Berani Tampil Beda

Filed in Buah by on 31/05/2011

 

Tabulampot jeruk lemon asal Kalifornia koleksi Bob NainggolanTabulampot jambu biji kristal berbuah lebat di pot. Daging buah renyah dan tanpa bijiTabulampot manggis putih asal sambung pucuk, berbuah umur 2 tahun di potSatu tahun pascaranting disambung dengan batang bawah jenis lain, tanaman mulai berbuah. “Selanjutnya buah muncul terus-menerus bergantian,” kata Bob yang mendapatkan bibitnya dari kolega yang membawa setek itu di bawah lipatan baju dalam koper. Padahal pengacara kondang yang kini menjadi penggiat lingkungan itu tidak memberikan perlakuan khusus. “Jeruk memang gampang dibuahkan di tabulampot,” tutur Markus Amin, penangkar buah yang andal menampilkan tabulampot jeruk banjir buah.

Toh meski terbilang mudah dibuahkan, Bob boleh berbangga. Jeruk lemon yang didapat dari seorang kolega itu masih terbilang hampir tidak ditemukan di tanahair. “Saya belum pernah melihat tanaman buah jeruk seperti itu di sini,” kata Prof Dr Ir Roedhy Poerwanto, peneliti di Pusat Kajian Buah Tropika IPB yang pernah melakukan riset tentang jeruk di Jepang. Kolega Bob mendapatkannya di sebuah toko buah di Negeri Paman Sam. Saat membeli buah ia memilih yang masih beranting supaya bisa dijadikan bibit.

Unik

Jadi pemilik pertama tabulampot buah “baru” memang prestise buat para penggemarnya. Pantas bila tabulampot-tabulampot anyar itu jadi incaran para kolektor. Seorang jenderal yang hobi tanaman buah rela merogoh kocek senilai jutaan rupiah untuk 2 tabulampot tin dari sebuah pameran di Jakarta. Ketika itu pada 2007 tabulampot buah tin terbilang eksklusif karena masih jarang yang memiliki.

Mau yang lebih berbeda? Lihatlah tabulampot manggis putih di Taman Wisata Mekarsari (TWM) Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tabulampot asal bibit sambung pucuk setinggi 1 m yang didapat pada 2008 itu sudah 2 kali berbuah. Pada 2010 terdapat 5 buah, kini baru memunculkan 2 buah. Sang ratu dalam pot boleh jadi menjadi dambaan hobiis.

Mafhum saja selama ini manggis jarang ditabulampotkan. Apalagi tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif dengan teknik sambungan. “Musababnya manggis lama berbuah,” kata Eddy Soesanto, penangkar di Bogor, Jawa Barat. Pengalaman Eddy paling cepat bibit asal sambung pucuk berbuah umur 4 tahun. Oleh karenanya banyak penangkar yang menggali pohon manggis dari tanah sebagai bibit sehingga lebih cepat berbuah. Sayang cara itu berisiko tanaman mati karena akar serabut putus saat penggalian.

Toh Eddy mengakui buat kolektor tabulampot manggis tetap menarik. Buktinya sepot manggis setinggi 2,5 m sedang berbuah yang dipajang Eddy di pameran Flona Lapangan Banteng, Jakarta pada 2008 diboyong kolektor dengan harga Rp2,5-juta.

Impian

Mau yang lebih berbeda lagi? Mengapa tidak mengoleksi kakao dalam pot. Buahnya memang tidak bisa langsung dinikmati, tapi untuk tabulampot unik, kakao layak jadi pilihan. “Ini kali pertama kakao dibuahkan di pot,” tutur Wilma, kasie Bibit Tanaman dan Hidroponik di TWM. Bermediakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:2:3 Thebroma cacao itu berbunga di sekujur batang dan cabang setelah cukup dipupuk dengan pupuk organik. Sayang, fruitsetnya rendah sehingga hanya satu menjadi buah, sisanya rontok. Diduga ukuran batang masih kecil sehingga tidak mampu menopang buah berukuran besar.

Jika ingin tetap menikmati keindahan dan kelezatan buahnya, maka tabulampot jambu sukun merah salah satu pilihan. Prakoso Heryono, penangkar di Demak, Jawa Tengah, menyebutnya buah impian. Maklum Psidium guajava itu buah idaman: tanpa biji, warna daging merah, dan rasa manis. Tanaman anggota famili Myrtaceae itu masih jarang yang memiliki, apalagi tabulampotnya.

Di TWM tabulampot sukun merah berbuah berbarengan dengan tabulampot jambu kristal. Kristal juga tanpa biji, tapi warna daging putih. Yang pasti berbeda dari sukun merah yang bertekstur empuk, kristal renyah. Memetik dan menikmati buahnya dari tanaman di dalam pot pasti jadi sensasi luar biasa.

Agrowisata seluas 264 ha itu salah satu yang getol memunculkan tabulampot-tabulampot “baru”. “Jenis lama yang berbuah saja pasti menarik minat hobiis, apalagi jenis yang baru dengan penampilan berbeda,” tutur AF Margianasari, kepala produksi buah TWM yang menyebutkan jeruk variegata meski jenis lama tapi termasuk salah satu yang paling menarik minat hobiis. Salah satu buktinya Bob yang rela menunggu ranting jeruk dari Kalifornia terbang ke Bandung. (Evy Syariefa/Peliput: Faiz Yajri)

 

Powered by WishList Member - Membership Software