Budikdamkas Bisa!

Filed in Majalah, Topik by on 03/07/2020

Budikdamber ember cat ala Fajar Yulianto di Bogor, Jawa Barat.

Budidaya ikan dan sayuran di ember atau budikdamber membuka peluang memanfaatkan bahan yang ada. Pembudidaya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Fajar Yulianto menggunakan ember bekas cat tembok berkapasitas 25 liter. Tidak hanya lele, karyawan swasta itu juga membudidaya patin dan gurami dengan budikdamber. Diameter wadah cat lebih kecil, sehingga budikdamber kreasi ayah dua anak itu hanya menampung tujuh gelas tanam per ember.

Ia melubangi tutup ember cat untuk meletakkan gelas tanam sekaligus memasang kawat ram sebagai pencegah ikan meloncat keluar ember. Pelaku juga dapat memanfaatkan wadah lain untuk mengelola budikdamkas, budidaya ikan dan sayuran di wadah bekas. Cara merakitnya pun relatif sama dengan budikdamber biasa. Menurut inisiator budikdamber, Juli Nursandi S.Pi, M.Si., ia hanya mengajak orang memperkuat ketahanan pangan keluarga, bukan untuk berdagang atau mencari laba.

Juli memajang nomor whatsapp agar tiap peminat bisa menghubunginya. Panduan berbentuk salinan digital (soft copy) pun ia kirimkan cuma-cuma kepada siapa saja yang berminat. Menurut Juli budikdamber juga bertujuan menyadarkan masyarakat bahwa bahan pangan tidak selalu harus membeli. “Yang berminat naik kelas bisa memperbesar embernya menjadi kolam bulat untuk beternak lele,” kata dosen di Politeknik Negeri Lampung itu. Ia memperkenalkan budikdamber pada 2015.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5685217890″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Pelaku akuaponik di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rusdy Hidyatmojo berpendapat budikdamber cocok untuk pemula yang ingin belajar akuaponik. “Konsepnya memadukan akuakultur dan hidroponik paling sederhana,” kata Rusdy. Ia menyarankan pelaku budikdamber memelihara ikan yang tahan kekurangan oksigen seperti lele atau patin. Jika perlu siapkan pompa akuarium berdaya kecil sekadar untuk meningkatkan oksigen terlarut. Ketika ikan kembali normal, pompa bisa dilepas kembali. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software