Berhimpun Karena Kucing

Filed in Komunitas, Majalah by on 12/06/2019

Kucing ras savannah berumur 2 tahun di Chandra Catery.

 

Komunitas yang mengajarkan para pehobi cara merawat dan menangkarkan kucing ras.

Pendiri Komunitas Sukses Berternak Kucing Ras (SBKR), Cacang Effendi menggendong kucing american short hair.

Apa jenis kucing ras favorit para pehobi di Indonesia? Komunitas Sukses Berternak Kucing Ras (SBKR) rutin mengadakan jajak pendapat untuk menjawab pertanyaan itu saban tahun. Pada 2019, misalnya, kucing ras favorit adalah maine coon dan scotish fold. Hasil jajak pendapat layak menjadi acuan perkembangan dunia kucing tanah air. Pada Mei 2019 grup terbuka untuk umum itu menembus 50.000-an anggota terdiri atas praktikus dan pencinta kucing.

Komunitas SBKR didirikan pehobi kucing asal Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Cacang Effendi. Menurut ayah 4 anak itu tujuan SKBR mengajarkan pencinta kucing mengenai perawatan dan penangkaran kucing ras. Harap mafhum, menangkarkan kucing memerlukan pemahaman dan ketelatenan lebih. Informasi perawatan kucing di tanah air pun masih terbatas. Banyak mitos dan pemahaman kurang tepat memelihara kucing.

Komunitas

Cacang pernah salah membeli indukan persia dari luar negeri pada tahun 2003. Ia tergiur harga murah. Ternyata kucing itu mengandung genetik penyakit ginjal. Atas pengalaman itulah Cacang ingin berbagi ilmu agar para penangkar kucing ras lain tidak jatuh pada lubang yang sama. Sejak 2011 Cacang menulis segala sesuatu mengenai kucing di blog pribadinya. Setahun berselang, pengunjung blog pribadi makin banyak sehingga terdapat pertanyaan berulang.

Keadaan itu mendorong Cacang membuat Forum Diskusi Sukses Berternak Kucing Ras pada 8 Februari 2013. Pengurus dan anggota grup aktif berdiskusi mengenai perawatan dan penangkaran kucing ras. Animo anggota tinggi untuk bertemu setelah terbentuknya komunitas. Pada 2013 sebanyak 200 anggota komunitas SBKR berkumpul di catery atau penangkaran kucing milik Cacang di Bekasi Jawa Barat.

Pertemuan anggota komunitas sembari memberikan edukasi mengenai merawat dan menangkarkan kucing ras.

Ketika itu para pencinta kucing dari Bandarlampung, Provinsi Lampung, hingga Surabaya, Provinsi Jawa Timur, berkumpul. Itulah permulaan kegiatan SBKR sekaligus cikal-bakal ramaianya serangkaian acara kucing di Indonesia. Seiring berkembangnya komunitas, kontes kucing di tanah air pun lebih rutin. Kontes internasional Cat Fancier Association (CFA) di Indonesia hanya 1—2 kali pada 2010. Setelah berkembangnnya komunitas kontes internasional bisa berlangsung setiap bulan di berbagai daerah.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”5375540137″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Pemilik Chandra Catery itu mengatakan, anggota SBKR pada umumnya para pencinta kucing sehingga memerlukan informasi perawatan kucing. Namun, tidak semua mereka itu penangkar dan tidak rutin mengkuti kontes internasional. Jika tidak betul-betul hobi, 3—5 tahun menjadi anggota SKBR pasti bosan. Namun, anggota komunitas justru makin ramai. Menurut Cacang itu karena regenerasi atau muncul pehobi baru.

Menurut pengurus SBKR di Bekasi, Jawa Barat, Yulis Misbach, SBKR bukan komunitas kucing ras pertama di tanah air. Namun, SKBR berani melakukan inovasi acara yang mengajarkan para pencinta kucing di tanah air. Komunitas itu antara lain menyelenggarakan kontes di luar kota besar, seminar cara menangkarkan kucing ras, grooming, pengenalan ras kucing, hingga cara merawat kucing bagi anak-anak.

Kontes kucing makin sering salah satu indikator komunitas makin berkembang.

Menurut pengurus SBKR, Ferdy Biel, kini SBKR juga berbaur dengan komunitas pencinta klangenan lain seperti komunitas reptil, komunitas tarantula, komunitas unggas, hingga komunitas serangga. Menurut Ferdi itu penting untuk memperkuat jaringan. Kerap kali SBKR bersama komunitas pencinta klangenan lain berbaur membuat sebuah acara bertema satwa klangenan bersama.

Harapan Cacang pencinta kucing makin berkembang dan terus beregenerasi. Rutin diadakannya acara mengenai kucing juga merangsang meningkatkan animo pencinta kucing baru. Bahkan makin ramai komunitas juga bisa membuka lapangan pekerjaan antara lain makin banyaknya produsen pakan, suplemen kesehatan, groomer, bahkan memungkinkan anggota komunitas menjadi juri kontes kucing. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software