Besarkan Karper ala Tiongkok

Filed in Majalah, Satwa by on 16/07/2019

Memanfaatkan ruang di bawah panel surya sebagai kolam untuk budidaya ikan karper.

 

Teknologi budidaya karper ramah lingkungan ala Tiongkok.

Tiga sungai besar mendukung perikanan di Tiongkok yakni Sungai Yangtze, Sungai Kuning, dan Sungai Helongjiang. Bahkan ada kanal air tawar buatan manusia terpanjang di dunia di Tiongkok, The Grand Canal, hampir 1.800 kilometer yang mulai dibuat pada tahun 486 SM. Sumberdaya alam itu mendukung industri ikan air tawar Tiongkok. Bahkan, sejak 2.500 tahun lalu Tiongkok mengembangkan budidaya air tawar dengan sangat maju.

Panti pembenihan ikan Suzhou, Jiangsu, Tiongkok, yang menghasilkan 1,2 miliar larva ikan karper pada Mei 2017.

Negeri Tirai Bambu itu mengembangkan 400 spesies karper-karperan. Namun, tujuh komoditas utama ikan karper antara lain silver carp (Hypophthalmichthys molitrix), bighead carp (Aristichthys nobilis), grass carp (Ctenopharyngodon idellus), black carp (Mylopharyngodon piceus), common carp (Cyprinus carpio), crucian carp (Carassius auratus), dan wuchang bream (Megalobrama amblycephala).

Budidaya

Ikan air tawar utama dalam komoditas akuakultur umumnya berpola makan herbivora. Ikan itu dipelihara secara polikultur. Pembenihan ikan karper-karperan dilakukan setahun sekali. Contohnya di Panti Pembenihan ikan Suzhou, Jiangsu, yang menghasilkan 1,2 miliar larva ikan karper pada Mei 2017. Pembenihan hanya berjalan selama 1 siklus per tahun dengan 2.300 pasang induk.

Para petugas menetaskan telur dalam sistem resirkulasi dengan kolam pemurnian air dan bak-bak biofilter. Larva ikan karper berumur 5 hari sejak menetas sudah siap jual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Petugas merangsang mematangkan gonad induk dengan hormon LHRHA2, Human chorionic gonadotropin (HCG), dan domperidone. Induk jantan mendapat dosis setengah induk betina.

Ikan mas salah satu keluarga ikan karper disukai di Indonesia.

Rangsang pemijahan biasanya untuk induk ikan yang lambat memijah atau agar waktu pemijahan bisa diatur sempurna. Adapun pembesaran lebih mengutamakan kelestarian lingkungan, karena populasi penduduk Tiongkok kian besar. Kini pembangunan akuakultur di Tionkok selalu memperhatikan keselamatan lingkungan. Limbah dari akuakultur diusahakan seoptimal mungkin untuk didaur ulang kembali dan seminimal mungkin dibuang ke lingkungan.

Bermunculan banyak teknik budidaya perikanan yang mendukung visi ramah lingkungan. Petugas mengendapkan limbah padat budidaya, memisahkan, dan memanfaatkannya sebagai pupuk untuk tanaman seperti beri. Daun beri pakan ulat sutra dan buahnya dijual atau dijadikan jus. Air kolam yang bernutrisi tinggi juga bermanfaat sebagai pupuk untuk tanaman padi, gandum, tanaman air, dan herba.

Di Tiongkok budidaya ikan karper telah sukses dipadukan dengan pertanian dan peternakan. Sinergi dengan pertanian telah diterapkan dalam konsep mina padi yang bahkan sudah berumur lebih dari 2.000 tahun. Food Agriculture Organization (FAO) mengakui sistem itu sebagai indigenious agriculture heritage system.

Internet of Things (IOT) pada budidaya karper di Tiongkok sudah lazim.

Selain padi, budidaya ikan karper juga sukses dipadukan dengan budidaya tanaman mulberi dan rumput untuk pakan ikan. Sebagai pengembangannya mina padi telah ditawarkan sebagai ekoturisme yang sukses. Selanjutnya, perpaduan perikanan dengan peternakan menghasilkan budidaya ikan dengan bebek dan babi. Keduanya kemudidan dipadukan dengan tempat pemotongan hewan dan bahkan penghasil energi biogas dari kotoran hewan.

Budidaya karper dipadukan dengan gandum.

