Dongkrak Daya Kecambah Buah Super

Filed in Buah by on 31/12/2010 0 Comments

 

Itulah pengalaman Elfita Yunita, hobiis di Depok, Jawa Barat. Pada pertengahan 2010 ia menyemai 30 biji baobab, tetapi yang bertunas hanya tiga biji. Padahal Elfi menerapkan 3 perlakuan berbeda agar peluang berkecambah tinggi. Ia merendam setiap 10 biji dengan zat pengatur tumbuh, air panas, dan larutan EM4. Biji-biji itu lalu disemai dalam media pasir. Sayang, masing-masing teknik hanya berhasil mengecambahkan 1 biji.

Pengalaman Sugiono Budhiprawira, hobiis di Bogor, Jawa Barat, lebih menyedihkan. Pada 2005 ia gagal menyemaikan ratusan biji baobab yang didatangkan dari luar negeri. Menurut Harun Al Rasyid, pensiunan penanggung jawab Bank Biji Seksi Seleksi dan Pembibitan Kebun Raya Bogor, biji baobab memang tergolong sulit berkecambah karena dilapisi kulit yang tebal dan keras.

Di alam pun biji baobab tak mudah berkecambah meski banyak buah berjatuhan di sekitar pohon. Buah baobab yang bentuknya seperti pepaya kalifornia itu memiliki cangkang yang keras. Buah baru bisa pecah bila dipukul benda keras seperti batu. Di dalamnya biji terbungkus oleh daging buah berwarna putih kecokelatan. Kondisi itu menyulitkan biji berkecambah sehingga bibit jarang dijumpai di alam. ‘Buah yang jatuh akhirnya lapuk dimakan rayap. Biji pun tak sempat berkecambah karena ikut dimakan rayap,’ kata DKS Nugraha, hobiis di Depok.

Digunting

Di Subang, Jawa Barat, Trubus mengamati bibit hanya tumbuh di sekitar pohon yang dekat pemukiman warga. ‘Biasanya anak-anak sengaja memecahkan buah baobab untuk diambil cangkangnya sebagai mainan,’ kata Thalib, warga di sana. Sedangkan di sekitar pohon yang buahnya tidak dipecahkan, bibit sulit ditemukan.

Menurut Harun sebetulnya daya kecambah biji baobab bisa didongkrak hingga 100%. Caranya dengan menggunting salah satu sudut biji. ‘Gunting sampai terlihat bagian kecokelatan di dalam biji. Hati-hati jangan sampai mengenai lapisan lembaga atau kotiledon,’ kata kelahiran Cirebon 21 Agustus 1954 itu. Dengan cara itu embrio mudah memecah kulit biji yang menghalanginya berkecambah. Harun lalu menyemai biji dalam media pasir.

‘Pasir bersifat porous dan tak mudah memadat,’ kata Harun. Jika media padat perakaran baobab tidak berkembang dengan baik. Dengan teknik itu, ‘Selang 1 – 2 pekan pascasemai seluruh biji dijamin berkecambah. Itu ditandai dengan munculnya tonjolan tunas,’ ujar Harun.

Setelah tunas berukuran 20 cm, Harun memindahkan bibit ke polibag bermedia campuran pasir, kompos, tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan seimbang. Untuk tumbuh optimal, kerabat randu Ceiba petandra itu butuh sinar matahari yang banyak. Makanya Harun meletakkan bibit di dak rumah. Sementara di kebun ia menaruh bibit di tengah lapangan yang tidak ternaungi pepohonan. Di kebunnya di Ciapus, Bogor, Trubus melihat 20-an bibit baobab tumbuh subur dalam pot. Diameter batangnya antara 15 – 30 cm dengan tinggi sekitar 50 – 200 cm.

Rendam 72 jam

Teknik ala Harun itu mirip dengan teknik yang tertulis dalam buku Baobab, Field Manual for Extension Workers and Farmers yang dirilis oleh International Centre for Underutilised Crops (ICUC), Universitas Southampton, Inggris. Para peneliti di ICUC menyebut pengguntingan biji yang dibarengi dengan perendaman benih dalam air dingin selama 72 jam akan mempercepat perkecambahan menjadi 4 – 6 hari. Selain itu perendaman benih dalam air mendidih selama 5 – 7 menit juga dapat mempercepat tumbuhnya kecambah.

Menurut Yanto, hobiis tanaman langka di Bogor, Jawa Barat, peluang baobab berkecambah juga tinggi pada media semai yang lembap. ‘Media harus dijaga kelembapannya sehingga kulit biji baobab yang keras perlahan melunak. Dengan begitu sekitar 2 – 3 pekan biji bisa berkecambah,’ kata Yanto yang setiap sore rutin menyiram semaian baobabnya. Dengan teknik pembibitan yang tepat, perbanyakan si buah super pun jadi mudah. (Ari Chaidir/Peliput: Evy Syariefa)

 

Powered by WishList Member - Membership Software