Daun Sukun Penyehat Jantung

Filed in Obat tradisional by on 30/11/2011

 

Hampir setiap hari Maria Rahayu, bukan nama sebenarnya, merasakan sesak dada. Gejala itu biasanya kambuh setiap kali pulang dari pasar. “Rasanya dada seperti tertindih batu, jantung berdebar kencang, dan ngilu hingga ke punggung,” ujar perempuan 54 tahun itu. Namun, Maria tak hirau. Bila sakitnya kambuh, ia hanya mengurut dada dengan minyak gosok untuk meringankan rasa sakit. Maria juga tak pernah menyampaikan keluhan itu kepada suami tercinta. “Saya tidak mau merepotkan,” kata ibu penjual makanan ringan itu.

Lama-kelamaan putra kedua Maria, Doni, mengetahui gejala yang kerap mendera sang bunda. “Saya sering melihat mama bolak-balik keluar kamar kalau tengah malam,” kata Doni. Gara-gara sesak napas, Maria memang kerap terjaga hingga pukul 03.00. Padahal, sebelum adzan subuh berkumandang, ia mesti bergegas ke pasar untuk belanja bahan baku penganan.

Bantal herbal

Untuk meringankan derita sang ibu, Doni membelikan sebuah bantal herbal. Beragam herbal pada bantal itu memberikan rasa hangat di leher dan punggung. Bantal itu mampu meredakan rasa sakit, tapi tak mampu menghilangkan sesak napas yang kerap mendera.

Khawatir kondisi lebih memburuk, Maria akhirnya luluh dan menuruti bujukan anaknya untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung di salah satu rumahsakit di dekat kediamannya di Jakarta Utara. Dokter menyarankan Maria melakukan treadmill untuk mengetahui aktivitas jantung. Setelah memeriksa intensif, dokter mendiagnosa Maria positif jantung koroner. Tekanan darah Maria juga tinggi, yakni mencapai 140/90 mmHg, normal 120/80 mmHg.

Menurut dokter spesialis jantung dari Rumahsakit Jantung Harapan Kita, Prof DR dr Budi Setianto SpJP (K), penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan kolesterol pada pembuluh arteri koroner sehingga menyumbat aliran darah menuju jantung alias iskemik. Akibatnya pasokan oksigen ke jantung berkurang dan kinerja otot jantung terganggu. Kondisi itu menimbulkan rasa nyeri di dada, seperti dialami Maria. Pasien juga biasanya menderita sakit kepala karena jantung yang memompa darah menuju otak terganggu.

Hingga kini jantung koroner masih menjadi momok. American Heart Association melansir bahwa di Amerika Serikat 478.000 orang meninggal dunia akibat serangan jantung setiap tahun dan 1,5-juta pasien mengalami serangan jantung.

Ahli penyakit jantung di Universitas Sumatera Utara, dr T. Bahri Anwar Djohan SpJP (K) menuturkan perempuan menopouse berisiko lebih tinggi terkena jantung koroner daripada pria. Saat berhenti haid, kadar kolesterol wanita lebih tinggi daripada pria. Biasanya pada umur 20-50 kadar kolesterol pria lebih tinggi daripada wanita.

Untuk mengatasi penyakit jantung Maria, dokter memberikan tablet yang mesti dikonsumsi 3 kali sehari. Namun, Maria kerap lalai mengonsumsi obat lantaran terlalu sibuk mengurusi usaha kuliner miliknya. Oleh karena itu rasa sakit di dada terkadang kambuh kembali. Bila kambuh ia hanya memeriksakan diri ke dokter umum.

Terbukti ilmiah

Maria berharap sembuh melalui herbal sehingga mengunjungi klinik milik herbalis Ning Hermanto di dekat kediamannya. Ning menuturkan banyak pasien yang menderita gejala seperti Maria. Mereka kerap menganggap remeh gejala itu karena menganggap akibat masuk angin. “Bila rasa sakit di dada itu disertai rasa berdebar kencang, cepat letih, pucat, dan sering pingsan, mesti waspada mungkin itu pertanda kelainan pada jantung,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, Ning memberikan ramuan berupa serbuk daun sukun yang diracik bersama herbal lain seperti tapak liman. Maria menyeduh 2 g ramuan itu dengan 150 ml air panas, lalu meminumnya 2 kali sehari. Setelah 10 hari mengonsumsi, keajaiban seakan menghampiri. “Sakit di dada tak pernah kambuh walau saya bekerja terlalu lelah. Tubuh saya juga terasa lebih segar,” katanya. Hingga saat ini, Maria belum memeriksakan diri ke dokter. Itu karena ia tak lagi merasakan sakit yang dulu kerap menghimpit dadanya. Kini ia bebas menjalani aktivitasnya tanpa gangguan.

Setali tiga uang dengan Maria, Rosa Mulyani asal Pademangan, Jakarta Utara, juga merasakan keampuhan daun sukun itu. Pada 2007, Mulyani positif mengalami gangguan jantung. Gejalanya, tubuh gampang berkeringat dingin dan lemas bila mendengar suara mengagetkan. “Mendengarkan orang tertawa terbahak-bahak saja bisa membuat kaget dan badan terasa lemas,” ujar pemilik lembaga pendidikan dan kejuruan di kawasan Jakarta Utara itu.

Kondisi Mulyani membaik setelah 2 pekan mengonsumsi daun sukun racikan Ning dua kali sehari. Perempuan yang lihai merias itu tak lemas lagi bila mendengar bunyi yang mengagetkan.“ Tubuh juga terasa lebih segar dan nyaman,” ujar Mulyani.

Keampuhan daun sukun mengatasi jantung itu bukan sekadar isapan jempol. Menurut peneliti di Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, Tjandrawati Mozef MSc, ekstrak daun sukun ampuh melindungi jantung dari iskemia akut atau berkurangnya aliran darah ke jantung akibat tumpukan kolesterol. Itu terbukti pada tikus yang memiliki kolesterol tinggi. Setelah Tjandrawati memberikan ekstrak daun sukun berdosis 150 mg/kg bobot tubuh, kadar kolesterol tikus dari yang semula 158 mg/dl anjlok menjadi 115 mg/dl. Selain itu, daun sukun juga mampu menghambat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta tikus. “Daun sukun memiliki sekitar 130 senyawa kimia. Lebih dari separuhnya merupakan golongan flavonoid yang bersifat antioksidan tinggi. Antioksidan berfaedah memperbaiki gangguan pada darah dan pembuluh darah,” ujar Tjandrawati.

Dokter sekaligus herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, menuturkan kandungan flavonoid yang cukup tinggi itu baik digunakan untuk mengembalikan fungsi sel-sel dalam tubuh. “Senyawa itu berefek mengeluarkan racun dalam tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membantu meningkatkan kerja sel dalam tubuh,” ujar pemilik klinik Evergereen itu. Hingga kini Maria dan Yani masih rutin mengonsumsi teh daun sukun. Bagi mereka sukun tak hanya menjadi sumber pangan, tapi daunnya menjadi jalan kesembuhan. (Andari Titisari)

  1. Selain buahnya yang enak di lidah, daunnya berpotensi menyehatkan jantung
  2. Bagi penderita darah rendah tapi ingin jantungnya sehat, maksimal minum dua cangkir teh daun sukun setiap hari
  3. “Tubuh terasa ringan dan segar semenjak mengonsumsi teh daun sukun. Saya pun tak lagi lemas bila mendengar sesuatu yang mengagetkan,” tutur Rosa Mulyani

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software