Cinta dan Bahagia karena Buah Naga

Filed in Buah by on 01/01/2010 0 Comments

Tahun-tahun lalu tak ada tabulampot buah naga di kediamannya. Liu tertarik memboyong dragon fruit dalam pot itu setelah melihat 5 tabulampot buah naga berjejer di lantai bawah RS Pluit, Jakarta Utara—tempatnya berpraktek. Tabulampot milik Indian Hill Farm itu tampil menarik karena digelayuti 5—10 buah. Liu pun mencicipi buah contoh di atas meja. Rasa buah manis dan menyegarkan.

Sebuah ide langsung berkelebat di benaknya. Tabulampot buah naga diboyong sebagai penghias rumah menyambut 3 hari raya: Natal, Tahun Baru, dan Imlek yang datang berdekatan. Untuk 2 tabulampot setinggi 2 m, Liu merogoh Rp5-juta. “Tidak masalah, yang penting saya bisa menikmati warna merah ngejreng buah naga dari dekat,” katanya. Sepot lagi ia dapatkan dari kebun di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Harganya Rp5-juta dengan tinggi 2,5 m.

Kini tiap kali ada tamu datang, Liu selalu memamerkan tabulampot buah naga itu. Liu pantas bangga. Maklum, lazimnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru orang memajang miniatur pohon cemara. Imlek, tabulampot jeruk. “Memajang tabulampot buah naga? Ini hal baru,” tuturnya.

Ikhlas dan bahagia

Menurut Romo Simon Heru Supriyanto, pastor di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tradisi menghadirkan warna merah, hijau, dan emas pada ornamen menyambut perayaan Natal berasal dari sebuah legenda. “Kisahnya bermula dari seorang gadis kecil yang mempersembahkan karangan rumput hijau kepada bayi Yesus di gua kelahiran. Berkat ketulusannya terjadi mukjizat, dari rumput itu bermekaran bunga berwarna merah menyala,” tutur Romo. Hijau pun menjadi perlambang kehidupan dan merah simbol cinta dan semangat.

Warna merah pada buah naga juga disukai masyarakat Tionghoa untuk menyemarakkan Imlek. “Merah menyala itu simbol hoki, terang, dan bahagia. Diharapkan di Tahun Baru semua hal yang membuat gelap dan duka di tahun sebelumnya hilang dan berganti menjadi keberuntungan, terang dan bahagia,” kata David Kwa, budayawan Tionghoa.

Pantas menurut Ir Sinatra Hardjadinata, pekebun buah naga, mendekati perayaan hari-hari besar tabulampot dragon fruit mulai banyak dipesan. “Sejak awal Desember sudah ada pesanan 20 tabulampot dragon fruit,” kata pemilik Indian Hill Farm itu. Sinatra membuat 3 macam tabulampot buah naga: di pot plastik berdiameter 40 cm, 60 cm, dan di drum 100 liter. Panjatan buah naga menggunakan rangka besi dan pipa PVC. Sedangkan Dedy Hariyanto di Ciapus, Bogor, Jawa Barat. membuat tabulampot buah naga dengan panjatan pipa PVC yang dililit ijuk.

Warna lain yang juga menjadi hiasan di saat Imlek ialah kuning keemasan sebagai simbol emas alias kemakmuran. Itulah yang menjelaskan mengapa jeruk berwarna kuning menyala kerap disebut sebagai jeruk imlek.

Parcel

Menurut Liu tabulampot buah naga mudah dirawat. “Penjual hanya memberi media yang tebalnya 1/3 dari tinggi pot. Saya tinggal menambahkan pupuk kandang yang sudah difermentasi untuk merawatnya sebulan sekali. Tak perlu lagi mengeruk-ngeruk media saat memupuk. Perawatan berikutnya cukup penyiraman 3—4 hari sekali,” kata Liu yang juga mengoleksi tabulampot lengkeng, srikaya, dan mangga itu.

Buah naga untuk menyambut hari besar tak hanya disajikan dalam bentuk tabulampot. Setahun silam Sinatra juga merangkai buah naga dalam bentuk parcel cantik. Satu parcel yang berisi 20 buah naga beserta sulur-sulurnya dibanderol Rp2,5-juta. Arsitek dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, itu kini tengah menyiapkan parcel serupa dengan tambahan bunga buah naga siap mekar.

Bagi Liu, buah naga berdaging merah paling pas digunakan untuk parcel. Selain kandungan gizi lebih tinggi, daging buah tidak langu. Beda dengan buah naga daging putih yang langu. Toh, sebetulnya ada juga buah naga merah daging putih yang rasanya tanpa langu. Biasanya Hylocereus undatus itu dihasilkan dari kebun terletak di lereng gunung berapi yang kaya abu vulkanik. Sebut saja lereng Gunung Merapi atau dataran rendah di Lampung Selatan. Kalau begitu, naga merah maupun putih layak menjadi penghias di banyak hari raya. (Destika Cahyana)

Tabulampot buah naga, penghias rumah di hari besar. Cukup disiram 3—4 kali sehari

Parcel buah naga, simbol ikhlas, ceria, dan bahagia.

Harganya mencapai Rp2,5-juta per parcel

Buah naga daging merah, manis tanpa rasa langu

Jeruk berwarna kuning keemasan lambang kemakmuran

Sardi Duryatmo

 

Powered by WishList Member - Membership Software