Dua Dering Tahan Kering

Filed in Majalah, Sayuran by on 24/04/2020

Dering 2 toleran kekeringan, produktif, dan berbiji besar.

Kedelai baru tahan kekeringan, produktif, dan genjah. Panen pada umur 70 hari.

Ir. Suhartina, M.P. meneliti kedelai dering 2 dan dering 3 sejak 2010.

Budidaya kedelai di lahan kering menurunkan produktivitas hingga 75%. Bijinya pun tak maksimal. Polong tetap terbentuk tetapi bijinya kempis. Dampaknya petani merugi. Pemulia kedelai di Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, (Balitkabi), Ir. Suhartina, M.P. beserta anggota tim—Purwantoro, S.P., Dr. Novita Nugrahaeni, Dr. Gatut Wahyu A.S., dan Dr. Titik Sundari—berhasil menemukan varietas tahan kekeringan.

Mereka menamakan varietas unggul baru yang toleran kekeringan itu dering 2 dan dering 3. Keduanya ampuh menghadapi lingkungan yang tak biasa. Pada kondisi lahan kekeringan, produktivitas dering 2 di rata-rata 2,49 ton per hektare. Potensi hasil dering 2 mencapai 3,32 ton per hektare. Sementara dering 3 menghasilkan 2,42 ton per hektare dengan potensi hasil 2,99 ton per hektare.

Anak malabar

Produktivitas kedua varietas itu menjulang. Bandingkan dengan produktivitas rata-rata nasional yang masih 1,5 ton per hektare. Dering 2 dan dering 3 juga lebih unggul dibandingkan dengan varietas toleran kekeringan pendahulunya yaitu dering 1. Varietas yang disebut terakhir memiliki produktivtas rata-rata di lahan kekeringan 2,12 ton per hektare. Kedua varietas itu juga lebih genjah dengan umur panen 76 hari dan 70 hari setelah tanam. Sementara umur panen dering 1 mencapai 81 hari setelah tanam.

Kedelai dering 3 toleran kekeringan, produktif, dan genjah.

Dering 2 merupakan hasil persilangan Glycine max galur Arg/GCP-335 dengan varietas baluran. Kedua tetua itu unggul dalam hal produktivitas yang tinggi, berbiji besar, dan toleran kekeringan. Kelemahan galur Arg/GCP-335 polong mudah pecah. Periset “menutupi” kekurangan itu dengan varietas baluran yang berpolong relatif kuat. Dering 3 hasil persilangan dering 1 dengan malabar.

Biji dering 2 tergolong besar dengan bobot 14,8 g per 100 biji.

Dering 1 unggul pada toleran kekeringan dan berumur sedang mencapai 81 hari setelah tanam. Sementara varietas malabar berumur genjah mencapai 70 hari setelah tanam. Perkawinan kedua tetua itu menghasilkan kedelai toleran kekeringan yang produktif dan berumur genjah. Para periset menguji multilokasi di delapan area meliputi Kabupaten Ngawi, Probolinggo, Malang, Mojokerto, dan Banyuwangi semua di Provinsi Jawa Timur, serta Pati, Grobogan, dan Sragen (Provinsi Jawa Tengah).

Potensi hasil dering 3 mencapai 2,99 ton per hektar dengan umur panen 70 HST.

Produktivitas terbaik dering 2 di Kabupaten Pati mencapai 3,32 ton per hekatre. Adapun produktivitas dering 3 di Kabupaten Sragen 2,99 ton per hektare. Dua kedelai unggul baru itu terbukti toleran kekeringan. Selain produktif dan genjah, dering 2 juga berbiji besar dengan bobot 14,8 g per 100 biji. Varietas itu memiliki ukuran biji 33,3% lebih besar dibandingkan dengan varietas dering 1. Adapun ukuran biji dering 3 mencapai 13,9 g per 100 biji.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”8129520315″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Galur itu mempunyai rata-rata hasil 14,2% lebih tinggi dan ukuran biji 25,2% lebih besar daripada varietas dering 1, serta umur masak 6 hari lebih genjah dari varietas dering 1 dan 3 hari lebih genjah dari varietas grobogan. Dering 2 lebih unggul pada produktivitas dan berbiji besar dibandingkan dengan dering 3. Namun, dering 3 umur panennya lebih cepat enam hari dibandingkan dengan dering 2. (Ir. Suhartina, M.P., periset kedelai di Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software