Ceplukan Dongkrak Imunitas

Filed in Majalah, Topik by on 13/05/2020

Ceplukan berkhasiat meningkatkan sistem imunitas tubuh.

 

Ceplukan berfaedah menjaga kekebalan tubuh.

Di pekarangan suwung, ceplukan kerap hadir. Ia tumbuh dengan sendirinya. Para petani acap menganggap tanaman anggota famili Solanaceae itu gulma. Padahal, ceplukan berkhasiat sebagai imunomodulator atau menjaga imunitas tubuh. Herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati mengatakan, ceplukan mampu menjaga kesegaran tubuh karena mengandung antioksidan tinggi.

Cara lain menikmati ceplukan dalam bentuk selai.

Antioksidan berbentuk asam sitrum membantu memperbaiki kerusakan pada sel-sel tubuh. Selain itu, vitamin A, C, D, dan asam klorogenik yang terkandung pada ceplukan membantu metabolisme tubuh. Tanaman kerabat cabai itu pjuga mengandung senyawa aktif polifenol yang mampu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Menurut Valentina seluruh kandungan senyawa aktif itu berkhasiat bagi tubuh.

Fakta ilmiah

Umi Kalsum dan rekan dari Universitas Brawijaya membuktikan khasiat ceplukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Pada uji praklinis itu, Umi membuat satwa uji mengalami inflamasi lambung. Ia menyuntikkan ekstrak metanol ceplukan Physalis minima kepada tikus-tikus itu. Hasilnya ekstrak ceplukan terbukti meredakan inflamasi pada sel-sel jaringan lambung.

Periset itu menyimpulkan, senyawa-senyawa yang terkandung pada ceplukan Physalis minima dapat menghambat produksi enzim fosfolipase A2—penghasil senyawa histamin dan pemicu inflamasi—pada jaringan lambung. Berbagai penelitian in vitro kultur sel dan in vivo hewan uji tikus mengungkap senyawa-senyawa aktif yang berefek langsung pada sistem kekebalan tubuh.

Beberapa petani kini membudidayakan ceplukan secara intensif sehingga dapat memanen buah berkualitas.

Milena BP Soares dan tim riset dari Oswaldo Cruz Foundation, selama bertahun-tahun mencari senyawa aktif dan perannya pada ceplukan Physalis angulata. Jawabannya adalah senyawa bioaktif dari golongan steroid bernama physalin. Ada empat jenis physalin yaitu physalin B, D, F, dan G. Namun, hasil penelitian Soares dan tim riset terhadap hewan uji tikus menunjukkan jenis physalin B, F, dan G saja yang memiliki efek imunomodulatoris.

Senyawa physalin mampu menekan fungsi sel-sel limfosit atau bersifat imunosupresif. Suatu penekanan terhadap fungsi kerja imunitas tubuh tak berarti sesuatu yang tak baik. Imunitas tubuh perlu dijaga keseimbangannya supaya optimal membasmi patogen, tetapi tidak menyerang tubuh. Fungsi imunosupresif menjadikan physalin berpotensi sebagai agen perawatan patologi saat penghambatan respons imun dibutuhkan.

Ceplukan kerap dianggap sebagai gulma.

Kaya antioksidan

Penemuan Soares lainnya yaitu physalin B dan F menghambat produksi senyawa nitrit oksida dan sitokin— keduanya menyebabkan inflamasi. Tanaman kerabat kentang itu juga kaya antioksidan sebagaimana hasil penelitian Luthfia Dewi dan rekan dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada 2018. Ceplukan Physalis peruviana terbukti meningkatkan level antioksidan.

Selain itu ceplukan juga mendongkrak adiponektin—hormon protein yang meregulasi metabolisme glukosa dan asam lemak—pada tikus yang telah dikondisikan mengalami diabetes melitus tipe 2. Ceplukan meningkatkan kesehatan kondisi penderita diabetes melitus tipe 2. Sifat antioksidan pada ceplukan diduga berasal dari senyawa-senyawa flavonoid seperti quercetin, rutin, myricetin, epikatekin, dan katekin.

Senyawa bioaktif lainnya yang diduga membantu pembuatan antioksidan pada hewan uji ialah withanolid dan karotenoid. Valentina Indrajati mengatakan, konsumsi ceplukan secara rutin berfungsi sebagai antiradang. Ceplukan membantu mencegah, mengurangi gejala, dan menyembuhkan penyakit paru-paru, penyakit pernapasan seperti flu dan batuk. Daun ceplukan juga bermanfaat yang sama seperti buahnya. (Tamara Yunike)

Olah Ceplukan

  1. Ambil satu tanaman yang sudah berbuah matang termasuk akar.
  2. Cuci bersih tanaman, potong menjadi bagian yang lebih kecil.
  3. Rebus tanaman ceplukan dalam 10 ml air sampai mendidih. Sesekali aduk.
  4. Saring air rebusan dan konsumsi saat hangat. Frekuensi konsumsi 2 kali sehari.***

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software