Ekshibisi Tiada Henti

Filed in Buah by on 11/03/2015
Buah-buahan menjadi salah satu produk unggulan pada gelaran Agrinex Expo

Buah-buahan menjadi salah satu produk unggulan pada gelaran Agrinex Expo

Pesta pertanian Nusantara.

Namanya memang asing bagi sebagian besar orang, kelubi. Ada yang menyebut asam paya. Buah langka itu masam menyegarkan. Nama ilmiahnya mentereng Eleiodoxa conferta pinajaman dari bahasa Yunani: Eleiodoxa terdiri atas dua kata, masing-masing bermakna air dan kejayaan, nama spesies conferta berarti padat. Begitu hadir di ekshibisi Agrinex, kelubi bagai magnet yang menarik perhatian pengunjung.

Pameran Agrinex acap kali menampilkan komoditas langka seperti gayam Inocarpus edulis, pampaken Durio kutejensis, kawista Limonia aciddisima, dan salak kerikil. Masyarakat menjadi mafhum, begitu banyak komoditas unggulan yang populasinya kian langka. Itu salah satu cara membangunkan minat generasi muda untuk menggeluti dunia agribisnis.

 Ir Rifda Ammarina (berkerudung krem) mendamping Wakil Presiden Boediono pada pembukaan Agrinex Expo perdana

Ir Rifda Ammarina (berkerudung krem) mendamping Wakil Presiden Boediono pada pembukaan Agrinex Expo perdana

Pertemuan terpadu
Pameran nasional itu rutin bergulir sejak 2007 berkat upaya keras Ir Rifda Ammarina. Alumnus Institut Pertanian Bogor itu menggagas konsep perhelatan akbar bagi dunia pertanian. Terobosan itu tergolong nekat sebab pelaku agribisnis di tanahair cenderung merosot. Apalagi generasi muda yang tidak memihak dunia pertanian turut mengundang keprihatinan.

Beruntung, Rifda mendapat uluran tangan dari Asep Saefudin, wakil rektor Institut Pertanian Bogor, yang mau bekerja sama untuk mewujudkan sebuah pesta bertema teknologi dan tren di jagad pertanian Nusantara. Rifda dan Asep menggandeng berbagai pihak seperti Ikatan Perancang Bunga Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Dekopin, Kementerian Pertanian, dan Performax, dengan dukungan sponsor utama Sampoerna Agro.

Buah kelubi semakin langka dan menyedot perhatian pengunjung pameran Agrinex

Buah kelubi semakin langka dan menyedot perhatian pengunjung pameran Agrinex

Agrinex Expo perdana berlangsung pada Maret 2007. Kala itu panita menggagas tema One Stop Shopping for Agribusiness yang menampilan rangkaian konferensi, simposium, dan pameran. Acara perdana itu mendapat sambutan hangat dari pemerintah, akademisi, pengusaha, petani, dan penyelenggara bisnis lainnya. Agrinex Expo menjadi zona pertemuan para pelaku usaha, penelitian, dan pengembangan, program tanggung jawab sosial perusahaan, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.

Bagi pembeli, pedagang, dan investor Agrinex Expo menjadi sarana untuk mendapatkan mitra dan inspirasi bisnis. Sementara itu, pelaku nonbisnis seperti mahasiswa, pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya mendapat ilmu dan rujukan mengenai perkembangan agribisnis Indonesia.

Beragam
Sejak itu, Agrinex Expo menjadi hajatan tahunan yang paling dinanti oleh pelaku usaha pertanian. “Kami mengangkat tema yang berbeda mengenai isu pertanian yang berkembang setiap tahun,” ujar Rifda. Narasumber-narasumber terpilih seperti pengusaha muda Sandiaga S. Uno, akademisi dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Herry Suhardiyanti, birokrat, Fadel Muhammad, dan Suswono hilir-mudik membagi kisah dan pengalaman bergelut di dunia agribisnis.

Pada 2015, Agrinex Expo hadir kembali mempersembahkan tema Kedaulatan Pangan Indonesia bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Acara berlangsung pada 20—22 Maret 2015 itu menampilkan beragam talkshow seperti cara mewujudkan ketahanan pangan, sumber keuangan syariah bagi usaha kecil menengah (UKM) agribisnis, lahan penyangga desa-kota, potensi buah nusantara, ases pasar UKM untuk kedaulatan pangan, taman kota hijau, impor pangan di tengah masyarakat ekonomi Asia (MEA) dan target swasembada pangan 2017.

Warna-warni bunga menghiasi salah satu sudut arena Agrinex Expo

Warna-warni bunga menghiasi salah satu sudut arena Agrinex Expo

Selain itu, juga menyuguhkan demo produk, klaster taman hijau Nusantara, kelas agroponik dan hidroponik, kelas memasak, kontes kamboja, lomba buah Nusantara, dan jamu vaganza. Koki-koki cakap dari Hotel Sultan, Hotel Sahid, dan Hotel Sofyan kan mengambil bagian dalam kelas memasak. Sementara itu, pelaku tanaman hias akan berlomba pada kontes kamboja.

Rifda menuturkan dukungan media cetak dan elektronik berperan penting dalam menyuarakan acara. Pada 2015, Agrinex Expo merangkul 27 media partner antara lain Majalah Trubus. “Agrinex akan menjadi kanvas yang menggambarkan tren kebutuhan dunia terhadap produk agribisnis. Dengan begitu, industri agribisnis yang berorientasi pasar global lambat laun tercapai,” ujar Rifda. Itulah mimpi setiap insan agribisnis melihat Indonesia maju di sektor agribisnis dan menjadi pemain global (Andari Titisari)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software