Cemerlang Karena Krokot

Filed in Obat tradisional by on 06/06/2013 0 Comments
dr Reti Hindritiani SpKK, pemutih kulitberbahan baku alami lebih aman digunakan

dr Reti Hindritiani SpKK, pemutih kulit
berbahan baku alami lebih aman digunakan

Di Korea Selatan, gulma sawah itu dipakai untuk membuat kulit cerah, bebas kerutan, dan terlihat awet muda.

Sejak lama Korea Selatan tersohor sebagai tempat belanja kosmetik bagi kaum hawa. Beragam produk kosmetik terutama untuk kecantikan dari dalam dan luar negeri melimpah di sana. Merek-merek kosmetik asal negeri Ginseng itu pun merajai pasar kosmetik dunia termasuk Indonesia.  Sebut saja merek  ternama seperti Face Shop dan Etude yang gerainya kini marak hadir di berbagai pusat perbelanjaan di tanahair. Produk kecantikan yang bahan bakunya didapat dari negeri Ginseng itu pun populer di tanahair. Tak banyak yang mengetahui  salah satu bahan baku yang umum dipakai pada produk kecantikan asal negeri Ginseng  itu adalah krokot Portulaca oleracea.

Myong-Hee Lee dari Department of Cosmetic Science, Daejon Health Science, di Korea Selatan, dan rekan-rekan membuktikan tanaman anggota keluarga Portulacaceae  itu dapat mencerahkan kulit, mencegah munculnya kerutan,  dan berkhasiat antipenuaan. Hasil riset menunjukkan krokot memiliki efek antioksidan kuat dibanding asam askorbat, asam kojat, dan arbutin pada tes menggunakan 1,1-diphenyl-2-picril-hydrazyl (DPPH) sebagai sumber radikal bebas. Dokter spesialis kulit dan kelamin di Rumahsakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, dr Reti Hindritriani SpKK, menyebut paparan radikal bebas salah satu penyebab kulit rusak.

Penelitian itu  juga menjelaskan  kandungan senyawa  asam lemak omega-3 (alpha-linolenic acid), betasyanin, betakaroten, dan betasyanthin pada krokot memiliki  efek seperti bahan kosmetik pemutih kulit yakni asam kojat, arbutin, dan asam askorbat. Pada uji secara invivo  dengan 7 sukarelawan laki-laki berumur 27—57 tahun menunjukkan aplikasi calir atau lotion mengandung ekstrak krokot ke area dekat mata sebanyak 2 kali sehari selama enam pekan menunjukkan terjadi peningkatan kecerahan kulit dan mengurangi kerutan seperti terlihat pada foto tiga dimensi.

Kulit putih

Paparan sinar matahari dapat menyebabkanpenggelapan dan penuaan di kulit. Lindungi
kulit dari paparan sinar matahari dengan
memakai topi atau payung

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan
penggelapan dan penuaan di kulit. Lindungi
kulit dari paparan sinar matahari dengan
memakai topi atau payung

Menurut Reti hingga kini euforia untuk mendapatkan kulit putih dan terkesan awet muda cukup besar.  Memiliki kulit cerah–baca putih, red—idaman  banyak perempuan di negara-negara Asia. Kulit putih identik dengan cantik. Beragam cara dilakukan untuk mewujudkan impian itu. Misal dengan membeli produk kosmetik yang disebut-sebut mampu membuat kulit putih.  Padahal menurut  Reti,  kulit yang cantik bukan hanya putih, tapi lebih dari itu. “Kulit yang cerah, bersih tanpa noda hitam, serta terawat merupakan tanda bahwa kulit berada dalam kondisi sehat,” kata dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu. Kulit menjadi rusak antara lain warna berubah menjadi bercak hitam karena berbagai faktor, misal efek radikal bebas seperti asap rokok, asap kendaraan, dan lain-lain.

