Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec. : Juru Selamat Saat Pandemi

Filed in Majalah, Topik by on 01/12/2020

Pengajar Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec.

Imbas pandemi korona banyak sektor bisnis merugi bahkan gulung tikar. Pertumbuhan ekonomi nasional pun minus pada kuartal II dan III 2020. Pertumbuhan sektor pertanian justru positif. Beberapa produk pertanian seperti buah dan kelapa sawit malah rutin ekspor kala pandemi. Pertanian seolah penyelamat krisis ekonomi nasional imbas pandemi korona.

Kebiasaan baru, memesan bahan pangan secara daring justru menjadi peluang usaha baru bagi pelaku pertanian di tanah air. Wartawan Trubus, Muhamad Fajar Ramadhan, mewawancarai dosen Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec., mengenai tren bisnis pertanian kala pandemi dan peluang usaha agribisnis potensial pascapandemi. Berikut petikannya.

Bagaimana tren sektor pertanian saat pandemi korona?

Sektor pertanian nasional pada kuartal III-2020 tumbuh sebesar 2,15 persen. Pertumbuhan itu memiliki nilai yang sangat luar biasa, karena pada saat bersamaan sektor lainya tengah menurun. Sektor industri, perdagangan, pertambangan dan konstruksi rata-rata minus 4-5 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 terkontraksi minus 3,49 persen.

Sebelumnya, pada kuartal II-2020 tercatat minus 5,32 persen. Pertumbuhan sektor pertanian dan ekspor pertanian justru meningkat di tengah krisis ekonomi imbas pandemi korona. Itu menunjukkan bahwa sektor pertanian kembali menjadi “the savior of economy” atau penyelamat ekonomi ketika krisis.

Apa yang menjadi pemicu pertumbuhan positif sektor pertanian saat pandemi korona?

Ekspor menjadi salah satu pemicu pertumbuhan positif sektor pertanian saat pandemi. Ekspor yang tumbuh positif disebabkan laju pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia, terutama Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu mulai pulih pertumbuhan ekonominya setelah semula memberlakukan lockdown atau kuncitara untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Daya beli Tiongkok meningkat, didukung oleh perbaikan konektivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok.

Manggis salah satu komoditas buah ekspor yang digemari Tiongkok.

Jika kita cermati ekspor buah-buahan lokal ke Tiongkok naik pada September 2020. Beberapa jenis buah-buahan yang mengalami peningkatan di antaranya buah manggis yang memang sangat digemari di Tiongkok. Kemudian pisang pun juga mengalami kenaikan ekspor. Dari sektor perkebunan, contohnya kelapa sawit pun ekspornya positif selama masa pandemi Covid-19.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-layout-key=”-6t+ed+2i-1n-4w”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”9938833539″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Apa yang perlu diperhatikan pelaku pertanian di tanah air selama dan setelah pandemi?

Tren belanja daring atau online meningkat selama pandemi.

Pandemi Covid-19 sebetulnya memberikan peluang bisnis baru bagi para pelaku pertanian. Pada masa pandemi Covid-19, belanja daring untuk memenuhi kebutuhan pangan menjadi pilihan konsumen. Bisnis penghantaran daring atau e-commerce tumbuh sangat cepat. Sekolah melaksanakan metode belajar dari rumah, karyawan bekerja dari rumah, dan pemerintah pun memberlakukan larangan mudik dan pulang kampung saat Lebaran.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan aktivitas berbelanja berubah menjadi pemesanan melalui aplikasi digital. Banyak perusahaan baik yang berskala kecil, menengah, dan besar kemudian memanfaatkan jasa pengantar daring untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jasa pengantar daring itu melayani pembelian bahan makanan segar atau olahan melalui daring. Artinya pelaku bisnis pertanian dituntut paham dan bisa ambil bagian dalam bisnis penghantar daring selama dan pascapandemi.

Apa yang mesti diperhatikan jika pelaku bisnis pertanian ingin ambil bagian di bisnis pengantar daring?

Tantangan utama bisnis pengantar daring di bidang industri pertanian adalah sifat produknya yang mudah rusak atau perishable, musiman (seasonal), umur simpan pendek (short shelf-life), dan kamba (voluminous). Artinya pelaku pertanian yang ingin terjun di bidang pengantar daring harus bisa membuat manajemen rantai pasok yang baik hingga ke tangan konsumen.

Keberhasilan manajemen rantai pasok dalam sektor pertanian sangat tergantung antara lain pada pada interaksi yang kuat, efisien dan efektif antara pelaku pengantar daring dan produsen, input, transportasi, pabrik pengolahan, penyimpanan, dan logistik pengiriman. Jika elemen-elemen itu terpenuhi niscaya pelaku pertanian dan penghantar daring akan bersinergi untuk memenuhi kebutuhan pangan konsumen.***

 

Powered by WishList Member - Membership Software