Durian Malaysia: Musang King Bertahan di Pasar

Filed in Majalah, Topik by on 01/09/2019

Durian tupai king membuat penasaran para penggemar durian karena harga jualnya hampir setara musang king.

 

Di Malaysia bermunculan nama-nama durian baru yang belum tersertifikasi. Perlu waktu lama untuk menemukan durian “pengganti” musang king.

Ciri khas buah tupai king cenderung lonjong dan berbelimbing.

Pow Chiok Kun Gan menurunkan 8 durian dalam sebuah keranjang dari mobilnya. “Ini durian tupai king,” kata asisten pemilik kedai durian Leow Cheok Kiang itu. Nama durian tupai king saat ini menjadi buah bibir di kalangan penggemar. Rasa tupai king tak kalah lezat dibandingkan dengan musang king. Bahkan beberapa kedai di Malaysia menjual buah tupai king RM50—RM80 atau setara Rp165.000—Rp264.000 per kilogram.

Harga itu menyamai musang king dan ochee. Itulah sebabnya para peserta tur durian Yayasan Durian Indonesia (YDI) sangat antusias mencicipi si raja tupai yang disodorkan Ah Pow—panggilan Pow Chiok Kun Gan. Padahal, sebelumnya para peserta puas melahap ochee dari kebun Leow Cheok Kiang yang menjadi juara kontes durian pada 2013, 2014, dan 2019. Ah Pow lalu mengambil sebuah durian dalam keranjang. Ciri khas tupai king dapat dikenali dari bentuk buahnya yang khas. Bentuk buah cenderung lonjong memanjang dan berbelimbing.

Pria berkacamata itu lalu menciumnya untuk mengecek kematangan buah. Setelah yakin buah yang terpilih matang, Ah Pow kemudian membelahnya. Begitu terbelah tampak daging buah tupai king berwarna kuning. Saat mencicipinya rasa pahit terasa lebih dominan, tapi diimbangi dengan rasa manis yang cukup sehingga tetap enak saat disantap. Tekstur daging buah tupai king lembut dan creamy yang menjadi ciri khas durian asal Malaysia.

Rasa lezat

Menurut penggemar durian asal Semarang, Jawa Tengah, Suparta Zoel dari segi rasa tupai king tergolong durian enak. Sayangnya tupai king kalah unggul bila dibandingkan dengan musang king. Ukuran biji tupai king besar-besar sehingga daging buah lebih tipis. Adapun biji musang king sebagian besar kempis sehingga daging buah tetap tebal meski ukuran pongge kecil. Bentuk buah yang cenderung lonjong memanjang dan berbelimbing membuat ukuran juring lebih ramping.

Kapri banyak disukai penggemar durian bercita rasa alkoholik.



Kulit buah juga tergolong tebal. Akibatnya porsi buah yang dapat dikonsumsi menjadi lebih sedikit. “Kalau untuk tanaman koleksi, bolehlah, tapi untuk skala kebun, tetap lebih baik tanam musang king,” kata pria yang kerap berkeliling ke berbagai daerah untuk mencicipi durian itu. Menurut Ah Pow tupai king berasal dari pohon durian milik seorang politikus asal Sungaiara, Penang, Malaysia, Datuk Ismail Hasyim.

Ahli durian Malaysia, Dr. Abdul Aziz Zakaria mengatakan, “Saat ini banyak pekebun durian di Malaysia yang mencari peluang dengan memunculkan nama-nama durian baru di pasaran.
Mereka berharap nama durian baru itu dapat mengikuti jejak popularitas musang king dan ochee.”

