu mengemas sansevieria untuk ekspor. Erwin Karnadi rutin mengirim sansevieria ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa seperti Ukraina dan Polandia. Jumlahnya 150—250 tanaman setiap bulan. Selama pandemi korona pada Maret 2020 hingga kini ekspor sansevieria tetap berlangsung.

Pembeli meminati Sansevieria trifasciata mencapai 50%. “Jenis-jenis S. trifasciata yang paling diminati pasar ekspor yaitu S. trifasciata moonshine ‘mutation’ atau sekitar 40% dari total permintaan terhadap berbagai jenis S. trifasciata. Dua puluh persennya meminta S. trifasciata moonshine ‘glow’” kata Erwin. Pasar menghendaki tanaman dalam beragam ukuran, tergantung permintaan pelanggan.

Berhenti bekerja

Standar mutu lain minimal tanaman berukuran pot 8 cm dan berdaun 8 helai. Tanaman tampil apik dan sehat. Erwin mengatakan, pasar ekspor juga meminta jenis-jenis lain seperti ‘eve’, ‘morgenstern futura gold’, dan hahnii jade marginated ‘mutation’ (atau pagoda mutasi). Pasar ekspor, khususnya Eropa Timur, lebih meminati jenis S. trifasciata mutasi.

Urutan peminatan selanjutnya adalah jenis-jenis sansevieria spesies (termasuk S. trifasciata), lalu variegata. Adapun pasar Amerika Serikat cenderung meminta jenis-jenis hibrida, variegata, dan jenis-jenis spesies S. trifasciata. Arsitek alumnus Universitas Katolik Parahyangan itu menuturkan, menjual jenis-jenis hibrida membantu para petani sebagai penangkar. Harap mafhum sebagian sansevieria untuk mengisi pasar ekspor memang pasokan mereka.

Pengusaha tanaman hias sejak 2011 itu cenderung menyasar para pehobi mancanegara, bukan penangkar. Harga jual sansevieria di pasar ekspor relatif stabil, antara US$10—US$30 setiap tanaman. Namun, untuk jenis hibrida langka seperti Sansevieria hibrida ‘Donny’ (persilangan (S. ballyi x S. koko) S. hybrid ‘Royal Crown’) lebih mahal, mencapai US$70 per tanaman dengan tinggi sama.

Halaman Erwin Karnadi dimanfaatkan sepenuhnya untuk membudidayakan dan merawat sansevieria.

Pembeli di mancanegara lazimnya membeli berbagai jenis sansevieria dengan jumlah 1—15 tanaman per jenis. Erwin memperbanyak sendiri sansevieria ekspor itu. Namun, kecepatan perbanyakan vegetatif itu tidak mampu mengimbangi percepatan ekspor. Itulah sebabnya ia juga membeli sansevieria dari komunitas di Pulau Jawa agar dapat memenuhi permintaan yang melimpah.

Ir. Erwin Karnadi

Sebetulnya Erwin hanya kolektor sansevieria pada 2008, mengikuti jejak ibunya. Ia menggemari sosok tanaman hias anggota famili Ruscaceae itu. Namun, Erwin jeli melihat peluang pasar pada awal 2010 ketika tren tanaman lidah jin melambung. Saat itu ia menggeluti bisnis sansevieria bermodal 100 tanaman di halaman rumahnya. Setahun berselang, permintaan sansevieria melonjak.

“Tahun itu setidaknya 100 tanaman pasti keluar setiap bulan dengan ukuran kecil dan kisaran harga Rp25.000—Rp30.000,” kata Erwin. Saat pamor sansevieria turun Erwin tetap merawat tanaman. Ia justru berburu koleksi-koleksi sansevieria impor hingga menambah koleksi. Arsitek itu disiplin mengunggah beragam koleksinya di jagat maya. Efeknya banyak pehobi yang terpincut.

Bahkan, mereka berhasrat membeli koleksi-koleksi Erwin. Jika ketersediaan tanaman terbatas pun, mereka bersedia menunggu. Pria penggemar musik metal itu fokus beragribisnis sansevieria sejak memutuskan berhenti bekerja kantoran pada Maret 2019. Meski baru memulai, permintaan konsumen di mancanegara relatif banyak.

Strategi bisnis

Saat pandemi korona pada Maret 2020 hingga kini Erwin tetap mengirimkan sansevieria ke pasar mancanegara. Artinya pagebluk tidak menyurutkan permintaan tanaman hias yang namanya mengabadikan nama pangeran Italia, San Severo. Sementara itu permintaan pasar domestik relatif stabil. Erwin memasok para pehobi di berbagai kota di Indonesia rata-rata 5—6 tanaman per pekan.

Sansevieria trifasciata hahnii jade marginated ‘mutation’ milik Erwin diincar para pehobi sansevieria di Amerika dan Eropa Timur.

Ciri khas produk sansevieria koleksi Erwin yaitu berkualitas kontes atau tampilan tanaman layak kontes. Pantas pelanggan mancanegara menunggu tanaman berkualitas tinggi kiriman Erwin. Meski begitu, Erwin tidak lantas menjual dengan harga selangit. Supaya kontinuitas pembeli terjaga, Erwin selalu stabil dalam memberikan harga berkisar di bawah Rp1.000.000 per tanaman, pengecualian untuk tanaman koleksi.

Erwin terus memperluas pasar dengan masuk ke berbagai komunitas internasional ataupun komunitas negara-negara secara daring. Ia menyebut strategi itu jumping universe atau lompatan alam semesta. Kini anak sulung dari dua bersaudara itu menjadi anggota komunitas daring Facebook di tujuh negara seperti “Sansevieria USA”, “Poland’s Sansevieria”, “Canada’s Sansevieria”, dan Ukraine’s Sansevieria.

Menurut Erwin potensi ancaman ekspor sanseviria adalah beberapa negara seperti Jepang dan Korea Selatan melarang masuk tanaman hias dari Indonesia. Itu lantaran adanya pelanggaran fitosanitari seperti terdapat nematoda pada akar dan kutu putih pada bagian tanaman. Oleh karena itu, Erwin menyarankan pemerintah menginspeksi tanaman lebih ketat sebelum pengiriman ekspor. Demikian pula para eksportir harus menerapkan standar ketat ketika mengisi pasar ekspor. (Tamara Yunike)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software