Ikan karper juga dibudidayakan secara super intensif dengan produktivitas 60 kilogram per meter persegi. Dalam model budidaya raceway partitioned aquaculture system. Model itu digabungkan dengan pertanian. Limbah padat disedot pada kolom sedimentasi dan dibawa ke kolam pengendapan berisi media apung kangkung dan herbal. Adapun limbah terlarutnya diserap oleh fitoplankton dapat dimanfaatkan oleh kerang-kerangan. Kolam ekstensif memiliki luas 95% dari total luas kolam dan berisi polikultur 3 jenis karper herbivora dan kerang.

Pemerintah Tiongkok menjaga pasokan air bersih dengan mengosongkan danau dan sungai di kota-kota padat penduduk dari aktivitas budidaya. Danau lebih populer sebagai tempat wisata dengan menjamurnya berbagai penginapan dan taman hiburan.

Zooplankton di Danau Wuli antara lain copepod, cladocera, dan rotifer yang cukup padat. Alga hijau biru juga melimpah, itu menunjukkan danau masih mengalami penyuburan fosfat. Produktivitas alami itu dipanen dengan menebarkan berbagai macam ikan karper-karperan dengan ruang hidup yang berbeda. Masyarakat hanya bisa menangkap ikan 2 bulan sepanjang tahun dan dibatasi hanya 100 kapal.

Teknologi lainnya, Internet of Things (IOT) berarti menghubungkan perangkat akuakultur dengan internet. Kontrol budidaya bisa dilakukan nirkabel dari tempat manapun asal terhubung ke internet. IOT diterapkan di Tiongkok untuk budidaya ikan air tawar. Contoh DO meter atau alat untuk mengukur oksigen terlarut, terhubung dengan pompa dan kincir untuk memastikan kandungan oksigen tercukupi di air. Contohnya kolam-kolam ikan karper di Ningxia dikendalikan secara otomatis dengan ponsel pintar atau smarthphone.

Penyuntikan karper untuk pembenihan.

Semua peralatan terhubung dengan peralatan lain lewat sensor dan terintegrasi dengan internet. Pemilik kolam dapat mengetahui kondisi kolamnya dari mana pun juga asal terhubung ke internet. Drone terbang mengamati keadaan kolam sesuai kebutuhan. Pemberian pakan dengan automatic feeder dikontrol sesuai suhu air. Prospek Internet of Things untuk akuakultur masa depan sangat menarik.

Panen Listrik Sekaligus Ikan

Kini sedang dipromosikan tambak ikan karper di bawah panel pembangkit listrik tenaga surya. Pembangkit listrik tenaga biasanya menyisakan ruang tak terpakai di bawahnya. Ruang bisa dibuat kolam dan digunakan untuk memproduksi ikan. Hasilnya adalah listrik dan ikan. Walaupun listrik energi surya solar photovoltaics (SPV) dipelopori oleh Amerika Serikat dan Jepang, produsen sel surya terbesar adalah Tiongkok.

Pada 2050 energi surya diprediksi akan mendominasi dunia. Tongwei Co., Ltd. sebagai perusahaan pakan terbesar di Tiongkok berinvestasi mengemban misi menjadi produsen solar sel terbesar di dunia. SPV sering dipasang di hamparan lahan kosong. Lahan SPV bisa menjadi areal tambak tanpa mengganggu pembangkit listrik karena sumber air yang cukup. Tongwei membuka lahan tambak untuk budidaya karper.

Perusahaan itu menjual listrik pada pemerintah dengan pendapatan awal 20 juta yuan per tahun. Adapun hasil panen ikan memberikan omzet 6 juta yuan per tahun. Budidaya dilakukan secara intensif dengan pemberian pakan, kontrol kualitas air, dan pembuangan limbah secara otomatis. Hanya ada 3 tenaga kerja tetap untuk pengelolaan rutin, selebihnya adalah pekerja harian sesuai kebutuhan temporer.

Pekerja adalah petani lokal yang menyewakan tanahnya untuk perusahaan. Semua peralatan dan pakan diproduksi sendiri oleh perusahaan. Tongwei dikenal sebagai perusahaan dengan litbang akuakultur terbaik di Tiongkok. (Ibnu Sahidhir M.Sc., Perekayasa muda bidang akuakultur di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujungbatee, Nanggroe Aceh Darussalam)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software