Burung Kicauan: Misterius Menang Tanpa Misteri

Filed in Topik by on 04/10/2013
Misterius menjuarai kelas utama karena lagunya banyak dan bervariasi

Misterius menjuarai kelas utama karena lagunya banyak dan bervariasi

Sekali menang, Rp25-juta dibawa pulang.

Adi Tantri terkaget-kaget saat Misterius menjuarai kelas utama kontes burung 20th Free York BC 2013 di Jakarta Pusat. Muraibatu koleksinya mengalahkan 69 pesaing. Sebelum laga Adi meramalkan Misterius paling banter berada di posisi ke-7. Harap mafhum muraibatu-muraibatu yang turun di kelas 20th Free York BC itu sarat prestasi. Sebut saja Pelor Mas milik H Nendra dan Kiamat, klangenan H Sona. Pelor Mas bahkan baru menjadi kampiun di kelas utama muraibatu Royal Cup 2013 sepekan sebelumnya. Kiamat jawara di kontes Piala Raja 2013 dan Gebyar Karawang 2013.

Menurut Adi inilah kali pertama Misterius turun di kontes besar berskala nasional. “Jadi agak kaget begitu ia menang,” ucap anggota Rumah Murai Indonesia di Cirebon, Jawa Barat, itu. Keunggulan Misterius terletak pada lagunya yang banyak dan bervariasi. Muraibatu berumur 5 tahun itu bisa mengeluarkan suara cucak jenggot, parkit, cililin, dan kenari. “Misterius mesti dihindari dari muraibatu lain. Sebab sekali saja ia mendengar suara muraibatu, ocehan dari burung masternya keluar semua,” tutur Adi. Karena karakter itu melekat sebutan Misterius.

Menjelang lomba tidak ada perlakuan khusus untuk Misterius. Saban hari Ade 2 kali memandikan Misterius dan menjemur 30 menit. “Kalau terlalu lama menjemur suara Misterius malah kurang keras,” ucap pria kelahiran 1979 itu. Pakan Misterius antara lain kroto, jangkrik, dan voer. “Supaya staminanya kuat sebelum kontes cukup diberi 2 ulat hongkong,” ujar Adi yang memperoleh Rp25-juta atas kemenangan Misterius itu.

Cucak hijau milik Raymon B menjadi kampiun karena suaranya panjang-panjang

Cucak hijau milik Raymon B menjadi kampiun karena suaranya panjang-panjang

Ramai

Killer, muraibatu milik Kevin Maxwell menjadi yang terbaik di kelas Vitagrow dan berhak atas uang tunai Rp10-juta. Menurut Agus Projo, sang perawat Killer, burung itu memiliki suara kompelit, keras, dan berstamina bagus. Di kelas Ebod Joss, Mezzo milik Raymond B berhak membawa pulang hadiah utama senilai Rp3-juta. Cucak hijau itu menang karena suaranya bervariasi dan panjang-panjang.

Prestasi mengesankan diraih Ratu Jagat dan Bad Boy. Keduanya menggondol dua gelar. Ratu Jagat merebut juara di kelas Ebod Joss dan E-Bodre. Cucak jenggot milik Yayang dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, itu meraih Rp5-juta. Sementara Bad Boy milik H Nendra didaulat menjadi jawara di kelas Salep BnR dan Ebod Joss. Kenari itu memperoleh total hadiah Rp8-juta.

Kontes yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada medio September 2013 itu meriah. Sekitar 800 burung berlomba adu merdu di 5 kelas yaitu 20th Free York, Vitagrow, Salep BnR 99, Ebod Joss, dan E-Bodre. “Tujuan acara ini memperingati hari ulang tahun Free York BC sekaligus mempererat hubungan kicaumania di Indonesia,” ucap Afu Rizal, ketua pelaksana. Peserta datang dari berbagai kota seperti Cirebon (Jawa Barat), Jakarta, Brebes (Jawa Tengah), Surabaya dan Banyuwangi (Jawa Timur), serta Samarinda (Kalimantan Timur). (Riefza Vebriansyah/Peliput: Kiki Rizkika)

Tags:

 

Powered by WishList Member - Membership Software