Berkah Inovasi

Filed in dari redaksi, Rubrik Tetap by on 02/08/2017
Wartawan Trubus, Andari Titisari (ketiga dari kiri) meliput pemanfaatan drone Balai Penelitian Lingkungan Pertanian di Pati, Jawa Tengah. (Foto: Balingtan)

Wartawan Trubus, Andari Titisari (ketiga dari kiri) meliput pemanfaatan drone Balai Penelitian Lingkungan Pertanian di Pati, Jawa Tengah. (Foto: Balingtan)

Awal Juli 2017 dunia otomotif dikejutkan dengan gebrakan Tesla Motors saat merilis mobil listrik murah terbaru. Mobil tipe sedan dengan seri Model 3 itu dibanderol Rp460 juta per unit. Mobil listrik kelas eksklusif bisa mencapai miliaran rupiah. Hingga pertengahan Juli sudah sebanyak 500 pemesan antre mobil listrik Tesla. Padahal perusahaan otomotif di Amerika Serikat itu baru siap memproduksi 100 unit pada Agustus 2017.

Pemesan rela antre karena mobil listrik Tesla punya sejumlah kelebihan. Daya jelajah tinggi mencapai 344 km untuk sekali isi ulang baterai dan akselerasi cepat. Tentu saja lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil. Tesla baru 14 tahun menjadi pabrikan kendaraan. Namun, dengan inovasi mobil listrik, Tesla menyalip kedigdayaan perusahaan-perusahaan otomotif dunia.

Pembaca terhormat, inovasi menjadi kunci sebuah entitas untuk terus bertahan dan berkembang. Inovasi juga menjadikan proses kerja menjadi lebih efisien, efektif, dan berkualitas. Demikian pula adanya di dunia pertanian. Nun di Jakenan, Pati, Jawa Tengah, para periset di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) membuktikan penggunaan teknologi drone oleh para peneliti di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada mempercepat waktu penyemprotan pupuk atau pestisida di lahan pertanian. Drone juga digunakan untuk memantau kondisi kesehatan tanaman tebu. Drone selama ini lebih dikenal khalayak sebagai wahana pada dunia fotografi dan videografi.

Inovasi juga melahirkan komoditas “baru” yang lebih unggul. Sebut saja sapi biru belgia asal Eropa yang pedaging unggul kini lahir di Indonesia karena sentuhan teknologi transfer embrio. Di Demak, Jawa Tengah, seorang petani memanen buah tin dan lele sekaligus karena menerapkan teknik akuaponik yang mengefektifkan penggunaan lahan.

Pembaca terhormat, sebanyak 72 teknologi mutakhir dan sederhana yang menjadikan proses lebih efektif dan efisien serta memberi hasil lebih berproduktif kami rangkum dari liputan kepada para narasumber kompeten di berbagai bidang. Hasilnya kami sajikan dalam edisi Agustus 2017 yang tampil dengan wajah berbeda dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia. Selamat membaca dan salam merdeka! ***

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software