Demi Idaman Para Wanita

Filed in Eksplorasi by on 01/01/2010 0 Comments

 

Bulan itu oleh para hobiis—kebanyakan perempuan—kerap diletakkan di atas meja tamu di rumah atau meja kerja di kantor. Maklum dengan sosok mini sang rembulan tidak menyita banyak tempat. Namun, penampilannya tetap mencolok.

Bayangkan saja di tangkai sepanjang 30 cm itu ada 10—12 kuntum bunga seukuran tatakan gelas aluminium dengan warna putih, kuning, merah muda, dan ungu. Setiap tanaman mengeluarkan 2 spike alias tangkai bunga sekaligus.

Penampilan nan semarak itu yang membuat para hobiis jatuh cinta. Maka jangan heran bila, “Omzet saya dari ajang pameran selama 2009, 75%-nya ya dari anggrek bulan tangkai pendek itu,” tutur Amay, pemilik nurseri Centra Anggrek di Kota Bandung, Jawa Barat.

Sejatinya phalaenopsis bertangkai pendek bukan barang baru. Duabelas tahun silam Rizal Djaafarer, penyilang di Lembang, Kabupaten Bandung, melahirkan hibrida bertangkai 25—35 cm. Panjang tangkai phalaenopsis “normal” mencapai 40 cm. Hibrida van Lembang itu berbunga tebal dengan diameter 4—7 cm dan awet hingga 4 bulan. Bunganya harum. Pantas seorang meneer Belanda kepincut memboyong 20 silangan Rizal.

Hanya saja bulan asal Lembang itu masih pelit bunga. Setiap tanaman menghasilkan 2—3 spike dengan 3—5 kuntum bunga. “Untuk mendapatkan hibrida marak bunga perlu langkah lanjutan: menyilangkan kembali dengan jenis yang berbunga banyak seperti P. amabilis,” tutur sarjana muda Pendidikan Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia itu. Proses menghasilkan bulan sesuai dengan minat pasar itu butuh waktu tambahan minimal 3 tahun. “Jadi total waktu yang dibutuhkan dari awal persilangan hingga bulan dirilis ke pasar minimal 9 tahun,” tambah Rizal.

Artinya penantian panjang untuk mendapatkan bulan silangan baru sebuah keniscayaan. Maka supaya senantiasa bisa merilis hibrida baru, Anthura BV—produsen phalaenopsis dan anthurium bunga di Rotterdam, Belanda—intensif melakukan penyilangan. Setiap tahun Anthura melakukan ribuan persilangan. Dari jumlah itu paling banyak 10 hibrida yang dirilis ke pasar. “Hanya tanaman yang kekar, berbunga banyak, warna menarik, dan tahan lama yang kami lepas,” kata Robert Kuijf, sales manager Anthura.

Pada Oktober 2009 Trubus menyaksikan kelahiran 2 di antaranya pada ajang Horti Fair, di Amsterdam, Belanda. Hibrida pertama bertangkai setinggi 25 cm, memiliki 32 kuntum sebesar tutup gelas kecil—diameter 4,5 cm, berwarna ungu dengan lidah jingga. Penampilan bulan mini berjuluk santos itu mempesona juri yang mendaulatnya sebagai salah satu calon penerima Horti Fair Innovation Award kategori horti grow and trade.

Phalaenopsis mini lain adalah pescara. Anggrek bulan berwarna kuning itu ukuran bunganya lebih besar daripada santos. Diameter petal 6 cm. Tangkainya yang setinggi 25—30 cm berbunga tipe multiflora alias tangkai bunga bercabang ke samping. Sosoknya kian kompak dalam wadah pot ukuran 12 cm.

Rizal menduga pescara mewarisi darah Phalaenopsis venosa. “Anggrek spesies itu menurunkan sifat tangkai pendek dan bunga berwarna kuning pekat,” kata Rizal. Spesies lain pewaris sifat tangkai pendek adalah parisii, doritis, dan equistris. Bedanya bunga mereka kecil dengan tipe multiflora.

Wirakusuma Silamurti, penyilang anggrek di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, punya pendapat lain. Ia menduga phalaenopsis kuning bertangkai pendek milik Anthura hasil perlakuan menggunakan zat retardan (penghambat, red) dan pengaturan suhu. Zat retardan misalnya paklobutrazol atau karbit menghambat pertumbuhan vegetatif.

Sementara suhu rendah 14—15oC memicu tangkai bunga anggrek keluar. Saat tangkai bunga mencapai tinggi yang diinginkan suhu dinaikkan menjadi 18oC sehingga bunga mekar sempurna. Di ajang pameran tahunan di negari Kincir Angin itu Trubus juga melihat dendrobium berpenampilan menarik di stan Floricultura BV. Bunga muncul di setiap ketiak daun yang tumbuh vertikal. Fancy angel ‘Good Day’ berbunga putih dengan ujung petal ungu muda dan pangkal lidah kuning. Spring dream ‘Apolon’, putih dengan pangkal lidah kuning dan comet king ‘Akatsuki’, ungu dengan lidah putih kuning.

Moling Simardjo, pemilik Sien Orchid, di Pasuruan, Jawa Timur, menduga dendrobium semarak bunga itu tergolong tipe nobile. Ciri utamanya terletak pada munculnya bunga di ketiak daun. “Jenis ini sangat diminati pasar Eropa, Jepang, dan Taiwan karena penampilannya memikat. Berbunga serempak, ukuran bunga besar, dan warnanya menarik,” ujar Moling.

Dendrobium tipe nobile pernah didatangkan dari Taiwan ke Indonesia 4 tahun silam. Sayang, ia tak berkembang lantaran susah dibungakan kembali. Jika ingin dibungakan serempak perlu rekayasa iklim agar seperti di daerah subtropis. Salah satunya, “Memiliki perbedaan suhu antara siang dan malam ekstrem, sekitar 10oC,” ujar Novianto. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Nesia Artdiyasa)

 

  1. Butuh waktu minimal 9 tahun untuk menghasilkan phalaenopsis tangkai pendek sesuai selera pasar
  2. Dendrobium spring dream ’Apolon’ , butuh kondisi seperti subtropis agar bunga serempak
  3. Ferrara, bunga berdiameter 4 cm
  4. Santos, tangkai bunga setinggi 25 cm dengan diameter bunga 4,5 cm
  5. Phalaenopsis tangkai pendek dan dendrobium tipe nobile tampil di pameran Horti Fair 2009 di Amsterdam, Belanda

Foto-foto: Rosy N Apriyanti & Koleksi Anthura BV


 

Powered by WishList Member - Membership Software