Buah Roti Pencuci Darah

Filed in Obat tradisional by on 01/02/2011

 

Menurut dr Primal Sudjana, SpPD KPTI, gagal ginjal dapat dipicu oleh penyakit seperti diabetes dan hipertensiSetiap kali hendak menyantap makanan, Herofito – bukan nama sebenarnya – selalu merasa mual. Jika warga Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, itu berhasil menyuap, tak lama berselang muntah. Itulah  sebabnya Herofito menduga mag atau asam lambung. Makan lalu muntah itu terjadi berulang-ulang sehingga pria 40 tahun itu lemas. Wajahnya pun pucat. Yang mengagetkan Herofito adalah kedua telapak kaki membengkak.

Kondisi itu mendorong dia memeriksakan diri ke dokter. Berdasarkan observasi dan hasil laboratorium, dokter mendiagnosis Herofito mengidap gagal ginjal. Fungsi kedua ginjal kurang dari 15%. Sayang, Herofito alpa angka pasti kadar ureum dan kreatinin – indikator fungsi ginjal. Namun, yang pasti kadar keduanya jauh di atas ambang batas (kadar normal ureum 20 – 40 mg/dl dan kreatinin 0,5 – 1,5 mg/dl). Selain itu terdapat protein atau darah dalam urine.

Buah roti

Ginjal merupakan organ ekskresi yang berfungsi mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Menurut dokter di Rumahsakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, dr Primal Sudjana, SpPD KPTI, semua kerja ginjal itu terhambat saat organ sepanjang 11 cm itu sakit maupun gagal berfungsi. ‘Gagal ginjal dapat dipicu oleh kehadiran penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan penyumbatan kantong kemih,’ kata Primal.

Semua penyakit itu terkait erat dengan gaya hidup seperti konsumsi gula berlebihan, makanan berkolesterol, dan merokok. Akibatnya ginjal tak mampu menjalankan tugas sebagai penyaring kotoran yang lazimnya terbuang melalui urine. Dampaknya adalah kotoran menumpuk di darah sehingga dapat meracuni organ lain seperti jantung, paru-paru, dan otak. Oleh karena itu dokter menyarankan Herofito untuk hemodialisis atau cuci darah sebanyak 3 kali sepekan.

Herofito menuruti saran dokter. Ia menjalani cuci darah 3 kali dalam sepekan yang menguras pundi-pundinya. Harap mafhum, biaya cuci darah relatif mahal, sekitar Rp500.000 – Rp700.000 per hemodialisis. Artinya, dalam sepekan Herofito harus mengeluarkan dana Rp1,5-juta – Rp2,1-juta. Itu pun belum termasuk obat-obatan seperti pengencer dan penambah darah. Oleh karena itu untuk menutupi biaya hemodialisis Herofito harus menjual rumah. Sayangnya, meski rutin menjalani cuci darah, kondisi ginjal Herofito terus merosot.

Oleh karena itu ia tergerak untuk mengonsumsi buah sukun Artocarpus communis begitu memperoleh informasi khasiat buah itu. Pada awal 2010, mulailah ia mengonsumsi buah anggota famili Moraceae itu. Herofito rutin menyantap setengah buah sukun setiap hari. Cara mengolahnya beragam, kadang-kadang ia merebus, mengukus, atau menggoreng buah roti itu.

Kaya kalium

Selain rutin mengonsumsi buah sukun, Herofito juga menjaga pola makan. Ia membatasi asupan air minum dan makanan berkalium tinggi yang banyak terdapat pada sayur dan buah-buahan. Bagi penderita gagal ginjal, kalium dapat meracuni jantung sehingga memicu serangan jantung. Pembatasan konsumsi pangan berkalium tinggi perlu, karena sebetulnya buah sukun juga kaya kalium, yakni 490 mg per 100 g bobot buah segar.

Menurut ahli gizi klinis Rumahsakit Family di Pluitmas, Jakarta Utara, dr Nany Leksokumoro MS, SpGK, patokan pembatasan makanan berkalium tergantung kadar kalium dalam darah. Kadar kalium darah aman bila angkanya sekitar 3,5 – 5; hati-hati 5 – 6,1; berbahaya lebih dari 6. ‘Selanjutnya dapat dilakukan penyusunan asupan nutrisi yang baik bagi penderita gagal ginjal,’ kata Nany.

Kondisi Herofito makin hari kian membaik. Setelah setahun rutin mengonsumsi buah sukun, ia sama sekali berhenti hemodialisis alias cuci darah. Kadar ureum dan kreatinin pun normal. Murdijati Gardijito dari Pusat Kajian Makanan Tradisional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mengatakan buah sukun sumber energi yang baik untuk pertumbuhan tubuh. ‘Kandungan asam amino, yang dibutuhkan untuk pembangun sel, lengkap,’ kata Murdijatti.

Selain itu buah kerabat nangka itu juga berserat tinggi. Serat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida yang menjadi biang keladi penyakit jantung. Efek positif lain, menurunkan kolesterol jahat low density lipoproterin (LDL) dan menaikkan kolesterol baik high density lipoprotein (HDL). Penderita diabetes mellitus juga layak mengonsumsi buah sukun karena indeks glikemik – angka yang menunjukkan potensi peningkatan glukosa darah dari karbohidrat – sukun rendah. ‘Indeks glikemik sukun 59. Angka itu lebih rendah daripada terigu sebesar 100 dan beras 96,’ kata Murdijati.

Berbeda manfaat

Selama ini masyarakat memang menggunakan daun sukun untuk mengatasi gagal ginjal. Menurut peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Tjandrawati Mozef Es.Sc. DU, kandungan fitokimia di setiap bagian tanaman ada yang hampir sama. ‘Namun yang membedakan adalah konsentrasi masing-masing senyawa,’ kata Tjandrawati. Riset Tjandrawari dan rekan menunjukkan bahwa daun sukun mengandung 3 senyawa flavonoid dan beta-sitoserol.

‘Senyawa flavanoid sukun spesifik,’ ujar penerima sertifikat Provisoire Diploma De Maitrise de Biochimie dari Perancis itu. Itu sebabnya setiap flavonoid di daun sukun memiliki manfaat berbeda. Senyawa flavonoid yang diteliti Tjandrawati dapat menghambat agresi platelet (penggumpalan trombosit) dan mengurangi viskositas (kekentalan) darah. Flavonoid dan beta-sitoserol daun sukun juga melindungi jantung dari iskemia – penurunan pasokan oksigen.

Manfaat lain, menghambat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta sehingga mencegah penimbunan lemak. Bahkan, kini Tjandrawati meneliti bahwa senyawa flavonoid sukun berdampak positif menekan inflamasi atau peradangan. Salah satunya dapat berdampak positif pada proses pembekuan darah saat terjadi peradangan pada pembuluh darah. Tentang duduk perkara buah sukun membantu perbaikan ginjal Herofito, hingga kini belum ada penjelasan ilmiah. Penelitian tentang buah sukun lebih banyak mengarah pada kandungan nutrisi. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

  1. Buah sukun pengganti hemodialisis
  2. Menurut dr Primal Sudjana, SpPD KPTI, gagal ginjal dapat dipicu oleh penyakit seperti diabetes dan hipertensi
 

Powered by WishList Member - Membership Software