Berbagi Inspirasi

Filed in dari redaksi by on 02/09/2015
Diskusi hangat antara Bupati Bojonegoro dan Yayasan Bina Swadaya yang menaungi Majalah Trubus dihadiri oleh Pemimpin Umum Majalah Trubus dan Pembina Yayasan Bambang Ismawan, wakil Pemimpin Umum Koeswandi, Pemimpin Redaksi Majalah Trubus Evy Syariefa, serta jajaran pengurus Yayasan.

Diskusi hangat antara Bupati Bojonegoro dan Yayasan Bina Swadaya yang menaungi Majalah Trubus dihadiri oleh Pemimpin Umum Majalah Trubus dan Pembina Yayasan Bambang Ismawan, wakil Pemimpin Umum Koeswandi, Pemimpin Redaksi Majalah Trubus Evy Syariefa, serta jajaran pengurus Yayasan.

Diskusi hangat itu mengalir tak terasa hingga 3 jam. Hari itu Kamis, 20 Agustus 2015 Yayasan Bina Swadaya yang menaungi Majalah Trubus kedatangan tamu istimewa. Bupati Bojonegoro, Drs Suyoto MSi berkunjung ke kantor Bina Swadaya. “Saya ingin mengenal lebih jauh tentang Bina Swadaya dan produk-produknya,” tuturnya. Kang Yoto, sapaan akrab Bupati, mengenal Majalah Trubus sebagai produk Bina Swadaya.

Bupati yang terpilih untuk kedua kalinya itu mengatakan, setiap bulan ia membaca Majalah Trubus. “Hanya 2 majalah yang saya baca, Majalah Trubus dan majalah ekonomi makro,” kata Kang Yoto. Setiap kali membaca Trubus setiap kali pula Kang Yoto terinspirasi untuk membuat sesuatu.

Nyatanya dalam diskusi di siang hingga sore itu bukan hanya Kang Yoto yang terinspirasi tapi awak redaksi Trubus dan jajaran Bina Swadaya juga terinspirasi oleh jejak langkah Kang Yoto. Sejumlah hal strategis dilakukan Bupati kelahiran 17 Februari 1965 itu untuk mengubah citra Bojonegoro sebagai salah satu kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Kang Yoto memberdayakan warga supaya lebih produktif misal dengan menggulirkan program optimalisasi lahan pekarangan. Setiap desa mendapat bantuan dana untuk pelaksanaannya. Musibah banjir yang kerap menggagalkan produksi pangan diatasi dengan konsep living harmony with flood. “Jadi pengaturan pola tanam disesuaikan dengan periode banjir. Sebelum banjir sudah panen, setelah banjir mulai tanam lagi,” kata Bupati yang tengah menyusun disertasinya tentang inovasi sosial itu. Bencana kekeringan di sejumlah wilayah diatasi dengan membuat embung alias penampungan air. Luasnya 1 hektare per embung dengan target 500 embung—1.000 embung.

Belimbing milik warga yang semula sulit dipasarkan, kebunnya dijadikan lokasi agrowisata yang mendongkrak harga jual belimbing di tingkat petani. Kang Yoto juga menjadikan sekolah pusat pemberdayaan masyarakat. Ia menginisiasi program sekolah bermitra dengan desa tertentu sehingga terjadi transfer pengetahuan dari sekolah ke warga desa.

Supaya warga mudah mengakses bupatinya maka nomor telepon Kang Yoto diketahui oleh semua warga. Bagi Kang Yoto menjadi bupati sebuah jalan untuk melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan juga menjadi semangat dalam Yayasan Bina Swadaya. Pertemuan 3 jam hari itu menjadi cikal-bakal kerja sama lebih lanjut antara Bina Swadaya dengan Kabupaten Bojonegoro. ***

 

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software