Budidaya Vannamei di Air Tawar

Filed in Satwa by on 16/03/2015

544_ 93

  1. Siapkan bak adaptasi berukuran 2 m x 3 m dan tinggi 1,5 m. Masukkan air laut dengan salinitas 22—25 ppt, hingga ketinggian air di bak 50 cm.
  2. Sterilisasi air laut dengan kaporit 30 ppm kemudian aerasi agar merata.
  3. Selang 5 hari, saat residu kaporit hilang, masukkan benur dari hatchery bersalinitas 25—28 ppt dengan kepadatan berkisar 100 ekor per m3.
  4. Tambahkan air tawar ke bak hingga salinitas air berkurang 2 promil setiap hari. Lakukan penambahan air sampai rentang waktu 8—10 hari sehingga salinitas air di bak mendekati salinitas di petak budidaya, sekitar 5 promil. Selama di bak adaptasi, berikan pakan 3 kali sehari. Tingkat kelulusan hidup benur di bak adaptasi 95%.
  5. Tambak pembesaran berukuran 3.000 m2. Isi tambak dengan air hingga ketinggian 120 cm lalu sterilisasi dengan kaporit 30 ppm. Pada hari berikutnya lakukan pemupukan untuk menumbuhkan plankton.
  6. Selang 14 hari atau saat kecerahan air 30—40 cm, pindahkan benur dari bak adaptasi ke tambak pembesaran dengan kepadatan 50—60 ekor per m3.
  7. Selama budidaya berikan pakan 4—5 kali per hari. Berikan juga mikronutrien 3 gram per kg pakan setiap hari saat udang berumur 10—30 hari. Frekuensi pemberian nutrien menjadi 2 kali per hari untuk udang berumur lebih dari 30 hari.
  8. Panen udang pada umur 100 hari dengan ukuran 30—40 ekor per kg. Dengan tingkat kelulusan hidup 85%, diperoleh sekitar 4,4 ton udang. ***

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software