Dominasi Belang

Filed in Tanaman hias by on 01/04/2013 0 Comments

S. cylindrika var BoncelPada kontes sansevieria di Wonosobo, Jawa Tengah, kelas hibrida dan variegata paling ramai peserta.

Sansevieria ‘lady champ’ koleksi H Sohifin, pehobi dari Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, sukses merebut juara pada kontes sansevieria pada Maret 2013. Lady champ menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan nilai tertinggi yakni 332 poin. Pada kontes yang digelar di Gedung Sasana Adipura Kencana, Kabupaten Wonosobo, itu lady champ bersaing ketat dengan sansevieria ‘boncel’ koleksi Alam Pesona Nganjuk yang meraih nilai 331.

 

Royal crown, juara round leaf tunggal utamaMenurut juri kontes, Willy Purnawanto, lady champ layak menjadi juara karena sangat kompak. Anakannya yang sehat terlihat padat, tetapi tersusun rapi. Pada Januari 2013, lady champ juga menjadi jawara di kelas round leaf majemuk utama pada kontes sansevieria di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP). Si boncel sejatinya tak kalah menarik. Daun-daunnya yang berbentuk kipas itu tampak  bernas. Namun, jumlah anakan masih sedikit sehingga kalah dalam penampilan keseluruhan.

Merata

Persaingan yang tak kalah sengit juga terjadi di kelas variegata. Pada kelas itu Sansevieria arborescens—ada juga yang menyebutnya S. dumetescens—variegata koleksi Akiong dari Jakarta bersaing ketat dengan sansevieria variegata koleksi Oma Lien yang juga dari ibukota. Selisih nilai keduanya hanya terpaut satu angka. Dalam persaingan itu lidah mertua koleksi Akiong akhirnya meraih juara.

Keunggulan sang juara dalam hal penampilan. Daunnya sangat cemerlang karena persentase variegata lebih banyak daripada yang hijau dan warnanya kuning cerah. Kontes yang diselenggarakan Pecinta Sansevieria Wonosobo itu menjadi ajang unjuk gigi para kolektor sansevieria hibirida lokal. Pada kelas di bawah ukuran 25 cm diikuti 42 peserta. Sementara kelas di atas ukuran 25 cm diikuti 17 peserta. “Meski diikuti  peserta pemula, tetapi kualitasnya sangat bagus dan merata,” ujar Ahmad Irfan, juri kontes.

Sansevieria silangan koleksi Eko Purwanto dari Kediri, Jawa Timur, akhirnya memenangkan pertarungan sengit di kelas di bawah 25 cm. Hasil silangan  antara sansevieria “tom grumbley” dan S. downsii berhasil menyisihkan sansevieria hibrida koleksi Tangerang Sansevieria Club (TSC) dengan selisih 6 poin.

Kualitas yang merata di kelas hibrida lokal tunggal di atas 25 cm membuat selisih nilai di peringkat tiga teratas tipis. Pada kelas itu sansevieria koleksi Kayana dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, lebih unggul daripada koleksi Arif Koji asal Surakarta, Jawa Tengah, yang akhirnya menjadi juara kedua.

Pada beberapa kelas jawara lawas masih mendominasi. Contohnya di kelas round reaf tunggal utama. Sansevieria ‘royal crown’ koleksi H Sohifin kembali menjadi juara setelah sebelumnya menjadi yang terbaik di TAIP pada Januari 2013. “Karakter sansevieria juara itu meliuk seperti spiral. Namun, karena perawatan bagus sehingga daun-daunnya tersusun amat rapi,” tutur ketua dewan juri, Willy Purnawanto.

Selain itu, ukuran daun harmonis, dari bawah ke atas semakin panjang dan lebih tebal. Kesehatan pun sangat prima. Hampir tidak ditemukan daun cacat akibat serangan penyakit. Di kelas itu ia tidak mendapat persaingan berarti dari juara 2 dan 3. Kompetisi yang juga menjadi ajang reuni bagi para pecinta sansevieria itu diikuti 219  peserta yang dibagi dalam 17 kelas utama dan madya. Penggemar sansevieria itu datang dari berbagai daerah seperti Medan, Provinsi Sumatera Utara, Malang, Kediri, Madiun, Nganjuk—semua di Provinsi Jawa Timur, Pati, Solo, Klaten, Magelang, Temanggung, (Jawa Tengah), dan Yogyakarta. (Syah Angkasa)

 

Powered by WishList Member - Membership Software