Duo Penantang Terbaru

Filed in Buah by on 01/03/2010 0 Comments

Rambutan mubin bagai generasi terbaru rapiah. Kulit buah hijau dengan ukuran buah setara telur ayam kampung. Buahnya kering dan manis meski kematangan baru 70—80%. Daging buah tebal dan ngelotok. Beda dengan rapiah yang hanya seukuran bola bekel. Ia dilepas sebagai varietas pada 2007 dengan nama rambutan mubin karena ditemukan Mubin Usman.

Darah rapiah diduga mengalir pada rambutan mubin. Ciri rapiah yang kuat: manis saat hijau dan berpelat menurun pada rambutan mubin. Pelat ialah garis keratan yang melingkari kulit buah secara membujur. Daging buah rapiah juga ngelotok dan tebal. “Ketika itu rapiah satu-satunya rambutan hijau yang rasanya sudah manis,” kata Dr Ir Moh Reza Tirtawinata MS, pakar buah di Bogor.

Ukuran jumbo diturunkan dari cimacan, rambutan asal Jawa Barat. Silsilah itu terlacak karena Mubin Usman ingat, rambutan mubin berasal dari biji yang disemai dari cimacan pada 1987. Itulah sebabnya rambutan mubin juga mewarisi sifat cimacan yang rambutnya panjang dan rapat. Beda dengan rapiah yang rambutnya pendek dan jarang.

Keragaman genetik

Menurut Mubin tanaman asal biji semaian cimacan itu lantas diokulasi. Dua tahun berselang, tanaman okulasi itu berbuah dengan karakter berbeda dengan induk. Cimacan rasanya asam dan pahit saat buah masih hijau. Mubin lalu mencoba menyambung mata tunas rambutan mubin dengan beragam jenis batang bawah seperti si nyonya dan aceh lebak. Karakter buah rambutan mubin terbukti stabil.

Reza menduga biji cimacan yang disemai Mubin hasil perkawinan cimacan dengan rambutan rapiah secara alami. “Rambutan memiliki tingkat heterogenitas (keragaman genetik, red) yang sangat tinggi. Maka perbanyakan dari biji akan memunculkan turunan sangat beragam dengan beda karakter yang jelas,” kata Reza. Sifat itu juga dimiliki durian, mangga, dan lengkeng yang keragamannya sangat tinggi di alam.

Tingkat keragaman genetik itu berbeda dengan manggis atau duku yang rendah. Itu yang menjelaskan manggis dan duku yang diperbanyak dengan biji turunannya tak menunjukkan perbedaan yang berarti dengan induknya. Tak heran, di tanahair setiap daerah memiliki rambutan unggul. Sejak 1985—2008 tercatat 16 rambutan unggul dilepas sebagai varietas unggul nasional. Sementara keluarga rambutan di tanahair ada 16 spesies. Contohnya Nephelium cuspidatum yang rambutnya keriting, kapulasan Nephelium mutabile yang rambutnya pendek dan keras, serta untit Nephelium maingayi yang gundul tak berambut dari Kalimantan.

Penanding garuda

Nun di Bulungan, Kalimantan Timur, ada pula rambutan istimewa berukuran jumbo yang dikirim Lutfi Bansir. Namanya jarum mas karena rambutnya kekuningan. Ukurannya sebesar rambutan garuda dari Kalimantan Selatan yang dikenal besar. Diameter buah 4 cm. Rambutan jumbo lain ialah arialaka dari Cianjur, Jawa Barat, dengan diameter sama.

Menurut Lutfi meski sama-sama dari Kalimantan, jarum mas berbeda dengan garuda. “Pada garuda tak ada fase buah warna kuning,” katanya. Artinya dalam proses pematangan, kulit buah yang hijau langsung berubah jingga lalu merah. Sebaliknya rambutan asal Bulungan itu memiliki 3 fase perubahan warna: hijau, kuning, dan merah pada matang sempurna.

Beruntung Trubus sempat mencicip si jarum mas. Dari tampilannya, ia mirip dengan rambutan oku dari Sumatera Selatan. Buah berdiameter 4 cm itu berambut tipis dan panjang. Tebal daging buah 1 cm. Begitu digigit, gigi terbenam dalam daging buahnya yang tebal dan kering. Rasanya manis-asam, menyegarkan. Sama dengan rambutan mubin, jarum mas asal Kinabalu, Malaysia, itu jadi kebanggaan Lutfi yang diincar para mania rambutan. (Nesia Artdiyasa)

Keterangan Foto

  1. Rambutan mubin, ukuran buah besar dan manis meski kulit buah masih hijau. Ia disebut-sebut generasi terbaru rapiah
  2. Rambutan jarum mas, ukurannya jumbo menandingi rambutan garuda. Diameter buah 4 cm
  3. Keragaman genetik rambutan sangat tinggi. Buahnya bervariasi dari yang berukuran besar sampai mini. Contoh yang berukuran mini ialah si lengkeng yang nyaris tak berbiji. Ditemui Trubus di kebun hobiis di Jakarta Selatan dan di kebun Mubin Usman
  4. Nephelium cuspidatum, spesies keluarga rambutan berambut keriting asal Kalimantan

Foto-foto: Nesia Artdiyasa

 

Powered by WishList Member - Membership Software