Beta Bercorak Blantong

Filed in Ikan hias, Satwa by on 02/08/2013
Serit blantong tiger karya penangkar tanahair

Serit blantong tiger karya penangkar tanahair

Pamor cupang corak blantong kian menanjak

Sekitar 50-an cupang Beta splendens corak blantong yang bertanding di kategori serit dan plakat di kontes cupang pada Aquarama 2013 menyedot perhatian pehobi cupang Singapura. Harap mafhum, cupang corak blantong yang masuk di kelas marble di setiap kategori lomba itu terlihat berbeda dibandingkan corak cupang lainnya. Tubuhnya terdiri atas paduan aneka warna seperti perak-kuning-merah atau biru-perak-kuning-merah. Nuansa warna-warni mirip lukisan itu memikat pehobi cupang.

Meski tidak ada satu pun yang maju hingga babak puncak di lomba pada Aquarama 2013, kehadiran  corak blantong terutama di kategori plakat memberi pemandangan lain dibandingkan pada Aquarama 2011 yang sedikit diikuti cupang corak blantong. Hermanus J Haryanto di Jakarta Barat menuturkan bahwa hal itu tidak lepas dari pergeseran selera. “Saat ini sekitar 80% pehobi cupang menyukai plakat,” kata juri cupang internasional itu. Penyebabnya karena plakat mudah dirawat, tidak sesulit memelihara serit dan halfmoon.

Halfmoon corak blantong

Halfmoon corak blantong

Lebih jauh Hermanus menjelaskan dari 80% pehobi cupang plakat itu, 70% di antaranya memilih plakat corak blantong sebagai koleksi dibandingkan plakat berwarna solid. “Corak blantong dianggap istimewa karena lebih menantang dan mencolok mata,” ujarnya.

Sebaliknya kehadiran corak blantong di serit lebih jarang. Salah satu penangkar cupang tanahair yang pernah “membuat” serit blantong adalah Asep Syarifuddin di Slipi, Jakarta Barat. Pada ajang Indonesia Aquaculture (Indoaqua) 2008 di Yogyakarta, ia menampilkan serit blantong tiger. “Serit itu lahir setelah 3 tahun kawin silang,” katanya pada Trubus saat itu. Keunikan serit blantong itu adalah separuh tubuhnya bercorak merah, putih, dan kekuningan, sementara sirip belakang bernuansa biru kehitaman.

 

1970-an

Sejatinya penyebutan blantong menurut Arief SL, pehobi dan juri cupang di Bekasi, Jawa Barat, mengacu kepada istilah Betawi, belang-bentong. Artinya tidak keruan atau coreng-moreng. Namun di sana letak seninya. Di balik warna yang tidak keruan dari cupang yang mulai dikenal di tanahair pada 2001 itu terdapat keindahan.

Halfmoon corak blantong

Halfmoon corak blantong

Di mancanegara, negeri Abang Sam, adalah tempat berawalnya dijumpai cupang corak blantong pada 1970. Pada 1972 seperti dilaporkan oleh Jim Sonnier, praktikus cupang dan anggota kehormatan IBC (International Betta Congress), seorang pehobi asal Michigan diketahui memasang iklan menjual cupang corak blantong seharga US$25.

Menurut Arief SL terdapat 2 kategori cupang corak blantong berdasarkan warna, yakni marble dan fancy. “Cupang marble minimal terdiri atas 3 warna dan terdapat warna daging di kepalanya,” ujar pria 35 tahun itu. Namun, bila minimal terdapat 4 warna tanpa warna daging di kepala melekat sebutan fancy. Yang dimaksud warna daging adalah warna dasar seperti merah, kuning, dan putih. Ada Arief menyebutkan pada kontes cupang di tanahair kelas marble sudah sejak 2008. Kelas itu terdapat di kategori serit, halfmoon, dan plakat. “Kelas fancy muncul pada akhir 2012, tapi di khusus kategori plakat,” katanya. Kedua kelas itu rata-rata diikuti oleh 10—15 ikan.

Hermanus menuturkan cupang corak blantong sesungguhnya boleh disebut lahir tanpa rencana jelas. “Tidak ada pola yang diharapkan, kecuali corak warna-warni,” ujarnya. Soal harga, corak blantong relatif mahal dibandingkan warna solid tapi semua tergantung pada kualitas. (Dian Adijaya Susanto/Peliput: Rizky Fadhilah)

 

Powered by WishList Member - Membership Software