Bugar Meski Puasa

Filed in Laporan khusus, Majalah by on 09/04/2021

Konsumsi sayuran kaya serat menyebabkan rasa kenyang lebih lama.

Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah serta herbal membuat tubuh tetap bugar menjalani puasa.

“Jelas saat berpuasa tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Siang hari penuh kita tidak minum sama sekali,” kata Wahyu Kurnia Yusrin Putra, S.K.M., M.K.M. Dosen di Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan, rasa lemas sering muncul salah satunya akibat kekurangan cairan. Wahyu menyarankan penambahan porsi buah yang mengandung banyak air dapat memberikan efek menyegarkan bagi tubuh. Buah mengandung lebih banyak air daripada sayur.

Endah Lasmadiwati, herbalis Taman Sringanis Bogor.

Serat dalam sayur dan buah membantu memberikan massa pada makanan yang dikonsumsi sehingga rasa kenyang lebih terasa dan bertahan lebih lama. Selain itu, Wahyu juga mengingatkan untuk menjaga asupan protein. “Di antara karbohidrat, lemak, dan protein, protein adalah zat gizi yang proses mencernanya lebih lama,” kata magister Kesehatan Masyarakat alumnus Universitas Indonesia itu.

Konsumsi herbal

Menurut Wahyu sebaiknya anak-anak mengonsumsi protein hewani lebih banyak. Musababnya kandungan asam amino protein hewani lebih lengkap dan lebih mampu mendukung pertumbuhan. Itu juga berlaku untuk ibu hamil atau menyusui. Sementara itu, orang dewasa lainnya dan lanjut usia (lansia) lebih leluasa memilih sumber protein.

Wahyu menuturkan, prinsipnya asupan saat berpuasa sama seperti hari biasa. Namun, jam makannya yang bergeser. Rentang waktu makan juga lebih singkat hanya dari magrib sampai subuh. Ia menyarankan strategi makan sahur seperti menu sarapan dan setengah makan siang. Saat berbuka sebaiknya konsumsi makanan atau minuman manis seperti kolak, teh manis, atau kurma.

Wahyu Kurnia Yusrin Putra, M.K.M., pengajar Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.

Konsumsi makanan manis dan bukan makanan berat itu mengembalikan energi yang hilang terlebih dahulu. Sekitar satu—dua jam setelah berbuka, konsumsi makanan berat dengan porsi setengah makan siang dan makan malam. “Malam tinggal melengkapi 1,5 porsi sisanya. Biasanya kita makan 3 kali sehari pada pagi, siang, dan malam. Waktu makan menjadi lebih singkat maka ada yang mengakali demikian,” kata Wahyu.

Herbalis di Taman Sringanis Bogor, Jawa Barat, Endah Lasmadiwati, justru tidak merasa lapar dan haus berlebihan saat berpuasa. Musababnya ia rutin mengonsumsi herbal setelah makan sahur dan sebelum tidur malam. Endah mengonsumsi antara lain temulawak Curcuma zanthorriza, meniran Phyllanthus urinaria, pegagan Centella asiatica, dan kulit manggis Garcinia mangostana.

Menurut Endah rimpang temulawak berperan memperkuat lever. Adapun daun meniran meningkatkan imunitas sedangkan kulit manggis sebagai antioksidan. Ada pula pegagan menjaga kesehatan ginjal. Sambilata Andrographis paniculata juga membantu kerja lever untuk detoksifikasi racun tubuh. Konsumsi herbal sesuai fungsi dan dosis yang dianjurkan membuat badan bugar dan tidak mudah lemas saat berpuasa. (Sinta Herian Pawestri)

Tags:

 

Powered by WishList Member - Membership Software