Cara Cepat Ganti Varietas

Filed in Buah, Majalah by on 08/09/2016

Topworking cara cepat mengganti varietas durian.

Kegembiraan Johan Ariono berubah kecewa. Pekebun di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu gembira karena berhasil memanen durian. Johan Ariono menanam durian lokal unggul seperti sitokong, sunan, dan petruk di lahan seluas 1,3 hektar. Yang membuatnya kecewa, kualitas buah rendah. Ketika membelah durian sitokong, misalnya, tampak daging berwarna putih dan terasa hambar.

Kebun durian monthong milik Johan Ariono.

Kebun durian monthong milik Johan Ariono.

Ia penasaran dan membuka buah durian sunan dan petruk. Sayang, daging buah keduanya pun keras. Kebun untuk memproduksi buah durian unggul itu justru menghasilkan durian berkualitas jelek. Menurut Johan varietas lokal itu spesifik lokasi alias hanya dapat memproduksi buah dengan baik di lokasi tertentu. Itulah sebabnya petani sejak 2000 itu mengganti durian varietas lokal dengan monthong.

Lebih singkat
Johan tidak menebang atau mencabut semua pohon. Ia memilih topworking atau menyambung cabang durian dengan varietas yang diinginkannya. Menurut dosen di Fakultas Pertanian, Universitas Borneo, Lutfi Basir, pekebun durian sering memanfaatkan topworking untuk mengganti tanaman sebelumnya dengan varietas yang lebih diminati konsumen dalam waktu singkat.

Ia memotong batang utama pohon durian lokal berumur 10 tahun dan mengganti dengan durian monthong asal Thailand. Dengan topworking ia tidak perlu menanam bibit durian montong dari awal sehingga menghemat biaya dan mempersingkat waktu panen. “Biasanya tanaman yang ditopworking mampu berbuah perdana setelah 3 tahun, sedangkan jika menanam bibit berukuran 1,5 meter memerlukan waktu 4 tahun,” ujarnya.

Itu artinya ia dapat menghemat waktu dan biaya perawatan selama satu tahun sebelum berbuah perdana. Menurut Johan batang pohon induk dapat dipotong seluruhnya atau gundul tanpa menyisakan cabang. Namun, jika pohon induk dipotong gundul maka proses fotosintesis akan terhambat. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi pohon Johan memberikan pupuk NPK berimbang sebulan sebelum memotong gundul batang. Dosis 2—3 kg per pohon.

Johan Ariono, pekebun durian di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, melakukan topworking pada 2010.

Johan Ariono, pekebun durian di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, melakukan topworking pada 2010.

Namun, Lutfi menyarankan untuk tidak memotong gundul pohon induk. “Minimal sisakan satu cabang paling bawah agar tanaman tetap dapat berfotosintesis,” ujar alumnus Universitas Brawijaya itu. Selain pemberian pupuk, waktu pemotongan juga harus diperhatikan agar batang tidak mati setelah pemotongan. Menurut Johan, saat paling baik untuk melakukan topworking adalah November—Januari atau musim hujan.

“Saat melakukan topworking kondisi tanah harus basah,” ujar Johan. Jika memasuki bulan kemarau seperti Mei—Juni maka kondisi tanah kering dan mengakibatkan tanaman mati karena kekurangan air. Menurut bapak tiga anak itu, walaupun ketersediaan air untuk meyiram cukup tetap saja riskan karena penyerapan air oleh tanah tergolong lama. Johan biasa memotong batang durian dengan gergaji mesin agar lebih cepat dengan menyisakan batang setinggi 1,5—2 meter dari permukaan tanah.

Selain pemberian pupuk dan waktu pemotongan, ketinggian batang yang disisakan juga mempengaruhi keberhasilan topworking. “Jika dipotong terlalu pendek batang akan kering dan lama-kelamaan tanaman mati,” ujarnya. Setelah itu, ia mengoleskan cat dan fungisida pada bekas potongan untuk mencegah tumbuhnya cendawan. Tunas akan muncul pada 2—3 bulan setelah pemotongan dan siap disambung saat berukuran 50 cm atau 5 bulan setelah pemotongan. Untuk memperkuat sambungan, Johan mengikat sambungan dengan bambu selama 3—4 tahun.

Cara lain
Pekebun durian di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Josia Lazuardi, juga melakukan topworking. Josia melakukan teknik topworking pada 2013. “Saya melakukan topworking untuk mengganti durian varietas lokal dengan musang king dan ochee duri hitam asal Malaysia,” ujarnya. Selain cara topworking yang dilakukan Johan, ia juga melakukan beberapa cara modifikasi seperti sambung susu dan sambung sisip sebelum memotong batang pohon induk.

Binder1.pdfMenurut Lutfi topworking dapat dilakukan dengan beberapa modifikasi, seperti menyisipkan mata tunas atau melakukan sambung susu tanpa memotong pohon induk terlebih dahulu dan menyisipkan entres di batang yang sudah dikupas dengan luasan teretentu atau menunggu munculnya tunas yang kemudian digrafting setelah pemotongan batang pohon induk. “Keempat cara itu memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda,” ujarnya.
Lutfi mengatakan, topworking ala Johan adalaah cara yang paling mudah untuk pemula dan memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi. “Tingkat keberhasilan cara modifikasi itu mencapai 50% untuk pemula dan 80% untuk yang sudah terbiasa melakukannya,” ujar Lutfi. Selain (Ian Purnama Sari)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software