Ah Pow berpendapat tupai king tergolong durian yang lezat. “Namun, perawatannya kurang bagus. Kalau dirawat dengan baik kualitas buah bisa lebih baik,” kata Pow.
Durian lain yang juga membuat penasaran para penggemar adalah kapri. Di media sosial beredar kabar kapri salah satu durian enak yang wajib dicicipi bila berkunjung ke Pulau Pinang. Itulah sebabnya kapri menjadi salah satu jenis yang menjadi target buruan para peserta tur durian YDI. Harapan mencicipi kapri akhirnya terwujud saat berkunjung ke kedai Great Fruit Agriculture (GFA) di Balikpulau, Pulau Pinang, Malaysia.

Pengelola GFA, Kei Kor, menyediakan durian kapri pesanan YDI. Ia lalu membuka salah satu buah. Daging buah berwarna putih. Warna daging buah seperti itu sejatinya lazim dijumpai di tanah air. Namun, di negeri jiran durian berwarna daging putih kerap dipandang sebelah mata. Maklum, selama ini yang menjadi keunggulan durian Malaysia berdaging buah mentereng, seperti kuning, kuning kunyit, krem semu jingga, hingga jingga.

Kesan serupa juga disampaikan penjelajah durian asal Amerika Serikat, Lindsay Gasik, saat menelusuri kapri. Semula ia tidak tertarik menelusuri lebih jauh tentang asal-usul kapri. Namun, ia penasaran karena pengunjung Bao Sheng Farm, kedai dan kebun durian di Pulau Pinang, banyak yang meminta kapri. Namun, kesan itu berubah saat mencicip kapri yang disodorkan Kei Kor.

Strategi pasar

Daging buah durian kapri begitu lengket dan tanpa serat sehingga agak sulit ditelan. Rasanya dominan pahit ciri khas durian alkoholik, tapi disertai rasa manis yang juga kuat sehingga tetap enak saat disantap. Rasa pahitnya panjang saat ditelan. Cita rasa itu mungkin tidak cocok untuk pemula penggemar durian yang biasanya lebih suka dominan manis. Lindsay menceritakan, kapri salah satu dari beberapa jenis durian yang berasal dari Pulau Pinang bagian selatan.

Black dragon di kedai Great Fruit Agriculture.

Pohon induk kapri tumbuh di kebun milik Lee Hai Chan, pemilik perusahaan konstruksi, di daerah Sungai Batu, Bayan Lepas, Pulau Pinang. Saat Chan membeli lahan itu pada 1940, pohon kapri sudah ada di sana. Pohon kapri sudah tua dengan tinggi hingga 40 meter dan lingkar batang dua pelukan orang dewasa. Sayangnya, pada 1960 pohon induk itu mati setelah terkena badai.

Kacang hijau, daging buahnya lembut seperti es krim.

Beruntung seorang penjual durian yang pernah bekerja pada Hai Chan, Voon Kee Yong, mengumpulkan beberapa entres beberapa pekan sebelum pohon induk mati. Ia menggunakan entres itu untuk memperbanyak kapri. Pada 1969, Goh Ah Ba membeli lahan di dekat kebun milik Chan dan turut menanam kapri. Kini sebagian besar pasokan kapri berasal dari kebun Goh dan Voon.

Sayangnya, Kementerian Pertanian Malaysia tidak merekomendasikan kapri untuk dikebunkan secara komersial karena warna daging buahnya yang putih. Meski demikian, kapri memiliki pasar sendiri, terutama para penggemar durian bercita rasa alkohol tinggi. Menurut Dr. Abdul Aziz Zakaria, saat ini banyak pekebun durian di Malaysia yang mencari peluang dengan memunculkan nama-nama durian baru di pasaran.

Mereka berharap nama durian baru itu dapat mengikuti jejak popularitas musang king dan ochee. Di Malaysia, nama-nama jenis durian baru itu mudah dikenali karena belum memiliki nomor pendaftaran varietas. Nomor pendaftaran untuk varietas durian biasanya diawali dengan huruf D. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Malaysia, nomor pendaftaran varietas durian terakhir yang terdaftar adalah D205 yang bernama durian lipur asal Batupahat, Johor, Malaysia.



Ikan mas, di kedai milik Chong Fook Choon.

