Dua Gelar dari Tumasik

Filed in Laporan khusus by on 03/07/2013
Maskoki peraih gelar grand champion dari Indonesia

Maskoki peraih gelar grand champion dari Indonesia

Oranda milik Hendrik Nursalim menjaga pamor maskoki Indonesia di pentas Aquarama 2013

Senyum sukacita terpancar di wajah Dr Maman Hermawan MSc, direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di anjungan Indonesia pada Aquarama 2013 di Singapura. “Kita bangga bisa mempertahankan gelar grand champion maskoki,” katanya sambil memegang piala GC maskoki. Piala kebanggaan itu lantas dipajang di samping gerbang masuk anjungan Indonesia.

Gelar pertama Indonesia di ajang Aquarama pertama kali direbut oleh oranda kaliko milik Umardani Triharja dari Tangerang, Provinsi Banten, pada Aquarama 2011. Saat itu 5 juri internasional sepakat menabalkan maskoki berumur 1,5 tahun yang baru pertama kali mencicipi kontes itu sebagai terunggul dari sekitar 200-an maskoki.

Kejayaan merah-putih terus berlanjut melalui kemenangan oranda milik Hendrik Nursalim dari Jakarta pada Aquarama 2013. Menurut Patrick Tan Kee Beng, juri dari Malaysia, warna oranda itu unik. “Kombinasi warnanya hitam, jingga, dan putih jarang,” katanya. Secara keseluruhan oranda sepanjang 25 cm hasil tangkaran Limas Farm dari Tangerang, Provinsi Banten itu berpostur ideal. “Kepala, tubuh, dan ekornya seimbang,” kata Hendrik yang membeli oranda itu Rp8-juta pada Januari 2013.

Menurun

Dari kiri: Hermanus Haryanto (juri Aquarama), Dr MamanHermawan MSc, dan Heryanto Kosasih (ketua umum IPPAE)

Dari kiri: Hermanus Haryanto (juri Aquarama), Dr Maman
Hermawan MSc, dan Heryanto Kosasih (ketua umum IPPAE)

Sukses mempertahankan supremasi juga dilakukan Michael Capot dari Filipina. Pada Aquarama 2011 diskus snakeskin dari penangkar diskus di Metro, Manila, itu yang memboyong gelar GC. Kini giliran diskus red melon yang mempertahankan nama besar Michael Capot. “Warna merahnya solid dan bersih,” ujar Kuan Kuo Yun, juri dari Taiwan. Lebih jauh rekan baik Trubus sejak Aquarama 2001 itu menjelaskan batas warna merah di tubuh dan di wajah diskus itu tegas. “Itu nilai tambah lainnya,” kata Kuan.

Di kategori cupang, gelar GC jatuh kepada ikan koleksi Lee Jit Mee dari Tumasik atau Singapura, tapi wakil dari Indonesia dapat merebut satu dari empat champion category yang dilombakan melalui kemenangan koleksi Irvan Lesmana dari Jakarta di champion category 3. Jumlah kemenangan itu memang menurun dibandingkan perolehan saat Aquarama 2011. Saat itu sekitar 4 penghobi cupang tanahair seperti Daniel Indrata, Agung Setiawan, dan Betta D2 Legend, bahkan menguasai 3 besar di champion category.

Secara umum kualitas kontestan memang menurun. Hal itu diakui oleh Ling Kaing Huat dari Agrifood & Vetenary Authority of Singapore (AVA). “Ini mungkin dampak dari pemindahan lokasi ke Sands Expo dan kurangnya publikasi ke luar negeri,” ujar Ling. Pergelaran Aquarama sebelumnya berlangsung di Suntec City dan kini menjadi lokasi penyelenggaraan 8th Spesial Olimpic Singapore National Games 2013. (Dian Adijaya S)

 

Powered by WishList Member - Membership Software