Cupang Transparan Pemenang

Filed in Majalah, Satwa by on 12/03/2018
Cupang peraih best of show layak menang lantaran kebersihan warna dan penampilannya hampir sempurna.

Cupang peraih best of show layak menang lantaran kebersihan warna dan penampilannya hampir sempurna.

Cupang jenis plakat tanpa warna mengalahkan ikan sejenis beragam warna.

Meski berwarna terang, cupang berjenis plakat itu sukses meraih gelar best of show dan mengalahkan 559 ikan sejenis di kontes cupang internasional. Best of show gelar paling prestisius pada kontes cupang nasional dan internasional. Ikan transparan itu sukses menyedot perhatian para juri karena warnanya sangat bersih tanpa noda sedikit pun. Menurut ketua juri, Joty Atmadjadja, ikan berumur 5 bulan itu layak menang lantaran sirip mengembang sempurna, serta proporsi tubuh bagus dan simetris dari bawah ke atas.

Keunggulan lain, “Cupang itu bermental bagus karena berani membuka insangnya (mengedok) ketika melihat cupang berwarna gelap. Lazimnya cupang berwarna terang takut melawan ikan berwarna gelap,” kata pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu. Selain itu cupang milik Nani Sari Dewi Eddy Putri itu pun sangat aktif. Joty menuturkan untuk mendapatkan cupang transparan yang sangat bersih dari warna lain sangat susah. Lazimnya tercampur warna lain seperti metalik atau hitam.

Sirip yang rapi modal utama menjadi pemenang di divisi crowntail.

Sirip yang rapi modal utama menjadi pemenang di divisi crowntail.

Perawatan maksimal
Nani Sari Dewi Eddy Putri—pemilik ikan transparan—mendapatkan cupang berumur 3 bulan. Saat itu Nani yakin cupang pilihannya layak kontes dan berpotensi menjadi juara. Musababnya sirip ikan rapi dan tidak ada campuran warna lain seperti sisik dragon atau titik hitam di tubuh dan sirip. Nani mendapatkan cupang itu dari sesama penangkar cupang di Batam. “Setelah mendapatkan anakan bagus, selanjutnya merawat intensif ikan itu,” kata pehobi cupang asal Batam, Kepulauan Riau, itu.

Oleh karena itu, Nani mengganti air setiap dua pekan sekali secara total. Setiap 3 hari ia membuang kotoran dalam akuarium dan mengurangi airnya hingga tersisa 25—50%. Ia lalu menambahkan air yang disimpan selama sepekan ke dalam akuarium. Nani mengandalkan pakan hidup berupa kutu air dan jentik nyamuk sebagai pakan cupang. Ia memberikan 5—10 jentik nyamuk tergantung usia ikan.

Pemberian pakan 2—3 kali sehari. “Kalau masih kelihatan lapar saya tambahkan lagi sedikit demi sedikit,” kata perempuan yang mulai menekuni hobi cupang sejak 2012 itu. Setelah makan, sekat antara wadah dibuka agar ikan mengedok sekitar 15 menit. Dua pekan menjelang kontes perempuan kelahiran Tulungagung,16 November 1990 itu hanya memberikan jentik nyamuk. Tujuannya agar ikan lebih aktif dan berani.

Cupang giant juara unggul karena berwarna merata di setiap sirip.

Cupang giant juara unggul karena berwarna merata di setiap sirip.

Selain itu sirip juga kencang karena jentik nyamuk berkalsium tinggi. Sekat antarakuarium juga lebih sering dibuka hingga H-3 kontes. Lalu pada 3 hari menuju acara cupang tidak dipertemukan dengan ikan sejenis agar lebih garang ketika kontes. Berbekal teknik itu, 15 ikan milik Nani meraih juara di berbagai kelas pada kontes yang berlangsung di Malang, Jawa Timur, pada 19—21 Januari 2018.

Kontes bertajuk Greenland International Betta Cup 2018 itu berlangsung meriah karena dihadiri 560 cupang dari berbagai negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Bahkan ada peserta yang berasal dari Taiwan. “Dari Indonesia asal peserta dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Batam, Tangerang, Surabaya, dan Bekasi,” kata ketua panitia, Mirza Ghulam Ahmad. Para pemilik ikan antusias mengikuti kontes karena adu elok itu berkelas internasional.

Chief Executive Officer (CEO) Greenland, Gilbert Setiawan, memilih ikan terbaik yang akan dibeli Rp12 juta.

Chief Executive Officer (CEO) Greenland, Gilbert Setiawan, memilih ikan terbaik yang akan dibeli Rp12 juta.

Hadiah
Panitia mengundang 3 juri dari Indonesia serta 4 juri dari mancanegara seperti Malaysia dan Singapura. Menurut juri asal Kepulauan Riau, Jimmy Nallas, kualitas ikan peserta kontes tergolong baik. Kesehatan cupang pun tetap bagus padahal hujan ketika kontes berlangsung. Itu menunjukkan para pehobi makin pandai merawat ikan.

Para peserta terbagi menjadi 2 kelas yaitu reguler dan opsional. Kelas reguler terdiri atas 5 divisi, sedangkan kelas opsional 4 divisi. Setiap peserta kelas reguler memperebutkan juara di masing-masing divisi, sedangkan kelas opsional hanya satu juara. Setiap juara divisi meraih uang tunai Rp2 juta dan juara kelas reguler atau best of show mendapatkan Rp3 juta.

579_ 111Lalu Chief Executive Officer (CEO) Greenland, Gilbert Setiawan, memilih ikan terbaik secara subjektif dari 5 juara divisi kelas reguler plus satu ikan juara kelas opsional. “Ikan terpilih dibeli seharga Rp12 juta,” kata Mirza. Menurut Joty hadiah uang tunai yang tinggi membuat para pehobi makin bersemangat untuk mengikuti kontes. Dampaknya dunia cupang di Indonesia semakin berkembang. (Bondan Setyawan)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software