Dicari Kurma Jantan

Filed in Buah, Majalah by on 08/08/2016

Kurma jantan berumur 17 bulan berbunga.

Kurma jantan berumur 17 bulan sudah berbunga.

Kurma jantan berumur 17 bulan sudah berbunga.

Sekilas penampilan pohon kurma itu tidak istimewa. Tinggi batang hanya 60 cm, sedangkan panjang daun 100 cm. Keistimewaannya baru terlihat saat memperhatikan batang, yakni terselip tangkai bunga yang muncul dari sela-sela pelepah daun. Bunga jantan itu bercabang tiga sepanjang 10 cm. Kelopak bunga jantan itu masih menutup tanda belum matang. Sosok tanaman jantan itu menghebohkan pencinta kurma di tanah air dan mengundang komentar ahli kurma di negara lain.

Meski tanaman berbunga saat muda, kualitas bunga tetap normal.

Meski tanaman berbunga saat muda, kualitas bunga tetap normal.

Dengan keunikannya, “Bila dijual seharga Rp5-juta rupiah pasti cepat terjual,” ujar pemilik tanaman, Syaiful Ichsan. Alasannya, pohon itu sudah pasti berkelamin jantan. Pada tahun berikut, kemungkinan besar sudah berbunga kembali sehingga petani bisa mengambil serbuk sari sebagai persediaan. Pehobi kurma di Kota Bekasi, Jawa Barat, itu belum mengetahui penyebab kurma itu sangat genjah.

Pohon betina
Dari persemaian ratusan biji kurma jenis deglet noor, hanya tanaman itu yang berbunga. Adapun tanaman lain belum berbunga, meski perlakuan sama. Syaiful akan mengirim tanaman itu ke Medan, Provinsi Sumatera Utara, untuk memenuhi janjinya kepada sahabatnya, Isul Yusuf. Sahabatnya itu menanam 30-an pohon kurma betina sehingga memerlukan pejantan. Pekebun itu hanya fokus mengumpulkan kurma betina sehingga lupa menyediakan pejantan.

Menurut Syaiful meski tanaman kurma koleksinya masih muda, bunga tetap dapat membuahi kurma betina. Saat berbunga, petani dapat mengawetkan serbuk sarinya di gelas bekas air mineral, lalu menutup rapat, menyimpan di lemari pendingin. Saat akan menggunakan, tinggal mengambil dengan kuas lalu menyapukan ke bunga betina. Di kebun kurma di luar negeri, penyerbukan dengan menyemprotkan serbuk sari ke bunga betina sehingga pembuahan merata.

Letak duduk anak daun bunga betina bersilangan arah antara sisi kiri dan kanan.

Letak duduk anak daun bunga betina bersilangan arah antara sisi kiri dan kanan.

Selama ini calon petani kurma seolah berlomba untuk mendapatkan pohon kurma betina. Alasannya karena kerabat palem itu bisa berbunga dan berbuah. Bahkan, tanpa pejantan pun Phoenix dactilyfera bisa menghasilkan buah. Kasus kurma berbuah kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat pun menjadi heboh karena menyangka kurma hanya bisa berbuah di daerah gurun yang panas.

Meski kurma dapat berbuah di Indonesia, buah yang dihasilkan tergolong kualitas rendah karena buahnya kecil dan sepat. Pehobi mulai mencari pohon kurma betina sejak diperkenalkan bahwa kurma yang bisa berbuah adalah kurma yang menghasilkan anakan. Dalam 3—5 tahun setelah munculnya anakan, kurma itu akan berbuah. Adapun yang tidak memiliki anakan merupakan kurma jantan yang tidak mungkin berbuah.

Oleh karena itulah pekebun kerap mengabaikan kurma jantan. Apalagi kebutuhan kurma jantan di kebun tidak sebanyak pohon betina. Cara lain untuk membedakan kurma jantan dan betina saat pohon masih kecil ialah dari melihat letak duduk anak daun di pelepah. Seperti yang dikutip Syaiful dari ahli kurma di Amerika Serikat, arah duduk anak daun kurma betina bersilangan bersilangan antara sebelah kanan dengan daun sebelah kiri sehingga terlihat berantakan.

Tingkatkan kualitas

Bunga kurma jantan ghannami akhdar.

Bunga kurma jantan ghannami akhdar.

Meski kebutuhan pohon jantan tidak sebanyak betina, kehadirannya di kebun tetap penting. Menurut Syaiful kurma jantan berperan besar dalam meningkatkan kualitas buah. Tanpa bunga jantan, kurma betina hanya menghasilkan buah-buah berukuran kecil. Kurma memang bersifat partenokarpi—dapat berbuah meski tanpa pembuahan—sehingga tidak berbiji. Rasanya masam dan berukuran kecil.

Dengan menghadirkan kurma jantan untuk membuahi bunga betina, kualitas buah menjadi lebih baik karena lebih besar. Diduga biji kurma dalam daging buah tumbuh membesar dan mendesak daging buah sehingga ukuran buah jadi besar. “Ia berbeda dengan biji lengkeng yang semula ukuran besar, tetapi kemudian mengecil. Kalau biji kurma, semula ukurannya kecil, tetapi kemudian ikut membesar seiring membesarnya buah,” kata Syaiful.

Karena pentingnya kurma jantan, pembibit kultur jaringan seperti Datepalm Development (DPD) di Inggris juga menyediakan bibit kultur jaringan jantan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi pada dunia kurma, terjadi pula perkembangan dalam penyediaan bibit pejantan sehingga perusahaan kultur jaringan kurma itu tidak lagi menyiapkan bibit kurma jantan.

Letak duduk anak daun di pelepah kurma jantan tetap berhadapan.

Letak duduk anak daun di pelepah kurma jantan tetap berhadapan.

Dari penelitian Abdulbasit O. Ibrahim menunjukkan, kurma jantan jenis ghannami akhdar mempunyai tingkat pembuahan yang sangat tinggi mencapai 90%. Direktur Jenderal Million Datepalm Plantation di Oman itu meneliti lima kurma jantan di Irak, yakni ghannami akdhar, ghannami ahmar, khukri wardi, khukri adi, khukrismasmi. Ia meneliti berbagai hal, di antaranya kandungan auksin dan giberelin dari jenis-jenis itu.

Hasilnya varietas ghannami akhdar mengandung auksin 56,2 µg dan giberellin 37,9 µg per kg. Jenis khukrismasmi mengandung auksin dan giberellin terendah, yakni 39,6 µg dan 30,19 µg per kg. Daya tumbuh dan daya kecambah semua jenis kurma mencapai 90%. Penelitian Abdulbasit itu juga menunjukkan ghannami akhdar memiliki tingkat pembuahan paling tinggi, lebih dari 88—90%. Ia bisa diserbukkan ke semua jenis kurma betina dengan hasil 90% kompatibel. Menurut Syaiful sejak ditemukan potensi ghannami, pencarian varietas baru untuk kurma jantan mulai dihentikan karena hasilnya sangat bagus. (Syah Angkasa).

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software