Sejatinya proses pemutihan kulit  terjadi melalui mekanisme  inhibisi tirosinase. Tirosinase merupakan enzim yang terlibat dalam biosintesis melanin di kulit manusia. Enzim itu mempunyai kemampuan mengkatalisis tiga reaksi berbeda dalam satu jalur biokimia biosintesis melanin, yaitu hidroksilasi monofenol (mengubah tirosin menjadi DOPA), dehidrogenasi katekol (mengubah DOPA menjadi DOPAquinone), dan dehidrogenasi DHI (mengubah DHI menjadi indole-5-6-quinone) yang selanjutnya membentuk  melanin (pigmen kecokelatan).

Pada riset Myong—Hee Lee, ekstrak krokot terbukti memiliki kemampuan menghambat enzim itu sehingga penggelapan kulit bisa diminimalisir. Krokot teruji banyak mengandung antioksidan. Fungsi  antioksidan   terkait dengan kandungan asam lemak omega-3, alfatokoferol, asam askorbat, betakaroten, dan glutation. Menurut dr Reti dengan kemampuan itu  krokot berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku oleh para produsen kosmetik di tanahair. Reti menyebut penggunaan kosmetik berbahan alami lebih aman dibanding kosmetik berbahan kimia.

Herbal lama

Krokot atau biasa disebut gelang dalam bahasa Sunda merupakan sejenis herba kosmopolitan. Tanaman yang banyak tumbuh liar di tanah kosong, maupun sawah itu  bisa mencapai panjang  40 cm dengan bentuk daun berkerumun dari pangkal batang hingga ujungnya. Bunganya berwarna kuning berpetal lima.

Pemanfaatan krokot  di dunia sangat beragam. Beberapa negara tercatat menggunakannya sebagai pangan sehari-hari. Di Turki, misalnya krokot  segar disejajarkan dengan sayuran seperti bayam. Sedangkan, di Yunani, krokot  dijadikan bahan campuran salad antara lain  bersama bawang, tomat, dan oregano. Bahkan di Afrika Selatan, krokot biasa diberikan mentah sebagai asupan nutrisi bagi anak-anak.

Selain sebagai tanaman pangan,  pemanfaatan krokot sebagai herbal alami sebenarnya  telah lama dilakukan. Berdasarkan data yang termaktub di dalam Personal Care Magazine, Purslane (Portulaca oleracea)—The Global Panacea karya Anthony C. Dweck pada 2001, tercatat ada  28 negara menggunakan krokot  sebagai herbal. Contohnya di Tiongkok  untuk  obat disentri, obat penenang, peluruh air seni, dan tonik. Di tanahair, pemanfaatan tanaman ini masih tergolong jarang. Hanya ada beberapa perusahaan yang memanfaatkannya sebagai bahan baku jamu. Beberapa herbalis pun meresepkan krokot  untuk mengatasi ragam penyakit yang berkaitan dengan kulit. Dokter dan herbalis di kota Tangerang,  dr Prapti Utami, misalnya, meresepkan krokot untuk  keluhan kulit terkait  pigmentasi.

Untuk menghindari penggelapan warna kulit ataupun penuaan tekstur kulit, Reti menyarankan agar masyarakat selalu menjaga pola hidup. Selain itu,  gunakan kosmetik ataupun bahan depigmentasi dan hindari paparan  sinar matahari, misalnya dengan menggunakan pelindung fisik ataupun tabir surya.  Banyak produk atau bahkan prosedur yang ditawarkan untuk menjaga kesehatan kulit tapi selalu utamakan keamanan. Caranya dengan selalu berprinsip rasional, selektif, serta mengutamakan kesehatan kulit. “Semakin alami suatu bahan pemutih maka akan lebih aman digunakan,” ungkap Reti. Krokot adalah salah satu bahan alami itu.  (Nurul Aldha Mauliddinna Siregar)

523-Juni-2013-29

 

  1. dr Reti Hindritiani SpKK, pemutih kulit berbahan baku alami lebih aman digunakan
  2. Kandungan antioksidan tinggi membuat krokot dilirik menjadi bahan baku kosmetik
  3. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan penggelapan dan penuaan di kulit. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan memakai topi atau payung

Krokot mengandung senyawa seperti  omega-3 (asam alfa-linoleat), betasyanin, betakaroten, dan betasanthin yang ampuh menghambat enzim tirosinase yang berperan menghasilkan sel melanin penyebab warna gelap di kulit.

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software