Cara Enak Atasi Diabetes

Filed in Uncategorised by on 01/07/2012 0 Comments

Jamblang sohor sebagai antidiabetesCara lezat mengatasi diabetes mellitus dengan konsumsi buah jamblang.

Secara tradisional masyarakat Indonesia memanfaatkan kulit batang jamblang untuk mengatasi penyakit diabetes mellitus. Namun, di India biji jamblang lebih sohor untuk mengatasi penyakit serupa. Praktisi ayurvedic atau pengobat tradisional di India melaporkan bahwa daging buah jamblang menurunkan kadar gula darah dalam 30 menit. Sementara biji jamblang menurunkan kadar gula dalam 24 jam. Untuk mencapai efek hipoglikemik alias penurunan kadar gula darah, setelah 10 hari konsumsi jamblang.

 

Khasiat biji dan buah jamblang Syzygium cumini untuk mengobati diabetes itu terbukti secara ilmiah. Itu hasil riset peneliti di Trivandrum Medical College, Kerala, India, Bhaskaran Nair dan G Santhakumari. Mereka  menguji biji jamblang secara praklinis pada kelinci diabetes. Periset itu memberikan 120 mg aloksan monohidrate per kg bobot untuk memicu diabetes pada satwa percobaan.

Periset membagi kelinci menjadi 7 grup masing-masing terdiri atas 6 ekor. Untuk mengatasi penyakit itu, mereka memberikan air destilasi pada kelompok satu, 250 mg tolbutamide (II), 20 mg phenformin per kg bobot tubuh (III). Tolbutamide dan  phenformin obat diabetes yang tersedia di pasaran. Adapun kelompok 4 hingga 7 mengonsumsi larutan serbuk biji kering jamblang berdosis 1 g, 2 g, 4 g, dan 6 g per kg bobot tubuh.

Buah, biji, akar, daun, dan bunga jamblang kaya berbagai senyawa kimia berkhasiatManjur

Setelah 3 jam perlakuan, periset menghitung kadar glukosa darah hewan sampel itu. Hasil riset menunjukkan, jamblang mampu menurunkan glukosa darah. Penurunan glukosa darah terbesar pada kelinci yang mengonsumsi 4 g serbuk biji jamblang, yakni 42,64%. Bandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi 1 gram, glukosa darah turun  6,9%, dosis 2 g (26,12%), dan 6 g (14,4%). Penurunan glukosa darah pada grup yang mengonsumsi tolbutamide mencapai 52,10% dan phenformin 25%.

Periset menduga tanin dan fitosteroleins dalam biji jambang berperan menurunkan glukosa darah. Senyawa itu menghambat penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan sehinggga menghambat efek diabetes. Buah, biji, daun, akar, bunga, dan kulit batang jamblang mengandung senyawa kimia antara lain asam oleanolat, tanin, asam galat, kuercetin, isokuercitin, kaempferol, myricetin flavonol glikosida, triterpenoid, saponin dan antosianin.

Buah dan biji jamblang juga berkhasiat untuk mengobati faringitis, gangguan limpa, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit. Daun bermanfaat sebagai antibakteri, sembelit, keputihan, nyeri perut, demam, gangguan lambung, menghambat perdarahan, serta memperkuat gigi dan gusi. Sementara kulit batang bersifat mendinginkan, karminatif alias peluruh kentut, diuretik, melancarkan pencernaan, penurun panas, sembelit, dan antibakteri.

Kulit batang yang kasar berwarna abu-abu tua juga sebagai obat diabetes, diare, dan disentri. Bagian tanaman itu mengandung zat glukosida jambolin dan tanin. Sementara biji duwet mengandung zat penyamak, asam galat, pati, minyak lemak, damar, glukosida jambolin, dan minyak asiri.

Untuk mengonsumsi buah jamblang sebagai antidiabetes, jemur segenggam buah dan biji jamblang matang hingga kering. Selanjutnya, tumbuk bersama satu jumput bunga jamblang kering hingga halus. Seduh 1 sendok makan bubuk kering dalam satu gelas air panas. Setelah dingin, saring air seduhan, dan minum ramuan itu 1-2 kali sehari. Cara lain dengan merebus 15 buah biji jamblang, giling hingga halus, lalu rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa setengahnya. Minum ramuan itu tiga kali sehari.

Konsumsi makanan cepat saji pemicu munculnya diabetesMultikhasiat

Jumlah penderita diabetes meningkat seiap tahun dan banyak menyebabkan kematian. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penderita diabetes di seluruh dunia pada 2002 mencapai 170-juta jiwa. Lembaga itu memprediksi angka itu tumbuh menjadi 366-juta bahkan lebih pada 2030. Sementara data Profil Kesehatan Indonesia menunjukkan, pada 2005-2006 diabetes peringkat ke-9 penyakit tidak menular penyebab kematian di rumahsakit seluruh Indonesia. Pada 2007, posisi itu naik menjadi peringkat ke-6 dengan jumlah kematian 5,7%.

Jamblang berpotensi besar mengatasi penyakit itu karena ketersediaan melimpah. Hebatnya lagi jamblang menurunkan risiko timbulnya aterosklerosis hingga 60-90% pada penderita diabetes. Itu karena kandungan asam oleanolat pada jamblang menekan peran radikal bebas dalam pembentukan aterosklerosis. Selain itu kerabat jambu air itu juga multikhasiat untuk mengatasi beragam penyakit.

Contoh untuk mengatasi sariawan, rebus 10 gram kulit batang atau 5 lembar daun dalam 5 gelas air dengan api sedang hingga mendidih dan tersisa 3 gelas air. Diamkan beberapa saat, saring, dan gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari. Penderita nyeri lambung silakan menyangrai 30 g buah jamblang tanpa biji hingga harum. Tambahkan air secukupnya hingga semua bahan terendam, lalu tim hingga matang. Setelah dingin, makan ramuan itu sehari tiga kali.

Bukan hanya buah atau daun, akar jamblang juga berkhasiat untuk pengobatan ayan atau epilepsi. Kandungan asam oleanolat mengurangi kerusakan jantung dan hati penderita kanker yang mendapat pengobatan kemoterapi doxorubicin. Selain itu, jika berpadu dengan Eugenia caryophyllata, jamblang mengaktifkan enzim glutathione S-transferase di hati. Enzim itu berkhasiat detoksifikasi. Pada uji praklinis, peningkatan produksi enzim glutathione S-transferase dapat menurunkan kejadian kanker lambung hingga 80%. (dr Prapti Utami, dokter dan konsultan herbal di Tanaman Obat Keluarga Sekar Utami, Tangerang)

 

Powered by WishList Member - Membership Software