Ditengah Pandemi Covid 19 Bangka Tengah Siap Suplai Beras Merah Inpari 24

Filed in Peristiwa by on 16/04/2020

Periode Maret-April merupakan masa panen raya padi hampir di keseluruhan wilayah di Bangka Belitung. Termasuk halnya di Desa Namang dan Belilik di Kabupaten Bangka Tengah. Walaupun bukan sebagai sentra utama padi sawah, namun semangat petani untuk tetap berproduksi patut diapresiasi, terlebih ditengah pandemi Covid 19 mereka mampu menghasilkan beras merah yang tentunya memiliki keunggulan dan nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Sebagaimana diberitakan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat ganda. Apalagi, sektor ini berperan vital sebagai lokomotif pendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Adanya pandemi Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” katanya.

Pada kesempatan terpisah melalui video conference, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Jufry juga terus menekankan pada seluruh jajaran unit kerjanya baik di pusat maupun di daerah untuk terus mengawal dan mendampingi petani dengan inovasi pertanian agar produksi pertanian tetap terjaga. Namun tentunya dengan tetap waspada dan mengedepankan protokol pencegahan Covid 19″, imbuhnya. BPTP Babel sebagai UPT Balitbangtan tetap terus mendampingi dan mengawal produksi pangan dan hortikultura di Bangka Tengah, terlebih dengan adanya Kostratani sistem pendampingan, monitoring dan pelaporan akan terkoordinasi lebih baik meskipun ditengah pandemi Covid 19, ungkap Kepala BPTP Babel, Suharyanto.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Edhi Romdoni mengungkapkan bahwa saat ini luas lahan pangan dan hortikultura berkelanjutan di Bangka Tengah mencapai 599,88 ha dengan luas lahan cadangan pangan pertanian berkelanjutan seluas 91,25 ha sebagai mana telah ditetapkan oleh Perda Kabupaten Bangka Tengah No 5 Tahun 2019. Salah satu lokasinya ada di Desa Namang seluas 53 ha.

Mendengar Desa Namang, identik dengan madu dan jamur Pelawan yang memiliki nilai ekonomis, namun juga menyimpan potensi sebagai sentra produksi beras merah, yang telah menjadi icon desa Namang, papar Edhi. Saat ini para petani sedang memanen beras merah dengan menggunakan VUB Balitbangtan Inpari 24, dan alhamdulillah produktivitasnya mencapai 10,88 t/ha GKP. Edi juga menambahkan bahwa, beras merah Inpari 24, selain produktivitasnya tinggi juga memiliki tekstur pulen sehingga lebih disukai masyarakat di Babel. Bahkan saat ini para petani telah menerapkan pertanaman dua kali setahun /IP 200. Tentunya ini juga berkat pendampingan PPL dan juga BPTP Babel di lapangan yang telah lama terjalin baik.

Koordinator BPP Namang, Ari Kurniawan saat dihubungi juga mengatakan bahwa pihaknya beserta jajarannya PPL akan tetap terus mensupport dan mendampingi terus petani di lapangan guna menjaga produksi pangan di wilayahnya. Bahkan pihaknya juga tetap mensosialisasikan pencegahan Covid 19 pada petani saat di lapangan tentunya dengan tetap menjaga kewaspadaaan.

Mudir, salah seorang dari anggota Gapoktan Namang Sebelukar yang beranggotakan 500 petani, saat ditemui menyatakan sangat puas dengan hasil panen yang dicapai saat ini yang mampu mencapai hampir 11 t/ha GKP dari varietas Inpari 24 beras merah. Ia bahkan telah siap kembali mengolah lahannya untuk tanam kembali pada musim berikutnya.

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software