Dari Kulit Demi Kulit

Filed in Uncategorised by on 03/09/2012 0 Comments

Konsumsi kulit manggis dari dalam dan luar tubuh akan membuat kulit terlihat segar dan awet mudaBahkan ampas kulit manggis pun masih berfaedah menjaga penuaan dini.

 

Dr Indah Yuliasih memanfaatkan ampas kulit manggis untuk dijadikan lulurTambahan tepung bengkoang atau tepung beras pada scrub kulit manggis menambah efek menghaluskan dan memutihkan kulitBegini cara periset di Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor, Dr Indah Yuliasih MSi dan keluarga menjaga kesehatan. Ia menghaluskan 100 g kulit manggis bagian dalam yang lunak itu bersama dengan 100 ml cuka apel dan 400 ml air menggunakan blender sampai tercampur dengan baik. Air merupakan bahan berpolar satu yang kurang baik dalam mengekstrak xanthone.

“Penambahan cuka apel untuk mengganggu kepolaran air sehingga derajatnya turun dan mampu mengekstrak xanthone dengan lebih baik,” ujar Yuliasih. Kulit manggis yang telah tercampur bersama air dan cuka apel lalu ia simpan selama  24 jam dalam wadah plastik atau kaca yang tertutup. Penggunaan wadah logam tidak ia anjurkan karena dapat teroksidasi dan membentuk karat.

Sehari kemudian air dan cuka apel yang sudah mengandung xanthone akan terkumpul di bagian bawah wadah, ampas kulit manggis mengambang di atas. Yuliasih kemudian menyaring menggunakan saringan teh sehingga mendapatkan ekstrak xanthone. “Biasanya didapatkan 150 ml ekstrak,” ujar Yuliasih. Ia mengonsumsi esktrak itu secara langsung atau mencampur dengan bahan lain seperti rosela Hibiscus sabdariffa. Suami dan ketiga anak Yuliasih juga mengonsumsi ekstrak kulit manggis itu.

Manfaatkan ampas

Selain rosela, kadang-kadang Yuliasih juga menambahkan madu sebagai pemanis dan  pengawet sehingga ekstrak tahan simpan lebih lama. “Antioksidan akan dibawa melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Dengan mengonsumsi ekstrak xanthone secara rutin, maka berbagai manfaat akan diperoleh, salah satunya antiaging,” ujarnya.

Kulit manggis memang kondang memiliki antioksidan tinggi. Riset Dr Ir Raffi Paramawati dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, membuktikan kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali jeruk. Nilai oxygen radical absorbance capacity (ORAC) xanthone atau senyawa aktif dalam kulit manggis yang berperan sebagai antioksidan mencapai 17.000-20.000.

Lalu ke mana ampas yang tersisa? Pertanyaan itu juga mengusik Yuliasih. “Ampas pasti masih mengandung sisa xanthone, sayang kalau langsung dibuang,” ujar doktor alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Itulah sebabnya ia kemudian meriset ampas kulit manggis menjadi lulur tubuh, termasuk untuk melawan penuaan pada kulit tubuh. Ampas kulit manggis ia keringkan menggunakan oven bersuhu 50oC selama 24 jam atau di bawah sinar matahari selama setengah hari.

“Pengeringan tidak boleh dilakukan dengan suhu di atas 70oC karena struktur antioksidan bisa rusak,” ujarnya. Setelah kering ia menghaluskan ampas kulit manggis sehingga mencapai ukuran 100-200 mesh. “Antioksidan pada kulit manggis bersifat menyegarkan kulit,” ujar Yuliasih. Meski demikian, sebaiknya tidak mengoleskan kulit manggis langsung ke kulit karena mengandung tanin. Pengolesan langsung menyebabkan penyamakan kulit sehingga menyisakan bekas berwarna hitam.

Lulur

Untuk mengatasi efek penyamakan, Yuliasih mencampur kulit manggis dengan garam dan tepung bengkoang atau tepung beras bikinan sendiri. Untuk mendapatkan tepung beras, ia merendam beras dalam air selama 12 jam lalu menghaluskan, mengeringkan, dan terakhir mengayak. Adapun tepung bengkoang, ia peroleh dengan mengupas lalu merendam selama 12 jam, mengeringkan, lalu menghaluskan.

Yuliasih lalu mencampurkan tepung kulit manggis, garam, dan tepung bengkoang atau tepung beras. Garam berfungsi untuk menarik kulit mati. Tepung bengkoang atau tepung beras berfungsi untuk menghaluskan dan memutihkan kulit. Tepung kulit manggis menjadi bahan utama karena struktur antioksidan akan menangkap radikal bebas sehingga kulit senantiasa terlihat segar dan muda.

Untuk menggunakan lulur kulit manggis cukup mudah, campurkan bahan-bahan dengan air atau air mawar, lalu gosokkan di kulit tubuh seperti lulur. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan manfaat kulit yang lebih halus. “Penggunaan kulit manggis yang bukan dari ampas alias belum pernah diekstrak sebelumnya akan memiliki kandungan xanthone lebih tinggi,” ujar Yuliasih.

Bukan hanya Yuliasih, Valentina Indrajati herbalis di Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan ampas ekstrak kulit ratu buah untuk menghaluskan kulit. “Sari ekstrak kulit manggis diminum, sementara ampasnya digunakan untuk lulur,” ujarnya.  Sebelum mandi ia melulurkan ampas ekstrak kulit manggis pada bagian tubuh yang dikehendaki. Setelah lulur kering, ia membilas dengan air bersih.

Sebuah produsen kosmetik di Bangkok, Thailand, bahkan memanfaatkan xanthone kulit manggis sebagai bahan baku untuk pembuatan lulur wajah dan tubuh, serum wajah, sabun wajah dan tubuh, serta krim antiselulit. Semuanya berfungsi untuk mengurangi gejala penuaan pada kulit. Berbagai cara kerap digunakan terutama oleh kaum hawa supaya kulit tetap terlihat kencang dan muda.

Menurut dr Ekky M Rahardja SpGK di Rumahsakit Royal Taruma, Jakarta, penuaan terjadi karena paparan radikal bebas akibat metabolisme tubuh. Menurut dr Toni Sutono MPH di Jakarta Barat, kulit menjadi keriput lantaran gempuran radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh, termasuk sel kulit. “Apalagi sumber radikal bebas begitu akrab di sekitar kita seperti asap kendaraan bermotor dan makanan berpengawet,” ujar Toni.

Herbalis di Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur, Ir Wahyu Suprapto, berpendapat serupa. “Bahan makanan yang mengandung antioksidan mampu mengatasi masalah penuaan akibat radikal bebas,” kata Wahyu. Kulit manggis yang mengandung antioksidan tinggi berfaedah menangkal gempuran radikal bebas dan memacu regenerasi sel kulit. Jadi dari kulit manggis untuk kulit manusia. (Susirani Kusumaputri)

 

Keterangan Foto :

  1. Dr Indah Yuliasih memanfaatkan ampas kulit manggis untuk dijadikan lulur
  2. Konsumsi kulit manggis dari dalam dan luar tubuh akan membuat kulit terlihat segar dan awet muda
  3. Lulur kulit manggis mengandung antioksidan tinggi
  4. Tambahan tepung bengkoang atau tepung beras pada scrub kulit manggis menambah efek menghaluskan dan memutihkan kulit
  5. Garam mengangkat sel kulit mati sehingga antioksidan dapat bekerja lebih maksimal
 

Powered by WishList Member - Membership Software