Budidaya mangga di luar musim menjanjikan keuntungan berlipat.

Filed in Buah, Majalah by on 01/09/2021

Tanaman berumur lebih dari 15 tahun menghasilkan 3—4 kuintal mangga di luar musim.

Senyum kebahagiaan menghias wajah Slamet Mulyono saat memanen sekitar 13 ton mangga arumanis pada April—Juli 2020. Saat itu harga jual mangga Rp15.000—Rp17.000 per kg sehingga Slamet mendapatkan omzet Rp195 juta—Rp221 juta. Setelah dikurangi ongkos produksi, ia mengantongi laba bersih Rp65 juta setara Rp16,25 juta/bulan setelah pemeliharaan mangga 4 bulan. Hasil panen itu berasal dari 63 tanaman yang mayoritas berumur lebih dari 15 tahun.

Hanya 49 batang yang berada di satu lahan, sedangkan sisanya tersebar di beberapa tempat. Warga Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, itu menjual hasil panen ke pedagang di dekat rumah.

Di luar musim

Pantas saja Slamet mendapatkan harga jual yang bagus karena ia membuahkan mangga di luar musim pada April—Juli. “Budidaya mangga di luar musim menguntungkan,” kata ketua Kelompok Tani Mangga Mangivera 2, itu. Bandingkan dengan harga mangga saat panen raya (Oktober—November) yang mencapai Rp2.000/kg karena buah membanjiri pasar. Pekebun tidak mendapatkan untung jika harga mangga sejumlah itu. Oleh sebab itulah, banyak pekebun seperti Slamet yang membuahkan mangga di luar musim.

Alasannya lantaran harga jual lebih tinggi daripada musim normal. Perlu perlakuan khusus dan perawatan ekstra agar mangga bisa berbuah di luar musim. Semua itu dimulai setelah pemanenan pada musim normal berakhir pada November. Mula-mula Slamet membersihkan tanaman anggota famili Anacardiaceae itu dari benalu dan memangkas cabang muda. Selang 10—15 hari, ia menggali tanah mengelilingi batang utama. Jarak galian itu sekitar 1 m dari batang utama.

Kemudian Slamet memasukkan 40—50 kg pupuk kotoran kambing atau 40 kg kompos ke dalam lubang itu dan menguruknya. Ia juga memberikan 3 kg pupuk NPK per tanaman. Slamet dan pekebun lain memanfaatkan zat pengatur tumbuh berupa paklobutrazol untuk membuahkan mangga di luar musim. Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok, Sumatera Barat, Nini Marta, S.P., M.P. dan Affandi, Ph.D., menyarankan agar pekebun membagi lokasi dan waktu pemberian paklobutrazol agar panen berlangsung setiap saat.

Selain itu, pekebun mesti menjamin ketersediaan pupuk, air, sinar matahari, dan pemangkasan. Paklobutrazol berperan menghambat sintesis hormon giberelin yang memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Efeknya tanaman mengalihkan energi untuk perkembangan generatif sehingga mempercepat pembungaan dan pembuahan. Nini dan Affandi menganjurkan pemberian paklobutrazol ketika tunas mengalami dorman yang ditandai daun sudah tua. Tanaman siap berbuah kembali ketika melewati satu kali fase bertunas.
Dosis paklobutrazol menyesuaikan postur tanaman. Slamet melarutkan 30 ml paklobutrazol ke dalam 10 l air untuk tanaman berumur sekitar 15 tahun. Pemberian paclobutrazol lazimnya pada Desember. Bunga mango—sebutan mangga di Inggris—muncul pada pengujung Februari. Menurut Sekretaris Kelompok Tani Mangga Mangivera 2, Tarmudi, pembuahan mangga di luar musim berhasil jika tanaman berbunga bertahap. Bila tanaman berbunga serentak dan diguyur hujan, bunga menghitam sehingga gagal berbuah.

Harga lebih mahal

Beda halnya jika tanaman berbunga susul-menyusul. Masih ada bunga yang tersisa jika bunga yang sebelumnya mekar terkena hujan. “Yang menentukan cuaca, bukan pupuk dan pestisida,” kata Tarmudi. Meski begitu tidak semua tanaman berbunga saling menyusul. Terdapat 30—40% tanaman yang berbunga serempak di lahan 1 ha. Slamet menyemprotkan campuran fungisida dan insektisida minimal dua kali sepekan untuk melindungi tanaman dari cendawan dan hama.

Harap mafhum saat itu hujan masih ada. “Penyemprotan pestisida berhenti sebulan menjelang panen,” kata pria berumur 44 tahun itu. Ia tidak menyiram tanaman karena saat itu hujan masih ada. Apalagi di tengah kebun mangga terdapat parit. Biasanya panen perdana manggaboom—sebutan mangga di Belanda—di luar musim dimulai sejak April. Ia memperkerjakan tiga orang untuk memanen mangga. Pekerja tidak perlu memanjat untuk menuai buah lantaran sosok tanaman belasan tahun itu relatif pendek yaitu setinggi 2,5—3 m.

