Cara Enak Supaya Sehat

Filed in Fokus by on 31/07/2011

Kapsul temulawak itu untuk mencegah rasa perih dan mual yang kerap diderita bila Enni mengonsumsi makanan berasa asam dan pedas. Keluhan itu biasanya hilang seketika setelah mengonsumsi 1 kapsul temulawak. Bila sakit perut itu disertai diare Enni meningkatkan dosisnya menjadi 2 kapsul.

Kapsul temulawak itu sandaran Enni, penderita gangguan pencernaan akut. Itulah sebabnya wanita 66 tahun itu resah bila tidak membawa kapsul temulawak saat bepergian. Enni memilih sediaan temulawak dalam bentuk kapsul agar mudah dibawa dan praktis dikonsumsi.

Kebiasaan minum temulawak untuk mengatasi gangguan pencernaan itu ia tularkan pada anak-anaknya. Temulawak menjadi pertolongan pertama saat mag, diare, atau mulas menyerang. Itulah sebabnya kapsul ekstrak Curcuma xanthorriza mesti selalu tersedia di rumah Enni.

Melancarkan pencernaan

Menurut Hartini Koentjoro, herbalis di Depok, Jawa Barat, temulawak sangat baik untuk mengatasi masalah pencernaan. Ia biasanya menyarankan pasien untuk mengonsumsi air perasan temulawak segar.  “Rasanya memang langu, tetapi memiliki efek dingin di perut,” katanya. Penelitian Dr Yaya Rukayadi dan Prof Dr JK Hwang dari Yonsei University di Seoul, Korea Selatan, menunjukkan zat kurkumin yang memberi warna kuning pada temulawak merangsang produksi cairan empedu. Efeknya proses pencernaan lebih lancar.

Dalam dunia fitoterapi temulawak dikelompokkan sebagai adaptogen, bahan yang tidak berbahaya dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan racun yang berdampak buruk pada tubuh. “Secara umum temulawak efeknya menormalkan fungsi jaringan yang terganggu,” kata Prof Sidik Apt, guru besar emeritus Farmasi Universitas Padjajaran yang  mempelopori penelitian ilmiah temulawak di tanahair. Karena itu temulawak dapat dikonsumsi kapan pun untuk menjaga kesehatan tubuh.

Itulah sebabnya kini produk suplemen berbahan herbal semakin marak di pasaran. Mereka memproduksi suplemen temulawak yang dapat dikonsumsi kapan saja, di mana saja, praktis, dan bercita rasa enak. Contohnya dalam bentuk serbuk seperti yang diproduksi PT Citra Deli Kreasitama, produsen minuman instan Temulawak 85. Sari temulawak diolah menggunakan teknologi modern dengan tambahan gula, lalu dibuat serbuk dan dikemas dalam saset. “Dengan begitu konsumsen lebih praktis mengonsumsi temulawak,” ujar bagian pemasaran PT Citra Deli Kreasitama, Hudi.

Citra Deli Kreasitama juga memproduksi minuman herbal instan berbahan temulawak dengan 3 variasi rasa: natural, kombinasi rasa madu dan jeruk, serta madu dan lemon. “Variasi itu untuk memanjakan lidah konsumen. Mereka tinggal memilih mana yang lebih disukai,” ujar Hudi.

Praktis

Dengan diolah dalam bentuk serbuk, kini konsumen tak perlu repot memarut rimpang. Cukup sobek kemasan, tuang ke dalam gelas, lalu seduh dengan air panas atau dingin. “Dengan kemasan itu kalangan muda dan tua pun dapat mengonsumsi temulawak. Dengan begitu diharapkan temulawak semakin populer di tanahair,” ujar Hudi.

Produsen farmasi di Surabaya, Jawa Timur, PT Helmig Prima Sejahtera, juga memproduksi suplemen berbahan temulawak dalam bentuk yang lebih beragam seperti serbuk yang dikemas dalam saset, tablet, dan teh siap seduh. “Dengan begitu konsumen bisa memilih produk yang sesuai dengan gaya hidup mereka,” kata Olga Putong, dari export department PT Helmig.

Inovasi terbaru Helmig adalah minuman kaleng berbahan temulawak plus vitamin C. “Minuman itu berkhasiat menjaga kesehatan hati, pencernaan, mengatasi panas dalam, dan sariawan akibat kekurangan vitamin C,” tutur Olga.  Keduanya juga sumber antioksidan dan pendongkrak sistem kekebalan tubuh.

Helmig juga memproduksi temulawak instan dalam bentuk effervescent agar lebih menyegarkan saat dikonsumsi. Suplemen itu sengaja dibuat tanpa gula agar aman dikonsumsi penderita diabetes atau konsumen yang sedang mengurangi konsumsi gula.

Menurut Sidik, yang mesti diperhatikan selama pengolahan adalah kualitas bahan aktif yang mesti terjaga agar khasiat temulawak tidak berkurang. Karena itu Citra Deli Kreasitama menerapkan syarat ketat dalam memilih bahan baku. “Bahan yang dipilih hanya yang berkualitas,” ujar Hudi. Bahan baku dipasok dari Pulau Sumatera dan Jawa.

Untuk mendapatkan bahan aktif yang terjaga kualitasnya,  PT Helmig Prima Sejahtera, mengekstrak temulawak dengan teknologi tinggi. Dengan teknologi ekstraksi jumlah dosis bahan aktif juga dapat ditentukan secara akurat. Dalam 25 mg ektsrak temulawak mengandung 2,8 mg kurkumin – senyawa aktif utama temulawak. Dengan takaran yang akurat, kerabat jahe itu dapat diolah menjadi apapun dan tetap berkhasiat. (Pranawita Karina)

 

Powered by WishList Member - Membership Software