Didik Eko Santoso : Raih Laba Domba

Filed in Muda by on 16/07/2019

Menggemukkan domba, memasarkan, dan memperoleh laba bersih belasan juta rupiah per bulan.

Didik Eko Santoso menggemukkan domba sejak 2009.

Didik Eko Santoso sangat menikmati pekerjaan sebagai peternak domba karena tidak terikat waktu sekaligus memiliki jejaring peternak tingkat nasional. Peternak sejak 2009 itu mengantongi laba bersih Rp10 juta—Rp12 juta per bulan. Laba itu 6 kali lipat dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya sebagai kepala gudang suku cadang alat berat di tambang batubara di Kalimantan. Didik membesarkan domba lokal berbobot 14—18 kg selama 3 bulan sehingga bobot akhirnya 29—33 kg per ekor.

Peternak di Tanjungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, itu menjual sekitar 90 domba ke pengepul setiap 3 bulan. Harga seekor domba rata-rata Rp1,3 juta. Kapasitas ketiga kandang mencapai 250 ekor. Ia memasok warung penyedia satai, penyedia akikah, dan penyalur hewan kurban.

Menjalin kemitraan

Sejak medio 2018 Didik juga memasok domba untuk tujuan ekspor kepada PT Inkopmar Cahaya Buana. Perusahaan asal Jakarta itu juga menggandeng Didik untuk memasok domba ekspor pada 2019. Pria 31 tahun itu memasok rata-rata 250 ekor per siklus atau setahun. Eksportir menghendaki domba sehat, berbobot minimal 25 kg, dan jantan.Kerja nyata Didik dalam pengembangan domba di Jember diakui masyarakat.

Buktinya para peternak memilih Didik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Jember periode 2018—2023. Keberhasilan beternak domba pun tidak membuat Didik berpuas diri. Ia berharap memiliki kandang berkapasitas 1.000 domba sehingga pemberdayaan masyarakat lebih baik. Ia juga berharap memiliki usaha peternakan dari hulu hingga hilir pada 2020.

Tren penggemukan domba meningkat sejak adanya kemitraan dan ekspor.

“Pengembangan bisnis peternakan luas. Tidak hanya pada daging, tapi juga pupuk, kuliner, eduwisata, dan cendera mata,” kata anak ketiga dari lima bersaudara itu. Ia salah satu pelopor sistem kemitraan peternak penggemukan domba di Jember. Sebelumnya masyarakat menggemukkan domba secara tradisional memanfaatkan pakan berupa hijauan yang tersedia hampir sepanjang tahun.

Pakan racikan CV Santosindo Multi Farm berkadar minimal 14% protein dan 68% energi.

Peternak mitra Didik mencapai 30 orang yang tersebar di berbagai kecamatan di Jember. Mereka mengelola total 700 domba. Para peternak mitra itu membeli pakan melalui Didik. Ia mampu memasarkan hingga 40 ton pakan per bulan. Itulah sumber pendapatan Didik lainnya.

Sepakat harga

Sistem kemitraan sangat bermanfaat bagi peternak karena pemasaran domba hasil penggemukan jelas. Peternak juga tidak perlu mencari hijauan karena Didik memasok pakan racikan sendiri yang diproduksi pabrik pakan dengan harga ekonomis. Harga pun sudah disepakati antara Didik dan peternak mitra. Dengan begitu peternak lebih untung dan tidak lagi dipermainkan pengepul.

Didik menghadapi tantangan dan hambatan untuk meraih sukses. Orang tua dan keluarga besar menyayangkan keputusan Didik keluar dari perusahaan pertambangan. Didik bekerja di sebuah perusahaan penambang batubara pada 2005—2009. Merasa jenuh dengan ritme kerja yang monoton dan terikat waktu, ia pun berhenti bekerja dan menjadi peternak. Sayangnya, ketika mulai beternak, banyak domba mati.

Saat itu ia pun terpikir untuk berhenti beternak domba. Orang tua Didik juga mendukung keputusan itu. “Namun saya berpikir lagi sudah terlalu jauh untuk mundur. Kemudian saya meningkatkan pengetahuan beternak domba hingga eksis seperti saat ini,” kata ayah 4 anak itu. Angan-angan beternak tanpa mengarit pun pupus.

Modal yang terbatas memaksa Didik mengarit selama 3 tahun pada 2009—2012 demi keberlangsungan hidup domba miliknya. Menurut Didik tantangan beternak domba dahulu yakni menguasai ilmu budidaya. Sementara tantangan saat ini yaitu langkanya ketersediaan bibit. Harap mafhum bisnis penggemukan domba menggeliat setelah adanya sistem kemitraan. (Riefza Vebriansyah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software