Botol Jadi Aerator

Filed in Ikan hias, Satwa by on 02/08/2013
Pompa aerator dari botol tidak perlu sumber listrik

Pompa aerator dari botol tidak perlu sumber
listrik

Sumber oksigen di akuarium tak melulu dari aerator. Botol juga bisa. Murah dan bebas listrik

Dua orang berbeda kebangsaan itu sama-sama terpaku di depan anjungan Singapura pada  Aquarama 2013. Di depan mereka, Tony Sheng dengan cekatan tengah mempraktikkan cara pemakaian sebuah pompa. Pompa plastik yang dipromosikan sebagai The Oneaqua Air Breeder itu memang bukan pompa biasa. Dialah pompa udara manual untuk akuarium sebagai pengganti aerator. Pompa itu melekat pada botol plastik minuman soda 600 ml.

Tony memompa alat itu 6—7 kali. Setelah dirasakan cukup ia lantas memutar kenop di atas kepala botol itu. Seketika itu juga udara dari dalam botol mengalir melalui selang ke dalam akuarium. Udara yang masuk menciptakan gelembung oksigen, persis cara kerja aerator saat menyemburkan udara. “Luar biasa! Sederhana tapi bermanfaat,” ujar Julian Bentley, pebisnis dari Selandia Baru. Gan Liang, pehobi ikan dari Singapura yang berkali-kali mengabadikan cara pompa itu bekerja berpendapat sama. “Idenya cemerlang,” katanya.

 

Sampai 2 jam

Menurut Tony Sheng, alat itu diciptakan pada 2010 oleh seorang peneliti dari Kanada. Peneliti kelahiran Cina yang kini bekerja di Canada Pet Product di St. Surrey, Kanada itu terilhami dari peristiwa kecil yang dialaminya. Pada suatu ketika saat mengunjungi sebuah negara di utara Amerika, contoh ikan yang hendak dibawa pulang si peneliti mayoritas mati karena kekurangan oksigen. Padahal si peneliti sudah melengkapi diri dengan aerator. “Aerator tidak bekerja karena tidak ada listrik,” kata Tony.

Belajar dari pengalaman itu, melalui serangkaian uji coba lahir pompa aerator yang pemakaiannya mudah: tinggal mencangkoknya di botol minuman soda. Pompa itu dapat bekerja selama 2 jam tanpa listrik. Bagaimana cara kerja pompa itu? Prinsipnya adalah memampatkan udara ke dalam botol. Analoginya seperti memompa ban sepeda. Saat udara itu sudah mampat, barulah ia dialirkan melalui selang ke dalam akuarium. Kenop yang ada hanya mengatur seberapa besar volume udara yang dialirkan melalui selang. “Untuk botol plastik 600 ml dapat dipakai selama 45 menit dan botol 2 liter bisa dipakai selama 2 jam dengan 3—4 gelembung per detik,” ujar Tony.

Hal itu tentunya menjadi kabar baik bagi pehobi yang kebetulan menetap di daerah-daerah yang sering kali mengalami pemadaman aliran listrik. “Boleh juga idenya dipraktekkan,” kata Irfan Subagya, pehobi maskoki di Depok, Jawa Barat, saat dihubungi Trubus tentang pompa seharga Rp200.000 itu. Harap mafhum menurut Irfan saat listrik padam, asupan oksigen dari aerator ke akuarium maskoki juga mati. Di atas 15 menit tanpa pasokan oksigen, kerabat ikan mas itu mulai megap-megap kekurangan oksigen. ”Bila benar tanpa listrik sampai 2 jam sangat membantu,” ujarnya.

Kenop (dilingkari) berguna mengatur volume udara dari botol ke selang aerator

Kenop (dilingkari) berguna mengatur volume
udara dari botol ke selang aerator

 

Suhu

Teknologi lain yang juga diperkenalkan saat Aquarama adalah pencatat suhu otomatis. Alat seukuran pager atau alat penerima pesan yang tenar pada 1990-an itu bekerja pintar. Tinggal mencelupkan ke dalam air, suhu air langsung terdeteksi dalam waktu 2 detik. Semuanya digital. Menurut Tony alat kreasi Japan Pet Design itu memang diperuntukkan bagi pehobi. “Tenaganya memakai baterai,” ujar Tony. Di anjungan Taiwan, alat serupa lebih lengkap karena dilengkapi dengan jam digital.

Pompa aerator dari botol 600 ml dapat mengeluarkan gelembung udara selama 45 menit

Pompa aerator dari botol 600 ml dapat
mengeluarkan gelembung udara selama 45 menit

Menurut Alvin Bima, salah satu pengunjung Aquarama di Singapura asal Palembang, Sumatera Selatan, alat pengukur suhu air dan pH portabel itu sangat bermanfaat. “Selama ini saya memakai termometer suhu tubuh untuk mengukur suhu air,” katanya. Kalau ada yang lebih modern biasanya menyatu dengan heater atau alat pemanas yang terhubung listrik.

Teknologi pompa aerator dan termometer digital itu memang dirancang untuk meminimalisir pemakaian listrik. Artinya alat-alat itu memang diperuntukan dalam kegiatan lapangan yang boleh jadi jauh dari sumber listrik.  “Alat-alat itu akan membantu mempermudah dalam  bekerja,” ujar Tony. (Dian Adijaya Susanto)

 

Powered by WishList Member - Membership Software