Contohnya di kedai GFA. Selain jenis-jenis durian yang sudah tersertifikasi, seperti musang king (D197), ochee (D200), dan ang he atau udang merah (D175). Kei Kor juga menawarkan jenis-jenis durian “baru” yang belum tersertifikasi. Selain kapri, Kei Kor juga menyodorkan durian bernama black dragon. Bentuk buah black dragon cenderung bulat penuh. Biasanya bentuk buah seperti itu berjuring banyak sehingga porsi buah yang dapat dikonsumsi lebih tinggi.

Kei Kor lalu membuka salah satu buah. Ternyata daging buah black dragon tak kalah istimewa. Warna daging buah kuning semu jingga. Bagian dalam buah berjuring penuh. Dalam satu juring rata-rata terdapat 4 pongge. Saat dicicip tekstur daging buah juga tak kalah lengket. Namun, dari segi rasa dominan manis sehingga cocok juga bagi para penikmat durian manis. Sebagian besar biji juga berbentuk utuh.

Yang terakhir, Kei kor juga menyuguhkan sebuah durian berukuran mungil. Bobot buah berkisar 1,5—2 kg. Ia menyebutnya durian kacang hijau. Saat dibuka tampak daging buah berwarna krem. Begitu dicicip daging buah terasa sangat lembut seperti es krim dengan citarasa dan aroma seperti susu. Rasanya dominan manis dengan rasa pahit sangat tipis sehingga cocok juga untuk penikmat durian pemula.

Yellow dragon, di kedai milik Chong Fook Choon.

Mirip jenis unggul

Ketua Yayasan Durian Indonesia (YDI), Adi Gunadi, pernah mencoba durian yang belum tersertifikasi. Salah satu yang ia rekomendasikan adalah ikan mas. Itulah sebabnya pada tur durian YDI pada 27—30 Juli 2019, ikan mas juga menjadi salah satu durian buruan. Para peserta tur mencicipi ikan mas saat berkunjung ke Kedai 168 milik Chong Fook Choon yang juga berlokasi di Balikpulau. Penampilan daging buah ikan mas juga tergolong istimewa. Daging buahnya berwarna kuning dengan jingga lebih pekat sehingga tampak mentereng.

Tekstur daging buahnya juga lembut dan creamy. Rasa ikan mas dapat diterima semua kalangan penggemar durian karena rasa dominan manis dengan pahit yang lembut. Choon juga menyuguhkan beberapa durian jenis lain yang belum tersertifikasi, yaitu yellow dragon. Daging buah naga kuning itu berwarna kuning pucat. Tekstur daging buah lazimnya durian asal Malaysia yang dominan lembut. Rasa yellow dragon juga cocok untuk lidah pemula penggemar durian karena dominan manis.

Choon juga memperkenalkan durian dragon king. Warna daging buah sang raja naga tergolong atraktif yaitu kuning semu jingga, lebih pekat daripada yellow dragon. Daging buah dragon king tergolong tipe kering karena permukaan pongge tidak terlalu tampak kerutan. Namun, begitu digigit baru terasa kelembutannya. Sama seperti yellow dragon, si raja naga juga berasa dominan manis.

Durian 916 di kedai milik Chong Fook Choon.

Di kedai-kedai durian di Malaysia beredar pula durian jenis baru yang menggunakan nomor sehingga mirip dengan kode nomor pendaftaran varietas unggul di Kementerian Pertanian Malaysia. Contohnya yang Trubus cicipi di kedai Choon. Ia menyajikan durian bernomor 916, tapi tanpa huruf D di depan nomor yang menjadi ciri khas kode pendaftaran varietas durian di Malaysia. Durian 916 itu warna daging buahnya tak kalah atraktif dibandingkan dengan musang king. Tekstur daging buahnya juga lembut dengan rasa kombinasi dominan manis dengan pahit yang sedang.

Dragon king tipe berdaging kering.

