Berburu Ular di Alas Roban

Filed in Nusantara by on 17/06/2010 0 Comments

“Berbagai jenis ular mungkin ada: python, ular pohon, hingga ular berbisa seperti weling  dan bandotan,” kata drh Slamet Raharjo, hobiis reptil di Yogyakarta.  Makanya klub-klub dan pehobi reptil seluruh Indonesia—Ophio&Kinyx, Yogyakarta; Retic, Semarang; IPRJ, Jakarta; dan Smiley, Surabaya—sepakat menggelar pertemuan di sana.  Pertemuan itu selain untuk perkenalan, juga menggagas pembentukan APRI (Asosiasi Pecinta Reptil Indonesia, sebuah wadah yang menyatukan pehobi reptil tanahair.  Pertemuan sekaligus diisi dengan acara berburu ular.

 

KETERANGAN FOTO

 

1. Bekas lubang ular
Celah di bawah batu kerap menjadi persembunyian ular. Cirinya, tertutup rimbunan rumput dan tanaman liar.
2. Aktivitas penambang pasir
Sedimen pasir yang terbawa aliran Sungai Kota menjadi rejeki bagi para penambang. Penambangan secara tradisional, melibatkan anak-anak di bawah umur yang memanfaatkan area penambangan sebagai arena bermain.
3. Jembatan Sungai Kota
Jembatan Sungai Kota di Dusun Kluwung, Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, menjadi lokasi penambangan pasir tradisional oleh masyarakat. Jembatan itu menghubungkan Dusun Kluwung dengan dusun sebelahnya. Tanpa jembatan itu, warga harus menyeberang sungai atau memutar lewat jalan lain.
4. Kaki seribu
Kaki seribu alias keluwing, dijuluki millipede, tergolong hewan beruas-ruas. Tergolong famili Myriapoda kelas Diplopoda, kaki seribu berkerabat dengan kelabang. Bedanya keluwing tidak bersengat. Pertahanannya hanya menggulung diri.
5. Bandotan lemah
Bandotan lemah tergolong ular berbisa kelas Viperidae. Ciri kelas ini mempunyai taring depan yang bisa dilipat ke langit-langit mulut. Calloselasma rhodostoma alias Malayan pit viper itu menggulung diri dan siap melenting.
6. Bandotan lemah
Malayan pit viper menggulung diri dan menarik kepalanya ke belakang. Itu pertanda ular kelas Viperidae itu siap melentingkan tubuh menyerang musuh di depan.
7. Bandotan lemah
Kepala terangkat, siap melenting. Calloselasma rhodostoma mengandalkan lentingan tubuh untuk menyerang lawan. Lawan akan dilumpuhkan dengan venom yang diinjeksikan lewat taring.
8. Bandotan lemah
Bandotan lemah mengandalkan taktik penyergapan untuk menangkap mangsa. Di malam hari ular itu berdiam diri di tepi jalan setapak. Antibisa dari Malayan pit viper belum dipunyai Indonesia. Sejauh ini baru Australia yang punya antivenom untuk menetralkan bisa ular ini. Tanpa pertolongan memadai, orang yang tergigit akan tewas dalam beberapa jam.
9. Menuju lokasi penambangan pasir
Akses menuju Dusun Kluwung tidak bisa ditempuh dengan angkutan umum. Kendaraan yang kerap mondar-mandir cuma truk pengangkut pasir. Warga yang tidak memiliki kendaraan mesti berjalan kaki 10 km sampai jalan raya Pantura.
10. Penambang pasir dan truk
Truk diturunkan ke bantaran sungai untuk mempermudah pengangkutan pasir. Sungai Kota menjadi pembatas Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
11. Sungai dan kerbau
Kabupaten Kendal terletak di sebelah timur Sungai Kota, sedangkan Kabupaten Batang di sebelah baratnya. Sungai sepanjang hampir 40 km itu bermuara di laut Jawa.
12. Batu sungai
Sungai Kota membawa banyak material sehingga banyak diambil batu dan pasirnya. Batu sebesar kerbau itu umurnya mungkin tidak lama lagi lantaran dipecah untuk bahan membuat rumah.

 

Powered by WishList Member - Membership Software