Ekspedisi Baebunta

Filed in Nusantara by on 16/08/2010 0 Comments

  1. Propolis lebah trigona yang diambil dari lubang pohon di hutan. Trigona sp memproduksi propolis secara “jor-joran” sebagai mekanisme perlindungan diri karena lebah berukuran 3 mm itu tak mempunyai sengat.
  2. Sukandar dan warga lain di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, menggantung bendala  atau rumah lebah di emper atau dinding rumah. Trigona yang berukuran mungil tak perlu digembalakan seperti halnya lebah keluarga Apis. Sebab, ketersediaan makan relatif banyak.
  3. Selain menggantung, masyarakat  di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara,juga meletakkan bendala di atas permukaan tanah. Para peternak praktis tak melakukan apa pun untuk memanen madu, propolis, atau polen dari lebah Trigona sp.
  4. Salah satu sudut di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, yang masih dipenuhi beragam vegetasi seperti uru, salah satu sumber pakan lebah. Kunci keberhasilan beternak lebah trigona adalah vegetasi yang terpelihara.
  5. Pondok sederhana banyak dibangun di pekarangan rumah penduduk di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, untuk meletakkan bendala atau rumah lebah trigona. Pondok terbuat dari kayu beratap daun sagu mampu menampung 50 bendala.
  6. Keadaan rumah Trigona sp di sarang kotak vertikal. Bulatan-bulatan kekuningan seukuran pentol korek adalah larva lebah.
  7. Di sebuah bendala hanya terdapat satu pintu keluar masuk bagi lebah trigona.  Lebah akan melapisi sisi-sisi pintu dengan propolis. Jika propolis di pintu itu bertambah panjang indikasi lebah berkembang.
  8. Sebuah koloni lebah trigona yang diambil dari kotak vertikal. Dari sebuah koloni dapat “dipecah” menjadi 2 koloni.
  9. Bee bread alias roti lebah dalam sarang lebah trigona berbentuk bulatan setengah lingkaran. Ketika ujung bulatan ditusuk, barulah muncul roti lebah atau polen, bahan pangan kaya nutrisi.
  10. Meskipun lebah trigona tak bersengat, tetapi Stanis Ghaji yang akan mengambil koloni di lubang pohon jambu mete di hutan mengenakan penutup kepala dan wajah. Itu berguna untuk mencegah gangguan trigona.
  11. Yustansyah, peternak lebah di di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, mencari ratu lebah trigona yang varu saja diambil dari lubang pohon.
  12. Koloni trigona dari lubang pohon telah dipindahkan ke dalam bendala. Bendala baru itu diletakkan di dekat lubang pohon agar lebah pekerja yang beterbangan masuk ke dalamanya. Tiga jam sejak pemindahan itu (jika pemindahan dilakukan pada pukul 15.00),  lebah pekerja akan menempati rumah baru.
  13. Roti lebah atau poleh hasil panen dari sarang trigona. Peternak menjemur polen basah 2—3 hari. Setelah kering, barulah polen itu diblender dan siap konsumsi.
  14. Bendala atau kotak lebah trigona yang ditinggalkan akibat peternak (baru) alpa memanen propolis dan madu. Akibatnya ruangan penuh sehingga lebah pun kabur.
  15. Salah satu bentuk koloni trigona yang akan dipindahkan ke bendala baru untuk pengembangbiakkan.
  16. Cairan madu di baskom yang baru saja dipanen dari dalam bendala atau rumah lebah. Di sisi madu, tampak lembaran berwarna cokelat yang merupakan propolis. Setelah panen keduanya akan dipisahkan.
  17. Pemandangan sarang lebah trigona, pot-pot atau bulatan seukuran buah kersen di dinding sarang berisi madu atau polen. Sedangkan di sisi kiri bawah bulatan-bulatan seukuran pentol korek merupakan larva lebah.
  18. Pot-pot atau bulatan yang baru dipanen dari kotak trigona. Pot berisi madu berwaena lebih bening, sedangkan pot berisi polen berwarna kekuningan.
  19. Lubang di pohon jambu mete di tepian hutan Kasimbong, Luwu Utara, dihuni lebah trigona. Di alam, trigona berasosiasi dengan rayap. Setelah rayap melubangi pohon, barulah trigona datang bersarang.
  20. Larva trigona yang baru saja diambil dari lubang pohon. Kantong larva berukuran lebih kecil daripada sel larva lebah Apis cerana.
 

Powered by WishList Member - Membership Software