Ada juga pekebun yang memberikan nama durian dengan menambahkan huruf D di depan angka seperti durian yang telah tersertifikasi. Namun, angka di belakang huruf D bilangannya lebih besar dari nomor durian teranyar yang telah tersertifikasi. Contohnya durian yang pernah dicicipi Adi Gunadi di kedai durian di Pulau Pinang, yaitu D700 dan D701. Jika dilihat dari angkanya tidak mungkin durian itu telah tersertifikasi. Pasalnya, durian teranyar yang terdaftar di Depertemen Pertanian Malaysia baru sampai D205. Selisih bilangannya terlalu jauh, sedangkan penetapan kode pendaftaran biasanya berurutan.

Fokus musang king

Sebagian besar pekebun di Pahang dan Johor lebih fokus mengembangkan musang king untuk memenuhi permintaan impor dari Tiongkok. Berdasarkan data Kementerian Pertanian Malaysia, pada 2016 Tiongkok mengimpor 612.063 ton durian musang king senilai US$1,1 miliar. Itulah sebabnya hingga kini musang king menjadi komoditas andalan ekspor Malaysia. Kebun-kebun baru terus bermunculan.

Maklum, berkebun durian musang king menjanjikan pendapatan menggiurkan. Menurut data dari Kementerian Pertanian Malaysia, pendapatan dari berkebun durian lebih tinggi daripada komoditas lain yang selama ini juga menjadi komoditas ekspor Malaysia, seperti karet, kelapa sawit, kelapa, dan nanas (lihat tabel). Mereka menghitung potensi pendapatan itu dengan asumsi harga jual musang king RM25 atau Rp82.500
per kg.

Kedai durian di Balikpulau, Pulau Pinang, Malaysia, biasanya menjual aneka jenis durian untuk menarik minat pengunjung.



Dr. Abdul Aziz Zakaria menuturkan dari sekian banyak nama-nama durian baru yang beredar di pasaran, hingga saat ini belum ada yang bisa menggantikan keunggulan musang king. “Kalau pun ada, perlu waktu panjang untuk membuktikan keunggulannya,” tutur mantan pengajar di Univeristi Putra Malaysia (UPM) itu. Jika sudah menemukan jenis durian yang unggul dari segi rasa dan warna, langkah selanjutnya menguji multilokasi atau penanaman di berbagai tempat.

Setelah itu diamati kegenjahannya, produktivitas buah, stabilitas rasa, dan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Belum lagi menguji serapan pasar. “Musang king saja perlu waktu hingga 20 tahun hingga seperti sekarang,” kata Aziz. Jika semua sudah teruji, baru siap untuk pengembangan besar-besaran.

Adi Gunadi menuturkan, seharusnya Indonesia mengikuti jejak Malaysia dalam mengembangkan durian. Ketika menemukan durian berkarakter unggul, langkah selanjutnya adalah menguji multilokasi. Itulah yang ditempuh Yayasan Durian Indonesia usai menemukan durian baru berkarakter unggul. Contohnya beberapa jenis durian asal Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Adi dan tim menyebarkan bibit durian unggul kepada para pekebun dengan harga bibit relatif terjangkau agar pekebun di berbagai daerah tertarik menanam. Selanjutnya tim memantau cara perawatan dan mengamati hasil buahnya.

“Jadi jangan sampai setiap ada jenis durian baru yang ditemukan, bibit dijual dengan harga fantastis. Padahal, kualitas durian belum teruji stabil. Kasihan pekebunnya belum menghasilkan sudah menanggung biaya investasi bibit yang besar. Belum lagi rugi waktu karena setelah berbuah kualitas buah tidak sesuai yang diharapkan,” kata Adi. Cara seperti itu memang perlu waktu lama. “Namun, kalau tidak memulai, mau sampai kapan menunggu?” tambahnya. Semua itu harus ditempuh jika ingin durian Indonesia lebih maju. (Imam Wiguna)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software