Bima Gurami Unggul dari Sukamandi

Filed in Majalah, Satwa by on 22/04/2020

Sosok gurami varietas unggul baru, gurami bima. Hasil pemuliaan Balai Riset Pemuliaan Ikan Sukamandi.

 

Gurami baru lebih adaptif, produktivitas tinggi, dan tahan penyakit.

Benih gurami bima. varietas unggul baru, tumbuh lebih cepat.

Di dunia wayang, Bima bertubuh kuat dan sakti. Dalam bahasa Sansekerta, Bima bermakna hebat atau dahsyat. Para periset di Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menakamakan gurami hasil pemuliaan dengan sebutan bima. Seperti Bima pada keluarga pandawa lima, gurami bima juga kuat terhadap serangan penyakit antara lain akibat Mycobacterium fortuitum.

Infeksi bakteri gram positif itu tergolong mematikan dan momok bagi para peternak. Gurami yang terserang bakteri famili Mycobacteriaceae itu akan lesu. Sirip gurami rusak seperti mengelupas dan yang paling parah adalah muncul bercak merah disertai benjolan di seluruh permukaan tubuh gurami. Selain itu ada juga bakteri gram negatif yang kerap menyerang gurami, yakni Aeromonas hydrophila.

Unggul dalam cekaman

Gejala serangan aeromonas hampir serupa dengan M. fortuitum yakni bercak merah di permukaan kulit gurami. Dampak lain serangan bakteri anggota famili Aeromonadaceae itu insang gurami berubah membiru. Pada kondisi paling parah sirip pada perut dan ekor terlepas dan pendarahan ada anus. Pelepasan gurami bima diharapankan tidak ada lagi kekhawatiran terhadap serangan bakteri.

Selain itu, hasil evaluasi performa pertumbuhan ikan gurami bima unggul pada uji lapang. Itu artinya pertumbuhan dan tingkat produktivitas ikan gurami hibrida unggul lebih tinggi daripada ikan gurami yang berasal dari pembenih lokal dan ikan gurami pembanding. Hasil-hasil pengujian juga menunjukkan bahwa gurami bima lebih unggul terhadap cekaman lingkungan serta ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik.

Terdapat beberapa indikator toleransi lingkungan yang menunjukkan keunggulan gurami bima dibandingkan dengan gurami pembanding, yakni suhu air yang mampu terpapar sampai 40°C. Hanya itu kelebihan bima? Gurami bima juga lebih tolerir terhadap air dengan tingkat kandungan garam atau salinitas lebih tinggi yakni 0—10% dan mampu bertahan pada pH air kisaran 5,25—10.

Kegiatan budidaya gurami bima.

Artinya gurami bima mampu bertahan dalam air dengan kandungan garam yang tinggi dan masam. Indikator kadar oksigen terlarut tidak dapat digunakan menjadi tolok ukur keunggulan suatu populasi gurami, karena gurami memiliki alat pernapasan tambahan berupa labirin. Organ itu membantu gurami sehingga mampu bertahan pada kondisi air dengan kadar oksigen terlarut yang tegrolong rendah.

Jambi-majalengka

Sosok tetua betina gurami varietas majalengka.

Nama bima itu merupakan akronim dari tetuanya yakni gurami jambi sebagai induk jantan dan gurami majalengka sebagai tetua betina. Tim periset terdiri atas Drs. Sularto, M.Si.; Nunuk Listiyowati, S.Pi., M.Si., Rita Febrianti, S.Si, Noor Bimo Adhiyudanto, S.Si., dan Bambang Iswanto, S.Pi., M.P. Para pemulia memilih kedua tetua dipilih karena kedua populasi memiliki jarak genetik yang paling jauh berdasarkan hasil karakterisasi yang telah diuji, baik secara morfologi maupun genotipe.

Pilihan itu pun membawa gurami bima menjadi amat berpotensi menjadi varietas unggul baru. Nilai heterosis gurami bima pada usia 14 bulan yakni usia layak konsumsi adalah  32,68%. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mensyaratkan ikan hasil persilangan dapat dilepas sebagai varietas unggul adalah 20%. Ikan Osphronemus goramy bima itu juga menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan dengan gurami galunggung super.

Nilai rasio konversi pakan atau Feed Conversion Ratio (FCR) gurami bima pada tahap pembesaran adalah 1,23. Peternak memerlukan 1,23 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging. Bandingkan rasio konversi pakan gurami pembanding yang 1,61. Pemanfaatan pakan lebih efisien pada gurami bima. Pada umumnya ikan gurami memiliki laju pertumbuhan yang lambat. Oleh karena itu, pemuliaan persilangan ikan untuk menghasilkan benih ikan yang lebih unggul terus dilakukan. Hibridisasi ikan gurami bima memberikan hasil yang menjanjikan.

Hasil hibridisasi kedua tetua terbilang manjur, karena produktivitas gurami bima lebih unggul yakni 2,56  kg per m2 dibandingkan dengan gurami lokal yang hanya 2,00 kg per m2. Hasil pengujian gurami bima menunjukkan, populasi benih ikan gurami hibrida unggul itu layak untuk dilepas sebagai benih sebar (final stock). Gurami hibrida unggul itu diharapkan dapat berperan dalam peningkatan produktivitas perikanan budidaya ikan gurami nasional serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan. (Drs. Sularto, M.Si., Nunuk Listiyowati, S.Pi., M.Si., Rita Febrianti, S.Si., Noor Bimo Adhiyudanto, S.Si. dan Bambang Iswanto, S.Pi., M.P. Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Jawa Barat)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software