Cara Oscar Cetak Kampiun

Filed in Satwa by on 02/01/2013 0 Comments
Tokek

Tokek

Oscar Tjuatja Dhorma bertangan dingin menghasilkan tokek alias gecko jawara.

Corak tubuh Snow Radar sungguh aduhai: putih dengan bercak mutiara merata di sekujur tubuh. Tokek berumur 1,5 tahun dan bobot 85 gram itu mencuri hati para juri pada sebuah kontes di  Jakarta. Juri menabalkan Snow Radar sebagai grand champion. Bagi Oscar Tjuatja Dhorma, penangkar di Tangerang, Provinsi Banten, Snow Radar adalah puncak keberhasilannya menangkarkan dan merawat tokek.

“Gecko ini hasil persilangan antara snow eclipse het radar dan radar enigma pada Februari 2011,” kata Oscar. Snow Radar bukan satu-satunya hasil tangkaran Oscar yang meraih jawara. Empat kampiun gecko di lomba yang sama juga hasil penangkaran dan perawatan Oscar seperti Boldstripe (kampiun kelas open jungle dan stripe), Emerine (kelas open normal hi yellow tangerine dan snow), dan Xtreme Emerine (kampiun kelas open albino). “Delapan tokek lainnya yang saya bawa semua masuk lima besar,” kata Oscar.

Wortel

Tokek Ideal

Tokek Ideal

Saat ini Oscar memelihara 600 tokek di ruang berukuran 4 m x 3 m di rumahnya di bilangan Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Oscar menempatkan tokek-tokek itu di kandang plastik berukuran 30 cm x 25 cm dengan tinggi 10 cm. Ia melengkapi kandang itu dengan wadah pakan burung yang bagian bawahnya berlubang, lalu meletakkan wadah itu terbalik sebagai tempat gecko bersembunyi. “Alas kandang cukup diberi kertas koran,” ujar Oscar.

Pehobi itu memberikan pakan berupa 5 gram ulat hongkong per ekor setiap hari. Bandingkan dengan kebiasaan pehobi lain yang umumnya memberikan jangkrik karena berkadar lemak rendah dan kadar proteinnya setara ulat hongkong. Namun, Oscar tetap memanfaatkan ulat hongkong karena tidak banyak bergerak di wadah pakan; jangkrik lebih aktif.

Pria kelahiran Padang 25 tahun silam itu juga memberikan umbi wortel untuk semua geckonya. Namun, ia tidak memberikan umbi wortel secara langsung. Sebab, tokek hewan karnivora. Trik supaya wortel bisa sampai di perut gecko dengan cara memberikan umbi wortel itu pada ulat hongkong. Caranya dengan memuasakan ulat hongkong selama sehari. Pada hari berikutnya, ia memberikan pakan umbi wortel kepada ulat-ulat hongkong.

Setelah ulat hongkong memakan umbi wortel, barulah Oscar memberikannya kepada tokek. Wortel begitu penting, sebagai salah satu sumber betakaroten. “Betakaroten membuat warna gecko menjadi lebih cerah,” tutur Oscar. Selain itu ia juga menyediakan sedikit kapur dolomit dalam bekas tutup botol air. Tokek biasanya akan menjilati kapur dolomit sebagai sumber asupan kalsium.

Menurut drh Slamet Raharjo MP, dosen di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta, asupan kalsium untuk mencegah penyakit metabolic bone disease (MBD). Penyakit itu membuat kaki gecko tidak normal, sedikit bengkok. “Dolomit diberi sejak gecko umur seminggu,” kata Oscar.

Penangkaran

Untuk menangkarkan tokek, Oscar memilih calon induk terbaik dengan ciri sehat, warna cerah, dan siap kawin. Ciri induk betina siap kawin terdapat bulatan lonjong kemerahan di perut; jantan biasanya mengeluarkan sperma yang kemudian mengering di kelaminnya pada bagian bawah dubur. Oscar lantas menyatukan jantan dan betina terpilih di sebuah kandang.

Setelah sepekan hidup bersama, perut betina membesar dan terlihat sebutir telur berbentuk lonjong di perut. Menurut Slamet Raharjo, saat mengawinkan gecko harus tepat waktu. “Bila betina sudah masuk masa ovulasi, bakal telur dalam perut betina mengeras sebelum pembuahan sehingga telur tidak berembrio,” kata Slamet.

Penangkar itu lalu memasukkan betina yang mengandung telur ke dalam stoples setinggi 5 cm dan berdiameter 7 cm. Tiga per empat bagian stoples itu berisi media sphagnum moss sebagai tempat untuk meletakkan telur. Dalam satu kali masa kawin, gecko betina bisa bertelur 4 kali dengan interval 2-4 pekan. Setiap kali bertelur induk betina mengeluarkan 1-2 telur. Setelah induk betina bertelur, pindahkan telur ke wadah penetasan berupa stoples berdiameter 5 cm dan tinggi 5 cm. Stoples itu berisi 25 gram media perlite basah.

Pada hari ke-50 sampai ke-60 dengan suhu ruangan antara 30-310C, telur menetas. Begitu menetas, Oscar segera memindahkan tokek kecil itu ke stoples lain beralaskan tisu basah. Sepekan berselang, ketika gecko berganti kulit, pindahkan ke kandang yang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang menjadi dewasa dengan perawatan ala Oscar. Mereka itulah calon-calon pendulang juara. (Muhamad Khais Prayoga/Peliput: Rona Mas’ud)

 

Keterangan Foto :

  1. Gecko morphs tangerine, salah satu koleksi oscar
  2. Tangan dingin Oscar cetak gecko juara
  3. Gecko betina siap kawin, terdapat lingkaran  kemerahan di perut
  4. Gecko jantan siap kawin, terdapat sperma mengering di kelamin
  5. Gecko sedang mengandung telur
 

Powered by WishList Member - Membership Software