Mereka menggunakan galah untuk memanen mangga di cabang tertinggi. Bahkan beberapa mangga menjuntai dekat tanah sehingga memudahkan panen. Ciri buah siap panen antara lain bentuk buah lebih bulat berisi dan berwarna lebih tua. Tanaman berumur sekitar 20 tahun menghasilkan 3—4 kuintal mangga. Semula Slamet membudidayakan mangga sesuai musim. Bukan di luar musim. Setelah menguasai teknologi pembuahan di luar musim, ia pun tertarik mengembangkan 49 mangga milik orang tua pada 2009.

Seiring berjalannya waktu, populasi tanaman di kebun Slamet bertambah hingga menjadi 67 tanaman. “Harga mangga pada musim normal sangat murah, sedangkan harga di luar musim lebih mahal,” kata pria yang juga bertugas sebagai pembagi air di lahan teknis (ulu-ulu) itu. Harga jual di luar musim yang relatif tinggi juga mendorong Slamet menekuni budidaya mangga di luar musim. Produktivitas manguier—sebutan mangga di Perancis—di luar musim pun lebih banyak. Ia memanen minimal 10 ton mangga di luar musim.

Adapun produksi mangga saat musim normal 8—9 ton pada Oktober—November. Hasil panen musim normal lebih sedikit kemungkinan karena sudah dibuahkan di luar musim. Kesuksesan Slamet membuahkan mangga di luar musim melibatkan pihak lain seperti bank untuk pemenuhan modal usaha. Ia pernah mengikuti pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) dari pemerintah. Pinjaman itu untuk modal membuahkan mangga di luar musim pada 2014—2015.

Peran Pemberdayaan BRI

Slamet mengatakan, “KUR sangat membantu petani budidaya seperti kami. Bunga paling rendah dibandingkan dengan kredit lain. Pembayaran bisa dilakukan per panen, bukan bulanan, sehingga cocok dengan usaha pertanian.” Kontribusi Bank BRI kepada pekebun di Desa Penggarit tidak hanya berupa pinjaman, bank berumur 126 tahun pada 2021 itu memberikan bantuan alat pendukung pertanian berupa empat power sprayer dan pelatihan kepada Kelompok Tani Mangga Mangivera 2.

Menurut Slamet alat itu sangat diperlukan pekebun agar dapat menyemprotkan fungsida dan insektisida secara maksimal, terutama di cabang-cabang tertinggi, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi mangga petani. Bantuan itu berasal dari usulan pekebun sesuai kebutuhannya yang diusulkan kepada BRI. Bank milik pemerintah itu merasa bertanggung jawab mengembangkan Desa Penggarit karena banyak masyarakat yang menjadi nasabah Bank BRI.

Peran Bank BRI lainnya yakni mendukung keberangkatan Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, dan tim ke Kota Bukitinggi, Sumatera Barat, pada 2017. Saat itu Imam memperkenalkan mangga istana produksi Desa Penggarit ke acara Expo BUMDes Nusantara 2017. “Saya membawa 2 kuintal mangga istana ke sana. Jika tidak diatur, mangga itu habis dalam sehari,” kata Imam.

Mengapa mangga arumanis di Desa Penggarit disebut mangga istana? Slamet mengatakan, mangga arumanis dari Pemalang pernah masuk ke Istana Negara saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak saat itu, mangga dari Pemalang disebut mangga istana. Mangga dari Desa Penggarit lebih unggul ketimbang buah sejenis karena bertekstur lebih padat dan manis. Slamet optimis prospek bisnis mangga masih cerah di masa mendatang. Imam mengatakan, ada permintaan 14 kontainer berukuran 20 kaki setiap bulan ke Papua yang belum terpenuhi.

Permintaan dari perusahaan pertambangan tembaga dan emas itu muncul setelah acara Festival Mangga yang juga didukung oleh BRI. Imam berinisiatif menggelar Festival Mangga setelah Desa Penggarit ditetapkan sebagai desa wisata pada 2017. Selain mendukung pekebun mangga, BRI juga mendukung peningkatan ekonomi Desa Penggarit melalui program desa BRILian sehingga dapat menjadi desa wisata. Acara perdana yang berlangsung pada 2016 itu juga bertujuan mempromosikan mangga istana Desa Penggarit.

Sejatinya acara dua tahunan itu dilaksanakan pada 2020. Pemerintah desa menunda Festival Mangga 2020 karena adanya pandemi korona. Meski begitu mangga istana tetap menjadi salah satu sumber pendapatan warga Desa Penggarit. (Riefza Vebriansyah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software