Cara Praktis Menikmati Kefir

Filed in Majalah, Obat tradisional by on 10/12/2019

Mengonsumsi kefir lebih praktis dengan adanya inovasi kefir bubuk.

 

Cara baru dan praktis menikmati kefir dengan mengonsumsi bubuk kefir dan kefir kapsul.

Konsumen harus menunggu minimal 12 jam untuk menikmati kefir. Minuman kaya gizi itu melewati proses fermentasi. Namun, Didin Muhidin hanya perlu 5 menit untuk menikmati minuman khas Pegunungan Kaukasus itu. Produsen kefir di Kota Bandung, Jawa Barat, itu menciptakan inovasi berupa serbuk kefir. Penikmat kefir hanya perlu memasukan 10 gram kefir bubuk, 50—100 mililiter air, dan satu sendok madu. Didin mengingatkan untuk menggunakan air matang dingin.

Kolostrum mengandung gizi berlipat dibandingkan dengan susu biasa.

Penggunaan air panas menyebabkan gizi keifir berupa enzim dan probiotik justru rusak. Menurut Didin faedah kefir tidak hilang meski mengalami pengolahan. Didin yang juga berternak kambing perah mengolah kefir dengan metode pengeringan beku. Menurut dosen dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, teknik pengeringan beku mulai berkembang saat perang dunia ke-2.

Pengeringan beku

Menurut Hariyadi pangan pertama yang menggunakan produk pengeringan beku adalah kopi instan. Proses pengeringan beku meliputi proses pembekuan dan pengeringan atau sublimasi. Contohnya pada kopi. Seduhan kopi dibekukan pada suhu minus 40℃. Tujuannya agar proses pembekuan cepat, sehingga menghasilkan produk beku tanpa merusak tekstur produk.

Proses selanjutnya pengeringan atau sublimasi. Pengeringan memasukkan produk beku pada vakum. Kristal es dipaksa mengalami sublimasi dengan perlakuan tekanan dan suhu. Tekanan pada ruang vakum biasanya dipertahankan pada 0,036 psi atau sekitar 0,0025 bar. Kemudian suhu bertahap naik hingga sekitar 38℃, sehingga terjadi sublimasi. Pada saat itu menghasilkan uap air. Petugas menyedot dan mengondensasikan uap air itu sehingga tidak membasahi produk.

Menurut Hariyadi kelebihan pengeringan beku produk mudah disegarkan kembali dan mampu mempertahankan nilai gizi. Itulah alasan Didin lebih memilih proses pengeringan beku dibandingkan dengan pengeringan menggunakan suhu tinggi. Menurut Ketua Komunitas Kefir Indonesia (KKI), Ir. Andang Kasriadi, pemanasan susu di atas suhu 38℃ menyebabkan penurunan gizi produk.

Banyak enzim akan rusak akibat proses pemanasan. Probiotik pada kefir pun bisa berkurang bahkan mati pada suhu tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya produsen menggunakan pengeringan beku. Pendinginan lebih ramah bagi kefir dibandingkan dengan pemanasan.

Kolostrum serbuk bahan baku kefir. Daryono menyajikan kefir dalam bentuk kapsul.

Menurut Didin kefir bubuk bisa juga berfungsi sebagai bibit atau starter untuk membuat kefir. Caranya memfermentasikan pada susu segar. Sepuluh gram kefir bubuk untuk memfermentasi 1 liter susu segar. Kemudian masukkan campuran itu ke dalam stoples, tutup rapat, dan simpan pada suhu ruang selama 24—48 jam. Setelah susu menggumpal sempurna dan tercium aroma tapai artinya susu menjadi kefir.

Kapsul kefir

Produsen kefir di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Imam Daryono.

Imam Daryono di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, juga mengolah kefir dengan pengeringan beku. Bedanya, Imam membuat kefir dalam bentuk kapsul. Ia hanya memanfaatkan susu kolostrum atau susu sapi 24 jam pertama pascamelahirkan. Menurut produsen kefir di Kota Cimahi, Jawa Barat, Teddy Cahya Setyadi, gizi kolostrum berlipat dibandingkan dengan susu sapi normal.

Kolostrum antara lain mengandung immunoglobulin 80 kali lipat, protein 5 kali lipat, insulin 100 kali lipat, dan vitamin-A 10 kali lipat dibandingkan dengan susu biasa. Imam tertarik mengolah kefir menjadi kapsul untuk mengobati putranya yang kurang prima. “Dokter menduga ada gangguan paru-paru,” paparnya. Putranya kerap beraktivitas padat. Konsumsi kefir dalam bentuk cair agak merepotkan. Itulah sebabnya ia mengolah kefir menjadi bentuk kapsul.

Putranya rutin mengonsumsi 2 kapsul per hari selama 2 pekan dan sembuh total. Keluhan sakit pun tidak terasa dan lebih bugar. Menurut Imam kelebihan kefir dalam bentuk kapsul lebih praktis dan tahan simpan pada suhu ruang. Khasiat kefir pun masih tetap terjaga. Menurut Imam kefir kapsul bisa tahan hingga 1 tahun pada suhu ruang, asalkan tida terpapar sinar matahari langsung. Kini konsumsi kefir kian mudah tinggal menambahkan air atau telan dalam bentuk kapsul. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software