Makin Cinta Burung Cinta

Filed in dari redaksi by on 21/03/2018
580-H006-1

Wartawan Majalah Trubus, Riefza Vebriansyah (Kanan) bersama Waskito Nagabhirawa, penangkar burung lovebird di Jakarta Selatan.

Ahli burung asal Inggris, Prideaux John Selby, memberi nama genus Agapornis untuk burung lovebird. Selby menyematkan nama itu pada 1836 ketika usianya 48 tahun. Ornitolog itu meminjam istilah agape, dalam bahasa Yunani berarti cinta tanpa batas, dan ornis berarti burung. Bagi para penangkar, burung asal Afrika itu kini menjadi sumber pendapatan yang besar. Harap mafhum harga jual burung elok anggota famili Psittaculidae itu fantastis.

Sebagai contoh harga lovebird hijau standar saja Rp1,5 juta per ekor.  Sementara dune fallow yang bagus mencapai Rp250 juta seekor. Untuk menghasilkan burung-burung nan seronok itu para penangkar tidak membutuhkan lahan yang luas. Mereka memanfaatkan ruangan di rumahnya yang tak seberapa luas, kira-kira 16—20 meter persegi. Mereka umumnya tinggal di perkotaan. Para penangkar berlomba-lomba untuk menghasilkan lovebird dengan mutasi warna tertentu.

Redaksi Majalah Trubus menjadikan bisnis lovebird sebagai topik utama edisi Maret 2018. Sejak 2 tahun terakhir, kontes lovebird—baik kontes kecantikan maupun kicau—kian marak. Di sebuah kontes peserta mencapai 600 ekor. Bandingkan dengan kontes serupa pada 3 tahun lalu, peserta berkisar 50—60 ekor. Keruan saja untuk memperoleh laba besar itu para penangkar melampaui banyak hambatan. Sebelum majalah edisi Maret 2018 ini sampai di tangan Anda, kami lebih dahulu menyelenggarakan diskusi mengenai tren dan peluang bisnis lovebird melalui whatshapp.

Peserta diskusi mencapai 207 orang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Mereka amat antusias berdiskusi yang menghadirkan penangkar sukses dari Kota Bandung, Jawa Barat, Toni Kusnadi. Diskusi pada 14 Februari 2018 itu dimulai pada pukul  20.00. Sedianya durasi diskusi hanya sejam. Karena para peserta amat antusias maka durasi diskusi pun molor hingga 2 jam. Para peserta puas karena memperoleh pengetahuan baru. “Terima kasih diskusi semalam hebat sekali. Mohon diinfokan diskusi WA Trubus yang berikutnya. Saya minta untuk ikut lagi,” tulis Miko Harjanti, mahasiswa program doktor Institut Pertanian Bogor.

Sementara Putrayansa pada akhir diskusi menulis, “Grup yang bagus, mempunyai dedikasi untuk menjawab pertanyaan dengan baik, banyak belajar dari para master, terima kasih Majalah Trubus, Toni Kusnadi, dan semuanya.” Pembaca yang terhormat, diskusi dengan tema berbeda selalu kami helat setiap bulan. Silakan pantau media sosial kami. Kami juga mengundang para pembaca untuk kopi darat pada tanggal 25 Maret 2018. Sembari ngariung kita berdiskusi mengenai prospek menangkarkan burung cinta itu. Selamat menikmati sajian kami dan sampai berjumpa.

 

Salam,

Utami Kartika Putri

Tags: , , , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software