Dua Sisi Jakaranda

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 25/11/2019

Jakaranda setinggi 10 m di Taman New Farm, Brisbane.

 

Ketika kota bertabur bunga ungu jakaranda. Ada yang panik, banyak juga yang gembira.

Bunga berwarna ungu pucat berukuran 5 cm.

Wichitra Yasa ingat persis mengikuti festival Toowoomba pada September-Oktober. Saat itu pada 2008—2010 ia menjadi mahasiswa Queensland University, Brisbane, Australia. “Toowoomba diselenggarakan pas bunga jakaranda mekar,” kata Wichitra yang mengunjungi rumah-rumah mengikuti tur taman dan taman penuh bunga jakaranda.

“Mekarnya jakaranda menandakan musim ujian dimulai,” ujar doktor Komunikasi alumnus Intitut Pertanian Bogor itu. Pantas masyarakat setempat juga menyebut jakaranda sebagai pohon ujian. Julukan itu merujuk pada periode mekar yang bersamaan dengan waktu ujian bagi mahasiswa di Queensland. Warga setempat juga menyebutnya sebagai purple panic lantaran banyak pelajar yang sedang panik menyelesaikan tugas akhir dan bersiap menghadapi ujian.

Festival

Warga Australia menyambut Oktober dengan gembira. Pada bulan itu pula wartawan Trubus panorama elok jakaranda di ebrbagai sudut kota. Berbagai acara diselenggarakan untuk menikmati keindahan jakaranda mekar. University of Queensland mengadakan Blossom Festival di kampus St. Lucia setiap tahun untuk menikmati keindahannya.

Suasana Kota Brisbane saat festival Toowoomba.

Pada 2019 festival berlangsung pada 17—27 Oktober 2019. Di Kota Grafton, Australia, ada Festival Jakaranda yang diadakan sejak 1934. Warga Grafton dan sekitarnya mengikuti festival pada 25 Oktober—3 November 2019. Terdapat setidaknya 2.000 pohon jakaranda di Grafton.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-layout-key=”-er+o+l-go+rw”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”3417295201″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Beragam Jajaran pohon Jacaranda mimosifolia setinggi 10 mdi tepi jalanan kota Brisbane, Negara Bagian Queensland, Australia itu, bagai memiliki daya magis. Pohon setinggi 3 m itu penuhi dompolan bunga cantik berkelir ungu muda. Uniknya hampir tak ada daun yang melekat pada tajuk. Daunnya lonjong persis daun lamtoro Leucaena leucocephala tapi meruncing di bagian ujung. Ukurannya kecil hingga mudah terbang terbawa angin musim semi. Sembari menyusuri Sungai Brisbane yang jernih, warna ungu jakaranda terlihat kontras dengan gedung pencakar langit. Deretan pohon berbaris rapi di tepian sungai memamerkan kemolekannya.

Jajaran jakaranda di tepian Sungai Brisbane.

Dua bulan

Salah satu taman di Brisbane, Taman New Farm, menyuguhkan pemandangan pohon berbunga ungu itu di sekeliling area utama. Pengunjung dapat menikmatinya sembari membakar daging bersama keluarga dan rekan-rekan. “Kami biasanya mengadakan pesta barbekyu di bawah pohon jakaranda. Ada meja lengkap dengan peralatan memanggang yang bisa digunakan secara gratis,” kata Steven Poh. Steven berasal dari Malaysia dan menjadi warga Australia pada 2005.

Benih bonsai jakaranda dijual seharga Rp100.000.

Tanaman anggota famili Bignoniaceae itu menjadi bagian dari lanskap kota-kota besar lain seperti Sydney, Melbourne, Adelaide, Perth, dan Cairns di ujung utara Benua Australia. Di Sydney, New South Wales, jakaranda mekar pada pertengahan Oktober dan mencapai puncaknya pada pertengahan November. Musim semi di Australia berlangsung pada September—November.

Bunga jakaranda hanya bertahan dua bulan yakni Oktober—November. Setelah itu, bunga berwarna mirip lavender itu berguguran dan tajuknya mulai menghijau kembali. Menurut rilis Sydney Living Museum, tanaman berjuluk pohon impian itu berasal dari Amerika Selatan, tepatnya Brazil. Sumber lain menyebutkan jakaranda asli dari Bolivia dan Argentina.

Pohon ditanam di sebuah taman warga Sydney pada 1850. Jakaranda ditanam di Brisbane City Botanic Gardens sejak 1870. Berselang 20 tahun kemudian ketika populasi penduduk mulai meningkat, mereka menanam jakaranda di seluruh pelosok kota. Penyebaran pohon subtropis itu meliputi Amerika Utara, Eropa, dan Afrika. Penyebaran di Amerika Serikat meliputi California, Arizona, Texas, dan Florida.

Perbanyakan jakaranda antara lain dengan biji.

Jakaranda mampu bertahan hingga suhu -7°C. Tingginya bisa mencapai 20 m. Bunga berukuran 5 cm panjang yang berkumpul membentuk malai mencapai 30 cm. Edward Gilman dan Dennis Watson dari University of Florida menyebutkan adanya kultivar bunga putih berjuluk alba. Bunga alba mekar lebih lama tapi jarang berbunga. Menurut Edward dan Dennis, jakaranda cocok untuk mempercantik jalanan kota lantaran mampu menciptakan pemandangan spektakuler saat bunga mekar. Perbanyakan bisa dengan setek, okulasi, atau biji.

Banyak toko retail dan nurseri menjual bibit jakaranda, di antaranya Bunnings Warehouse, Brookfield Gardens, dan Plant Factory Outlet. Brookfiled Gardens membanderol bibit ukuran 1,75 m seharga 39,95 AUD atau Rp385.000. Bibit ukuran 2 m dan sedang berbunga di Plant Factory Outlet harganya mencapai 69 AUD setara Rp664.000. Bunnings juga menyediakan benih bonsai jakaranda beserta pot, media tanam, dan instruksi tanam. Harganya sekitar Rp100.000. (Sinta Herian Pawestri)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software