Bercabang, Produksi Menjulang

Filed in Buah by on 02/05/2011

Hasil itu diperoleh setelah JK Soetanto memelihara cabang samping pepaya untuk mendongkrak produktivitas tanaman tua yang sudah menurun. Menurut ahli pepaya Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Rahmad Suhartanto MSi, produksi buah pepaya mencapai puncaknya pada umur 1 tahun, setelah itu menurun. Pada umur 2 tahun produksi buah hanya separuh dari produksi puncak, sehingga pekebun melakukan peremajaan.

Namun, bila mengganti tanaman baru pekebun mesti menunggu 8 bulan hingga pepaya kembali berbuah. Karena itu Soetanto lebih memilih berupaya mendongkrak produksi buah dari tanaman tua dengan memelihara cabang baru.

“Dapur” tambahan

Dengan adanya cabang, maka fotosintesis tidak hanya terjadi pada daun batang utama, tetapi juga pada daun di cabang. Begitu jumlah karbohidrat yang dihasilkan dari fotosintesis banyak, energi yang dipasok ke cabang utama untuk menghasilkan buah pun melimpah.

Agar energi dari cabang dimanfaatkan secara optimal oleh batang utama, pada cabang hanya dipelihara daun. Kalaupun berbuah, sebaiknya dilakukan penjarangan. Jumlah buah yang terlalu banyak membuat cabang rentan patah karena tak mampu menopang buah.

Teknik budidaya yang diterapkan Soetanto itu membuahkan hasil. Dari pepaya berumur 2 tahun, direktur PT Boga Tani itu memanen 75 kg pepaya, sebelumnya hanya 40 – 50 kg. Padahal tak ada perlakuan khusus. Pepaya dibiarkan berbuah hingga tunas berumur 1 tahun.

Teknik serupa, tapi tak sama juga diterapkan Dr Ahsol Hasyim untuk mendongkrak produksi pepaya tua. Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) itu mencabangkan pepaya berumur 2 tahun. Bedanya, Ahsol memotong batang utama setinggi 50 – 60 cm dari permukaan tanah.

Dengan teknik itu dosis pupuk diberikan 1,5 – 2 kali lipat dosis biasa. “Dosis pupuk lebih banyak karena harus memenuhi kebutuhan nutrisi dua cabang,” kata Ahsol. Dari kedua cabang itu Ahsol memanen 22 kg pepaya sekali panen. Sebelum percabangan, Ahsol hanya memanen 15 kg pepaya.

Rentan rebah

Ahli buah di Bogor, Jawa Barat, M Reza Tirtawinata, pernah melakukan teknik cabang ganda untuk memperkecil ukuran buah pepaya. “Buah menjadi lebih kecil karena kapasitas akar dan daun tetap, tapi nutrisi untuk tanaman terbagi 2 di cabang atasnya,” katanya. Teknik itu bisa diterapkan bila pasar menghendaki ukuran buah kecil.

Namun, Sriani mewanti-wanti. Pepaya bercabang rentan rebah. “Bila ditanam di daerah yang berangin kencang harus ditopang kayu agar tidak patah,” katanya. Menurut Suhartanto, regenerasi pepaya dengan pencabangan dapat mempertahankan karakter induk karena tunas muncul secara vegetatif. Artinya jika semula tanaman menghasilkan 100% bunga hermaprodit, maka kedua cabang baru yang muncul juga berbunga sama.

Kemunculan bunga hermaprodit didambakan pekebun karena menghasilkan buah berbentuk sempurna. Sedangkan tanaman asal biji kemungkinan untuk menghasilkan bunga hemaprodit hanya 50%; sisanya 25% jantan dan 25% betina. Bunga jantan bersifat letal. Bunga betina tidak dikehendaki karena menghasilkan buah berbentuk bulat dan berdaging tipis. (Pranawita Karina/Peliput: Faiz Yajri)

 

Keterangan foto

  1. Pepaya california hermaprodit
  2. Di kebun pepaya JK Sutanto, tanaman dibiarkan bercabang untuk memperpanjang masa produksi
  3. Pepaya bercabang dua dengan teknik pemangkasan di Lembang


Teknik Tunas Samping ala JK Sutanto

  1. Pilih satu tunas samping yang tumbuh dari pohon pepaya berumur 1,5 tahun, biarkan tumbuh alami
  2. Tunas tumbuh menjadi cabang baru, berperan sebagai “dapur” makanan tambahan
  3. Berikan pupuk NPK sebanyak 333 g per tanaman dengan frekuensi 3 bulan sekali
  4. Empat bulan pascatunas samping tumbuh atau tanaman berumur 2 tahun, diproduksi 75 kg buah per tanaman, biasanya 40 – 50 kg


Teknik Pangkas ala Ahsol Hasyim

  1. Potong pohon pepaya umur 2 tahun setinggi 50 – 60 cm dari permukaan tanah
  2. Tutup batang pepaya dengan plastik untuk menghindari penyakit yang timbul karena air masuk
  3. Kocorkan dengan larutan NPK 500 g/1 liter air untuk 2 batang pohon pepaya. Pemberian pupuk dilakukan 3 bulan sekali
  4. Setelah 15 hari muncul cabang dari samping, pelihara yang simetris agar tidak rebah saat berbuah
  5. Selang 4 – 6 bulan kemudian, dipanen sebanyak 22 kg buah/pohon. Tanpa peremajaan dengan 2 cabang produksinya 15 kg/pohon
 

Powered by WishList Member - Membership Software